
Pyramid Scheme
Apa Itu Pyramid Scheme?
Sahabat Floq, Pyramid Scheme adalah model penipuan investasi di mana keuntungan peserta terutama diperoleh dari merekrut anggota baru, bukan dari aktivitas bisnis nyata atau penjualan produk dan layanan. Dalam skema ini, struktur keanggotaan berbentuk piramida: semakin atas posisi seseorang, semakin besar keuntungan yang diperoleh dari pembayaran anggota di bawahnya.
Pyramid scheme dilarang di banyak negara karena sifatnya yang menipu dan berakhir dengan kerugian besar bagi mayoritas anggota.
Bagaimana Cara Kerja Pyramid Scheme?
Berikut cara kerja pyramid scheme agar Kamu memahaminya dengan mudah:
Rekrutmen Anggota Baru
Skema dimulai oleh pelaku utama yang merekrut beberapa anggota dengan janji keuntungan besar. Anggota baru kemudian diminta membayar sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran atau “investasi awal.”
Pembayaran Mengalir ke Atas
Uang dari anggota baru digunakan untuk membayar keuntungan anggota yang lebih dulu bergabung. Artinya, tidak ada keuntungan dari bisnis nyata, hanya redistribusi dana anggota baru ke anggota lama.
Anggota Harus Merekrut untuk Mendapatkan Keuntungan
Setiap anggota didorong untuk merekrut anggota baru agar bisa mendapatkan bagi hasil atau komisi dari dana pendaftaran anggota tersebut. Proses ini berulang dan menciptakan struktur piramida.
Tidak Ada Aktivitas Bisnis Nyata
Tidak seperti multi-level marketing (MLM) legal yang menjual produk atau jasa nyata, pyramid scheme umumnya tidak memiliki produk bernilai atau hanya menggunakan produk sebagai kedok legalitas.
Kolaps Saat Rekrutmen Berhenti
Pyramid scheme tidak berkelanjutan karena bergantung pada aliran uang anggota baru. Ketika jumlah anggota baru berhenti tumbuh, skema ini runtuh dan mayoritas anggota, terutama di bagian bawah piramida, mengalami kerugian total.
Mengapa Pyramid Scheme Berbahaya?
Pyramid scheme memiliki dampak negatif serius bagi masyarakat dan investor karena:
1. Tidak Berkelanjutan
Karena keuntungan hanya berasal dari rekrutmen, skema ini pasti runtuh ketika tidak ada lagi anggota baru yang masuk.
2. Merugikan Mayoritas Anggota
Hanya anggota awal yang memperoleh keuntungan. Mayoritas anggota di lapisan bawah piramida akan kehilangan seluruh dana mereka saat skema gagal.
3. Melanggar Hukum
Pyramid scheme termasuk aktivitas ilegal di banyak negara dan pelakunya dapat dikenakan sanksi pidana.
4. Menurunkan Kepercayaan Publik
Skema penipuan seperti ini menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi, terutama di sektor-sektor baru seperti crypto dan blockchain.
5. Berkedok Inovasi Finansial
Di dunia crypto, beberapa token atau proyek DeFi mencoba meniru model pyramid scheme dengan dalih staking berimbal hasil tinggi tanpa dasar tokenomics atau utility yang jelas.
Contoh pyramid scheme termasuk skema penipuan yang menjanjikan return ratusan persen dalam waktu singkat dengan syarat merekrut anggota baru, tanpa ada produk nyata atau aktivitas trading transparan.
Dengan memahami Pyramid Scheme, Sahabat Floq dapat mengenali tanda-tanda penipuan investasi sejak awal dan menghindari jebakan yang dapat merugikan keuangan Kamu secara permanen.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
QR Code
Kode visual berbentuk box dua dimensi yang dapat dipindai untuk menyampaikan informasi secara cepat, seperti alamat dompet crypto. Umumnya digunakan dalam transaksi aset digital untuk mempermudah proses pengiriman dan penerimaan.
Quasar Smart Contract (OMG Foundation)
Sistem kontrak pintar yang dirancang oleh OMG Foundation untuk meningkatkan efisiensi transaksi lintas rantai. Quasar bertujuan menggabungkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam infrastruktur Layer-2.
Queued Transaction
Transaksi yang telah dikirim ke jaringan blockchain tetapi belum diproses karena antrean atau gas fee yang rendah. Biasanya disimpan di mempool hingga validator mengeksekusinya.
Quorum (Governance)
Jumlah minimum partisipan yang dibutuhkan untuk validitas proses pengambilan keputusan dalam sistem tata kelola terdesentralisasi. Tanpa mencapai quorum, proposal atau pemungutan suara dianggap tidak sah.
Radio Frequency Identification (RFID)
Teknologi identifikasi otomatis yang menggunakan gelombang radio untuk mentransfer data dari tag ke sistem pembaca. Banyak digunakan dalam logistik, pembayaran tanpa kontak, dan pelacakan aset.


