Cara Kerja Reksadana: Panduan Lengkap untuk Pemula

Investasi

12 Sep 2026

8 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Pernah penasaran bagaimana uang yang kamu masukkan ke reksadana bisa berkembang? Kalau iya, kamu nggak sendirian.

Banyak orang sudah tahu bahwa reksadana adalah salah satu pilihan investasi. Tapi, belum tentu paham cara kerja reksadana dari awal sampai akhirnya menghasilkan keuntungan atau mengalami penurunan nilai.

Padahal, memahami cara kerjanya penting sebelum mulai investasi.

Sederhananya, reksadana bekerja dengan cara mengumpulkan dana dari banyak investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam berbagai aset sesuai jenis dan kebijakan reksadana tersebut.

Jadi, kamu nggak perlu membeli dan mengelola semua aset investasi sendirian. Nah, bagaimana prosesnya? Yuk, bahas satu per satu.

Apa Itu Reksadana?

Sebelum masuk ke cara kerjanya, kita pahami dulu pengertiannya.

Reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal. Dana tersebut kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio efek atau aset lain sesuai ketentuan dan strategi produk.

Artinya, ketika kamu membeli reksadana, uangmu tidak sekadar "disimpan". Dana tersebut akan ditempatkan pada aset investasi sesuai jenis reksadana yang kamu pilih.

Misalnya, reksadana pasar uang umumnya berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek utang dengan jatuh tempo pendek. Sementara itu, reksadana saham memiliki porsi investasi yang besar pada saham.

Ada juga reksadana pendapatan tetap yang mayoritas portofolionya ditempatkan pada efek bersifat utang. Jadi, setiap produk reksadana bisa punya karakter yang berbeda.

Bagaimana Cara Kerja Reksadana?

Sekarang masuk ke bagian utamanya. Secara sederhana, cara kerja reksadana bisa dibayangkan seperti ini:

Kamu punya uang → membeli unit reksadana → dana dikumpulkan dengan dana investor lain → Manajer Investasi mengelolanya → dana ditempatkan pada aset sesuai kebijakan reksadana → nilai investasi bisa naik atau turun mengikuti kinerja aset di dalam portofolio.

Mari kita bedah prosesnya.

1. Investor Menyetorkan Dana

Langkah pertama dimulai ketika investor membeli produk reksadana. Misalnya kamu punya dana Rp500.000 dan ingin mulai investasi. Kamu memilih sebuah produk reksadana dan melakukan pembelian. Dana dari kamu kemudian menjadi bagian dari dana kelolaan reksadana.

Investor lain juga melakukan hal yang sama. Ada yang masuk dengan Rp100.000. Ada yang Rp1 juta. Ada juga yang nominalnya jauh lebih besar. Semua dana tersebut dihimpun dan dikelola sesuai ketentuan produk reksadana.

2. Dana Dikelola oleh Manajer Investasi

Nah, di sinilah peran Manajer Investasi menjadi penting. Manajer Investasi bertugas mengelola portofolio reksadana sesuai strategi dan kebijakan investasi yang sudah ditetapkan.

Investor tidak perlu memilih satu per satu saham atau obligasi yang akan dibeli. Tugas tersebut dilakukan oleh pihak yang mengelola reksadana. Namun, bukan berarti Manajer Investasi bisa menggunakan dana investor sesuka hati.

Pengelolaan reksadana memiliki aturan, batasan, dan dokumen yang menjadi acuan. Karena itu, sebelum membeli produk, penting untuk membaca informasi mengenai reksadana yang tersedia.

3. Dana Ditempatkan ke Berbagai Aset

Setelah dana terkumpul, dana tersebut kemudian diinvestasikan ke aset sesuai jenis reksadana.

Contohnya, reksadana saham berinvestasi pada saham. Reksadana pendapatan tetap berinvestasi terutama pada efek bersifat utang. Reksadana pasar uang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek utang dengan jatuh tempo atau sisa jatuh tempo tertentu.

Ada juga reksadana campuran yang mengombinasikan beberapa jenis aset. Jadi, ketika kamu membeli reksadana, sebenarnya kamu membeli bagian dari sebuah portofolio investasi. Bukan hanya satu aset.

4. Investor Mendapatkan Unit Penyertaan

Saat membeli reksadana, kamu akan memperoleh Unit Penyertaan. Unit Penyertaan bisa dianggap sebagai satuan kepemilikan kamu di dalam reksadana.

Jumlah unit yang kamu dapatkan bergantung pada jumlah dana yang kamu investasikan dan harga Unit Penyertaan ketika transaksi dilakukan. Contoh sederhananya begini.

Kamu membeli reksadana dengan dana Rp1 juta. Jika harga per unit saat transaksi adalah Rp2.000, secara sederhana kamu mendapatkan 500 unit.

Rp1.000.000 ÷ Rp2.000 = 500 unit.

Nah, jumlah unit ini kemudian menjadi salah satu dasar untuk menghitung nilai investasi kamu.

5. Nilai Investasi Mengikuti NAB

Bagian ini juga penting untuk memahami cara kerja reksadana. Reksadana memiliki istilah Nilai Aktiva Bersih (NAB).

NAB menggambarkan nilai bersih aset dalam sebuah reksadana setelah memperhitungkan kewajiban atau biaya yang menjadi beban reksadana sesuai ketentuan.

Harga transaksi reksadana biasanya tercermin melalui NAB per Unit Penyertaan. Kalau aset dalam portofolio mengalami kenaikan nilai, NAB per unit bisa ikut meningkat.

Sebaliknya, kalau nilai aset turun, NAB per unit juga bisa turun. Itulah sebabnya nilai investasi reksadana tidak selalu naik. Ada kemungkinan naik. Ada kemungkinan turun. Tergantung pada aset dan kondisi pasar.

Dari Mana Keuntungan Reksadana Berasal?

Lalu, kalau investasi reksadana menghasilkan keuntungan, sebenarnya keuntungan itu datang dari mana? Jawabannya bergantung pada aset yang ada di dalam portofolio.

Misalnya, sebuah reksadana memiliki investasi pada saham. Ketika harga saham dalam portofolio naik, nilai aset reksadana dapat meningkat. Hal tersebut kemudian dapat tercermin pada kenaikan NAB per Unit Penyertaan.

Begitu juga dengan reksadana yang memiliki aset berupa surat utang. Pendapatan atau perubahan nilai dari aset yang dimiliki dapat memengaruhi kinerja reksadana.

Jadi, keuntungan reksadana pada dasarnya berasal dari kinerja aset yang menjadi isi portofolionya. Karena itu, penting untuk melihat isi portofolio dan karakter produk sebelum membeli.

Contoh Cara Kerja Reksadana

Biar makin gampang, kita pakai contoh sederhana. Misalnya kamu membeli reksadana senilai Rp1 juta. Pada saat pembelian, NAB per Unit Penyertaan adalah Rp1.000. Berarti kamu mendapatkan: Rp1.000.000 ÷ Rp1.000 = 1.000 unit

Beberapa waktu kemudian, NAB per unit naik menjadi Rp1.100. Nilai investasi kamu secara sederhana menjadi: 1.000 unit × Rp1.100 = Rp1.100.000

Artinya, nilai investasi meningkat Rp100.000 sebelum memperhitungkan biaya atau faktor lain yang mungkin berlaku. Tapi bagaimana kalau NAB turun? Misalnya NAB menjadi Rp900.

Nilai investasimu menjadi: 1.000 unit × Rp900 = Rp900.000

Artinya, nilai investasi turun Rp100.000. Contoh ini menunjukkan satu hal penting. Reksadana bukan investasi yang nilainya selalu naik. Ada risiko pasar yang perlu dipahami.

Apakah Uang Reksadana Dikelola Sendiri oleh Investor?

Nggak. Inilah salah satu perbedaan utama reksadana dibandingkan investasi yang mengharuskan kamu memilih aset sendiri.

Dalam reksadana, pengelolaan portofolio dilakukan oleh Manajer Investasi. Kamu sebagai investor menentukan produk yang ingin dibeli. Setelah itu, pengelolaan portofolionya dilakukan sesuai kebijakan investasi produk tersebut.

Karena itu, reksadana sering dianggap praktis untuk investor yang ingin mendapatkan diversifikasi tanpa harus memilih dan mengelola banyak aset sendiri. Meski begitu, bukan berarti kamu bisa asal pilih produk. Tetap perlu memahami tujuan investasi, risiko, biaya, dan isi portofolio.

Apa Saja Jenis Reksadana?

Memahami jenis reksadana juga membantu kamu memahami cara kerjanya.

Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek bersifat utang dengan karakteristik jangka pendek sesuai ketentuan.

Jenis ini biasanya memiliki fluktuasi yang relatif lebih rendah dibandingkan reksadana saham. Namun, bukan berarti bebas risiko. Nilainya tetap bisa berubah.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap menempatkan sebagian besar portofolionya pada efek bersifat utang.

Risikonya umumnya berada di atas reksadana pasar uang, tetapi di bawah reksadana saham dalam banyak kondisi. Kinerja produk tetap dipengaruhi oleh perubahan harga aset dalam portofolio dan kondisi pasar.

Reksadana Saham

Sesuai namanya, reksadana saham menempatkan mayoritas portofolionya pada saham. Potensi pertumbuhannya bisa lebih tinggi dalam jangka panjang. Namun, risikonya juga lebih tinggi. Harga saham bisa bergerak cukup tajam dalam waktu singkat.

Reksadana Campuran

Reksadana campuran mengombinasikan beberapa jenis aset. Misalnya saham, efek bersifat utang, dan instrumen pasar uang. Komposisi portofolionya mengikuti kebijakan investasi masing-masing produk.

Apa Bedanya Reksadana dengan Membeli Saham Sendiri?

Ada perbedaan pada cara pengelolaannya. Kalau membeli saham secara langsung, kamu sendiri yang menentukan saham apa yang ingin dibeli. Kamu juga perlu memantau portofolio dan mengambil keputusan investasi.

Pada reksadana, dana investor dikelola dalam sebuah portofolio oleh Manajer Investasi. Jadi, kamu tidak perlu membeli setiap aset satu per satu. Namun, kamu tetap perlu memilih produk yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko.

Apa Risiko Investasi Reksadana?

Sebelum mulai investasi, bagian ini jangan dilewatkan. Reksadana tetap memiliki risiko. Salah satunya adalah risiko penurunan nilai investasi akibat perubahan harga aset dalam portofolio.

Ada juga risiko likuiditas, risiko perubahan kondisi pasar, dan risiko lain sesuai karakteristik produk. Besarnya risiko juga tidak sama.

Reksadana saham, misalnya, biasanya memiliki fluktuasi yang lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang. Jadi, jangan hanya melihat potensi keuntungan. Pahami juga kemungkinan penurunannya.

Bagaimana Cara Membeli Reksadana?

Sekarang prosesnya sudah cukup praktis. Secara umum, langkahnya seperti ini:

  1. Tentukan tujuan investasi.
  2. Kenali profil risiko.
  3. Pilih jenis reksadana.
  4. Baca informasi dan dokumen produk.
  5. Perhatikan komposisi portofolio.
  6. Cek biaya yang berlaku.
  7. Beli reksadana melalui platform yang menyediakan produk tersebut.
  8. Pantau investasi sesuai tujuan dan jangka waktu.

Nggak harus langsung mulai dengan nominal besar. Yang lebih penting adalah memahami produknya terlebih dahulu.

Apakah Reksadana Cocok untuk Pemula?

Bisa saja. Reksadana cukup menarik untuk pemula karena investor tidak perlu mengelola setiap aset dalam portofolio secara langsung.

Selain itu, tersedia berbagai jenis reksadana dengan karakteristik berbeda. Namun, cocok atau tidaknya tetap bergantung pada kondisi dan tujuan masing-masing investor.

Misalnya, seseorang yang membutuhkan dana dalam waktu dekat mungkin punya pertimbangan berbeda dengan orang yang berinvestasi untuk tujuan jangka panjang. Jangan ikut-ikutan hanya karena produk tertentu sedang ramai. Kenali dulu cara kerjanya.

Tips Memilih Reksadana untuk Pemula

Kalau baru mulai, jangan cuma melihat angka keuntungan historis. Ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan.

Pertama, pahami tujuan investasi. Tentukan kenapa kamu berinvestasi dan kapan dana tersebut kemungkinan dibutuhkan.

Kedua, kenali profil risiko. Jangan memilih produk hanya karena potensi keuntungannya terlihat menarik.

Ketiga, pahami isi portofolio. Cari tahu dana tersebut ditempatkan pada aset apa.

Keempat, perhatikan biaya. Setiap produk bisa memiliki struktur biaya yang berbeda.

Kelima, baca dokumen produk. Informasi seperti prospektus dan laporan terkait bisa membantu kamu memahami produk dengan lebih lengkap.

Kesimpulan

Memahami cara kerja reksadana sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan. Intinya, dana dari banyak investor dihimpun dan kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio sesuai kebijakan investasi.

Sebagai investor, kamu mendapatkan Unit Penyertaan. Nilai investasimu kemudian dapat berubah mengikuti kinerja aset dan NAB per Unit Penyertaan.

Karena itu, sebelum membeli reksadana, jangan cuma bertanya, "Bisa untung berapa?"

Tanyakan juga: Dananya diinvestasikan ke mana? Risikonya seperti apa? Berapa lama saya ingin berinvestasi? Apakah produknya sesuai dengan tujuan saya?

Dengan memahami prosesnya sejak awal, kamu bisa mengambil keputusan investasi dengan lebih sadar. Investasi bukan soal buru-buru. Yang penting, paham dulu cara kerjanya.

FAQ Cara Kerja Reksadana

1. Bagaimana cara kerja reksadana secara sederhana?

Reksadana menghimpun dana dari banyak investor. Dana tersebut kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam aset sesuai kebijakan produk. Investor mendapatkan Unit Penyertaan, sementara nilainya mengikuti perkembangan NAB per Unit Penyertaan.

2. Dari mana keuntungan reksadana berasal?

Keuntungan berasal dari kinerja aset yang ada dalam portofolio reksadana. Ketika nilai aset meningkat, NAB per Unit Penyertaan dapat ikut meningkat. Namun, nilai reksadana juga bisa turun.

3. Apakah reksadana bisa rugi?

Bisa. Nilai investasi reksadana dapat turun karena perubahan harga aset dalam portofolio dan kondisi pasar. Karena itu, reksadana tetap memiliki risiko investasi.

4. Siapa yang mengelola dana reksadana?

Dana reksadana dikelola oleh Manajer Investasi sesuai kebijakan dan ketentuan yang berlaku. Investor memilih produk, sedangkan pengelolaan portofolionya dilakukan oleh Manajer Investasi.

5. Apa itu Unit Penyertaan?

Unit Penyertaan adalah satuan kepemilikan investor dalam sebuah reksadana. Jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki akan membantu menentukan nilai investasi berdasarkan NAB per Unit Penyertaan.

6. Apa itu NAB reksadana?

NAB atau Nilai Aktiva Bersih menggambarkan nilai bersih aset dalam sebuah reksadana. NAB per Unit Penyertaan digunakan sebagai salah satu dasar dalam menentukan nilai transaksi reksadana.

7. Apakah reksadana cocok untuk pemula?

Reksadana bisa menjadi salah satu pilihan bagi pemula karena pengelolaan portofolio dilakukan oleh Manajer Investasi. Namun, pemilihan produk tetap perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

8. Apakah investasi reksadana harus dalam jumlah besar?

Nggak selalu. Beberapa produk dapat dibeli dengan nominal yang relatif terjangkau. Namun, minimum pembelian bisa berbeda pada setiap produk dan platform.

9. Apa perbedaan reksadana pasar uang dan reksadana saham?

Perbedaan utamanya ada pada aset yang menjadi bagian utama portofolionya. Reksadana pasar uang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek utang jangka pendek sesuai ketentuan, sedangkan reksadana saham mayoritas berinvestasi pada saham. Karena itu, karakter risiko dan fluktuasinya juga berbeda.

10. Apakah reksadana sama dengan menabung?

Nggak. Menabung dan investasi punya tujuan serta karakteristik yang berbeda. Reksadana merupakan produk investasi yang nilainya dapat naik atau turun sesuai kinerja aset di dalam portofolionya.

Mulai Kenali Investasi dengan Lebih Mudah

Memahami investasi nggak harus dimulai dari hal yang rumit. Mulai dari konsep dasarnya dulu. Pahami produknya. Kenali risikonya. Setelah itu, baru tentukan pilihan yang sesuai dengan tujuanmu.

Kalau kamu ingin mengenal lebih banyak tentang aset digital dan dunia investasi, kamu bisa belajar lewat platform FLOQ.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store; FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Reksadana Pasar Uang: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device