Kalau kamu baru mulai mengenal investasi, nama reksadana mungkin sudah sering muncul. Instrumennya cukup populer karena cara investasinya relatif praktis. Kamu juga nggak harus memilih saham atau obligasi satu per satu.
Tapi sebenarnya, apa saja keuntungan reksadana? Apakah reksadana benar-benar bisa memberikan keuntungan setiap bulan? Berapa besar hasil yang bisa didapat? Dan apa risikonya?
Nah, semua pertanyaan tersebut penting dipahami sebelum mulai berinvestasi.
Apa Itu Reksadana?
Secara sederhana, reksadana adalah wadah yang mengumpulkan dana dari banyak investor untuk kemudian dikelola ke dalam berbagai instrumen investasi.
Dana tersebut dikelola oleh Manajer Investasi sesuai dengan jenis dan kebijakan reksadananya.
Misalnya, ada reksadana yang sebagian besar dananya ditempatkan pada pasar uang. Ada juga yang berinvestasi pada obligasi atau saham. Jadi, ketika kamu membeli reksadana, kamu sebenarnya membeli unit penyertaan dari sebuah portofolio investasi.
Nilai investasi kamu kemudian bisa naik atau turun mengikuti kinerja aset yang ada di dalam portofolio tersebut. Karena itu, reksadana bukan tabungan biasa. Ada potensi keuntungan, tetapi tetap ada risiko.
Apa Saja Keuntungan Reksadana?
Ada beberapa alasan kenapa reksadana banyak dipilih oleh investor pemula maupun investor yang sudah berpengalaman.
1. Bisa Mulai dengan Modal Relatif Terjangkau
Salah satu keuntungan reksadana adalah aksesnya cukup mudah. Beberapa produk reksadana memungkinkan investor mulai dengan nominal yang relatif kecil. Jadi, kamu nggak harus menunggu punya dana besar untuk mulai belajar investasi.
Ini cocok buat kamu yang ingin membangun kebiasaan investasi secara bertahap. Misalnya, kamu menyisihkan sebagian uang setiap bulan untuk membeli reksadana.
Nominalnya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan. Yang penting, jangan sampai investasi mengganggu kebutuhan utama dan dana darurat.
2. Dana Dikelola oleh Manajer Investasi
Kalau membeli saham secara langsung, kamu perlu menentukan saham apa yang ingin dibeli.
Kamu juga perlu memantau kinerja perusahaan, kondisi pasar, laporan keuangan, dan berbagai faktor lainnya. Pada reksadana, pengelolaan portofolio dilakukan oleh Manajer Investasi.
Manajer Investasi bertugas mengelola dana sesuai strategi dan kebijakan produk reksadana. Buat pemula, hal ini tentu bisa menjadi salah satu keuntungan.
Kamu tetap perlu memahami produk yang dibeli, tetapi nggak harus melakukan seluruh proses pengelolaan portofolio sendiri.
3. Portofolio Lebih Terdiversifikasi
Keuntungan reksadana lainnya adalah diversifikasi. Dana dalam sebuah reksadana dapat ditempatkan pada beberapa aset, sesuai jenis reksadananya.
Contohnya, reksadana saham dapat memiliki portofolio yang terdiri dari berbagai saham perusahaan. Dengan begitu, dana nggak hanya bergantung pada satu aset saja.
Diversifikasi bukan berarti investasi bebas risiko. Nilai investasi tetap bisa naik dan turun. Namun, penyebaran aset dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap kinerja satu aset tertentu.
4. Pilihan Produknya Beragam
Reksadana bukan cuma satu jenis. Ada beberapa kategori yang bisa dipilih berdasarkan tujuan dan profil risiko investor. Beberapa jenis yang umum antara lain:
Reksadana pasar uang.
Sebagian besar portofolio reksadana pasar uang ditempatkan pada instrumen pasar uang dan/atau surat utang dengan jatuh tempo relatif pendek.
Reksadana pendapatan tetap.
Sebagian besar portofolionya ditempatkan pada surat utang atau obligasi.
Reksadana saham.
Sebagian besar portofolionya ditempatkan pada saham.
Reksadana campuran.
Portofolionya dapat terdiri dari kombinasi saham, surat utang, dan instrumen pasar uang.
Karena karakter setiap jenis berbeda, kamu bisa menyesuaikannya dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan kemampuan menghadapi risiko.
5. Praktis untuk Investasi Berkala
Reksadana juga bisa digunakan untuk strategi investasi secara rutin. Misalnya, kamu menentukan tanggal tertentu setiap bulan untuk berinvestasi.
Strategi seperti ini membantu membangun disiplin. Kamu nggak perlu terus-menerus menunggu momen yang dianggap paling tepat untuk masuk pasar.
Namun, tetap penting mengevaluasi produk dan kondisi keuangan secara berkala. Investasi rutin bukan jaminan mendapatkan keuntungan.
Bagaimana Cara Mendapatkan Keuntungan dari Reksadana?
Keuntungan reksadana pada dasarnya berasal dari kenaikan nilai aset dalam portofolionya. Contohnya sederhana.
Kamu membeli reksadana ketika Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP) berada di Rp1.000. Kamu memiliki 1.000 unit. Total nilai investasi awal berarti Rp1 juta. Kemudian, NAB/UP naik menjadi Rp1.100.
Nilai 1.000 unit yang kamu miliki menjadi sekitar Rp1,1 juta. Ada selisih Rp100 ribu dari nilai awal. Namun, ini baru menjadi keuntungan yang terealisasi ketika investasinya dijual atau dicairkan.
Kalau NAB/UP turun, nilai investasi kamu juga bisa turun. Jadi, keuntungan reksadana nggak selalu bergerak naik.
Apakah Ada Keuntungan Reksadana per Bulan?
Ini salah satu pertanyaan yang paling sering muncul. Jawabannya: nggak ada angka keuntungan reksadana per bulan yang pasti. Hasil reksadana bergantung pada jenis produk, aset yang ada di dalam portofolio, kondisi pasar, dan periode investasi.
Misalnya, reksadana saham bisa mengalami kenaikan pada satu bulan. Tetapi bulan berikutnya nilainya bisa turun. Begitu juga dengan jenis reksadana lainnya. Karena itu, kurang tepat kalau menganggap reksadana seperti deposito yang memberikan hasil tetap setiap bulan.
Kalau ada produk reksadana dengan kinerja positif, persentase tersebut merupakan kinerja investasi pada periode tertentu, bukan janji keuntungan bulanan. Untuk melihat hasil investasi dengan lebih masuk akal, sebaiknya perhatikan kinerja berdasarkan periode yang sesuai dengan tujuan investasimu.
Faktor yang Memengaruhi Keuntungan Reksadana
Besarnya potensi keuntungan reksadana bisa dipengaruhi oleh beberapa hal.
Jenis Reksadana
Setiap jenis reksadana memiliki karakter berbeda. Reksadana pasar uang biasanya memiliki fluktuasi yang lebih rendah dibandingkan reksadana saham. Sementara itu, reksadana saham memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dalam jangka panjang, tetapi juga menghadapi fluktuasi yang lebih besar.
Kondisi Pasar
Pergerakan pasar turut memengaruhi nilai aset dalam portofolio. Ketika pasar saham menguat, reksadana saham berpotensi mengalami kenaikan. Sebaliknya, ketika pasar mengalami tekanan, nilainya juga bisa turun.
Jangka Waktu
Jangka waktu investasi juga penting. Untuk tujuan jangka pendek, investor biasanya perlu mempertimbangkan instrumen yang sesuai dengan kebutuhan likuiditas dan tingkat risikonya.
Sementara untuk tujuan jangka panjang, investor dapat mempertimbangkan instrumen dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi sesuai profil risikonya.
Biaya Investasi
Beberapa produk reksadana memiliki biaya tertentu, seperti biaya pembelian, penjualan kembali, pengalihan, atau biaya pengelolaan sesuai ketentuan produk.
Biaya tersebut perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi hasil investasi. Jangan hanya melihat potensi return. Baca juga prospektus dan fund fact sheet sebelum membeli.
Apakah Reksadana Aman?
Reksadana memiliki mekanisme pengelolaan dan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Namun, aman secara regulasi bukan berarti bebas dari risiko investasi. Nilai investasi tetap dapat naik dan turun.
Karena itu, sebelum membeli reksadana, kamu perlu memahami profil risiko dan karakter produk. Jangan menggunakan uang untuk kebutuhan sehari-hari hanya karena tergiur potensi keuntungan.
Investasi sebaiknya menggunakan dana yang memang dialokasikan untuk tujuan tersebut.
Bagaimana Memilih Reksadana yang Tepat?
Memilih reksadana sebaiknya nggak hanya berdasarkan produk dengan return paling tinggi. Ada beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan.
- Pertama, tentukan tujuan investasi. Apakah untuk dana jangka pendek, menengah, atau panjang?
- Kedua, pahami profil risiko. Seberapa nyaman kamu melihat nilai investasi naik turun?
- Ketiga, perhatikan isi portofolionya. Cari tahu aset apa saja yang menjadi underlying dari reksadana tersebut.
- Keempat, lihat rekam jejak kinerja. Kinerja masa lalu memang bukan jaminan hasil di masa depan. Tetapi informasi tersebut tetap bisa membantu kamu memahami karakter produk.
- Kelima, baca dokumen produknya. Prospektus dan fund fact sheet bisa memberikan informasi penting mengenai strategi investasi, risiko, biaya, dan portofolio.
Reksadana Cocok untuk Siapa?
Reksadana bisa menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin mulai berinvestasi dengan cara yang relatif praktis.
Produk ini juga bisa digunakan oleh investor yang ingin melakukan diversifikasi tanpa harus memilih dan mengelola seluruh aset sendiri.
Namun, produk yang cocok untuk setiap orang bisa berbeda. Investor dengan tujuan jangka pendek belum tentu cocok dengan produk yang memiliki fluktuasi tinggi.
Begitu juga investor jangka panjang mungkin perlu mempertimbangkan instrumen dengan karakter yang sesuai dengan tujuan pertumbuhannya. Jadi, jangan sekadar ikut-ikutan. Pahami dulu produknya.
Kesimpulan
Keuntungan reksadana bisa berasal dari kenaikan nilai aset dalam portofolionya.
Selain itu, reksadana menawarkan beberapa kelebihan seperti modal yang relatif terjangkau, pengelolaan oleh Manajer Investasi, diversifikasi, pilihan produk yang beragam, dan kemudahan untuk berinvestasi secara berkala.
Tapi ada satu hal yang perlu digarisbawahi. Keuntungan reksadana per bulan tidak bersifat tetap atau pasti. Nilainya bisa berubah mengikuti kondisi pasar dan aset yang ada di dalam portofolio.
Jadi, jangan menjadikan angka return satu periode sebagai jaminan hasil di masa depan. Sebelum berinvestasi, kenali tujuan keuangan, pahami profil risiko, pelajari produknya, dan gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi.
Dengan begitu, kamu bisa mengambil keputusan investasi dengan lebih terukur.
FAQ Keuntungan Reksadana
1. Apa keuntungan utama reksadana?
Keuntungan utama reksadana antara lain pengelolaan oleh Manajer Investasi, diversifikasi portofolio, pilihan produk yang beragam, dan akses investasi yang relatif mudah.
2. Apakah reksadana memberikan keuntungan setiap bulan?
Tidak ada keuntungan bulanan yang pasti. Nilai reksadana dapat naik atau turun sesuai kinerja aset dalam portofolio dan kondisi pasar.
3. Berapa keuntungan reksadana per bulan?
Tidak ada persentase keuntungan reksadana per bulan yang berlaku untuk semua produk. Hasilnya berbeda-beda tergantung jenis reksadana dan kondisi pasar.
4. Apakah reksadana cocok untuk pemula?
Reksadana bisa menjadi salah satu pilihan bagi pemula karena dana dikelola oleh Manajer Investasi dan tersedia berbagai jenis produk. Namun, pemula tetap perlu memahami risiko sebelum berinvestasi.
5. Apa saja jenis reksadana?
Jenis yang umum adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran.
6. Apakah reksadana bisa rugi?
Bisa. Nilai investasi reksadana bisa rugi, alias dapat turun ketika nilai aset dalam portofolionya mengalami penurunan. Karena itu, reksadana tetap memiliki risiko investasi.
7. Apakah keuntungan reksadana lebih besar daripada deposito?
Nggak bisa dibandingkan secara langsung. Reksadana dan deposito memiliki karakter, risiko, dan mekanisme yang berbeda. Reksadana memiliki potensi keuntungan yang dapat berubah, sedangkan deposito memiliki skema imbal hasil sesuai ketentuan produk dan bank.
8. Kapan waktu yang tepat untuk membeli reksadana?
Nggak ada satu waktu yang pasti paling tepat. Yang lebih penting adalah menyesuaikan produk dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko kamu.
Mulai kenali berbagai pilihan aset digital dan informasi investasi dengan lebih mudah.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store; FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Cara Kerja Reksadana: Panduan Lengkap untuk Pemula







