Kalau kamu baru mulai mengenal dunia investasi, istilah reksadana mungkin sering muncul.
Di media sosial, aplikasi investasi, sampai berbagai konten keuangan, reksadana sering disebut sebagai salah satu instrumen yang cocok untuk pemula. Tapi sebenarnya, reksadana adalah apa?
Secara sederhana, reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat atau investor. Dana tersebut kemudian dikelola oleh Manajer Investasi untuk ditempatkan ke berbagai instrumen investasi sesuai dengan kebijakan reksadana.
Jadi, kamu tidak perlu memilih dan mengelola semua aset investasi sendiri.
Misalnya, kamu membeli sebuah produk reksadana saham. Dana yang kamu investasikan akan dikelola oleh Manajer Investasi dan dialokasikan ke sejumlah saham sesuai kebijakan serta strategi produk tersebut.
OJK menjelaskan bahwa reksadana merupakan salah satu produk pengelolaan investasi di pasar modal yang diawasi oleh OJK.
Inilah alasan reksadana cukup menarik bagi orang yang ingin mulai investasi tetapi belum memiliki waktu atau pengetahuan untuk memilih banyak aset secara langsung.
Namun, bukan berarti reksadana bebas risiko. Reksadana juga bisa rugi, nilai investasi tetap bisa naik dan turun. Risiko yang diterima juga berbeda-beda tergantung jenis reksadana yang dipilih.
Pengertian Reksadana Menurut Konsep Sederhana
Supaya lebih mudah memahami arti reksadana, bayangkan kamu dan banyak orang lain mengumpulkan uang dalam satu wadah.
Uang tersebut kemudian dikelola oleh pihak profesional. Pihak tersebut disebut Manajer Investasi. Manajer Investasi akan menentukan ke mana dana tersebut ditempatkan berdasarkan tujuan dan kebijakan produk reksadana.
Ada reksadana yang fokus pada pasar uang. Ada yang fokus pada obligasi. Ada juga yang banyak berinvestasi pada saham. Jadi, ketika kamu membeli reksadana, sebenarnya kamu membeli unit penyertaan dalam sebuah portofolio investasi.
Portofolio tersebut bisa terdiri dari satu atau beberapa jenis aset. Konsep ini membuat reksadana berbeda dengan investasi langsung. Kalau membeli saham secara langsung, kamu sendiri yang memilih saham perusahaan tertentu.
Sementara pada reksadana, pengelolaan portofolio dilakukan oleh Manajer Investasi sesuai kebijakan produk.
Reksadana Itu Apa? Ini Cara Kerjanya
Setelah memahami pengertian reksadana, sekarang kita masuk ke bagian yang lebih penting. Bagaimana sebenarnya cara kerja reksadana? Secara umum, alurnya cukup sederhana.
1. Investor membeli reksadana
Kamu memilih produk reksadana yang sesuai dengan kebutuhan. Kemudian, kamu membeli unit penyertaan menggunakan dana yang ingin diinvestasikan. Nominal awal investasi bisa berbeda-beda tergantung produk dan platform yang digunakan.
2. Dana dikumpulkan
Dana dari banyak investor akan masuk ke dalam portofolio reksadana. Jadi, kamu tidak sendirian. Ada banyak investor lain yang juga memiliki unit penyertaan pada produk tersebut.
3. Manajer Investasi mengelola dana
Dana yang terkumpul kemudian dikelola oleh Manajer Investasi. Manajer Investasi bertugas mengatur portofolio sesuai strategi dan kebijakan investasi yang sudah ditentukan. Misalnya, reksadana saham akan memiliki porsi besar pada saham. Sementara reksadana pasar uang berfokus pada instrumen pasar uang.
4. Nilai investasi bisa berubah
Nilai investasi reksadana tidak selalu tetap. Nilainya dapat naik atau turun mengikuti perubahan nilai aset yang ada di dalam portofolio. Karena itu, investasi reksadana tetap memiliki risiko.
5. Investor bisa menjual kembali unit
Untuk reksadana terbuka, investor pada umumnya dapat melakukan penjualan kembali unit penyertaan sesuai ketentuan produk. OJK menjelaskan bahwa Nilai Aktiva Bersih atau NAB reksadana terbuka dihitung dan diumumkan setiap hari bursa.
Jenis-Jenis Reksadana yang Perlu Diketahui
Memahami jenis reksadana penting sebelum mulai investasi. Sebab, setiap jenis memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan tingkat risiko yang berbeda. Secara umum, ada empat jenis reksadana yang sering dikenal investor pemula.
1. Reksadana Pasar Uang
Reksadana pasar uang menempatkan seluruh investasinya pada instrumen pasar uang. Instrumen tersebut memiliki jangka waktu atau sisa jatuh tempo maksimal sekitar satu tahun sesuai ketentuan yang berlaku.
Jenis ini umumnya memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan reksadana saham. Karena itu, reksadana pasar uang sering menjadi pilihan bagi investor yang memiliki tujuan investasi jangka pendek.
OJK menyebut reksadana pasar uang sebagai reksadana yang investasinya ditempatkan 100% pada instrumen pasar uang.
Contohnya bisa berupa produk reksadana yang portofolionya berisi instrumen pasar uang dan surat utang dengan jangka waktu yang sesuai ketentuan. Namun, risiko rendah bukan berarti tidak ada risiko. Nilai investasi tetap bisa mengalami perubahan.
2. Reksadana Pendapatan Tetap
Selanjutnya ada reksadana pendapatan tetap. Jenis ini memiliki fokus investasi pada efek bersifat utang atau obligasi. OJK menjelaskan bahwa reksadana pendapatan tetap menempatkan sekurang-kurangnya 80% dari asetnya pada efek bersifat utang.
Karena memiliki eksposur pada obligasi, risikonya umumnya berada di atas reksadana pasar uang. Jenis ini sering digunakan untuk tujuan investasi jangka menengah. Namun, tetap penting membaca prospektus dan memahami aset yang menjadi portofolionya.
3. Reksadana Campuran
Sesuai namanya, reksadana campuran mengombinasikan beberapa jenis aset. Portofolionya dapat terdiri dari saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Komposisinya bisa berbeda antara satu produk dengan produk lainnya.
OJK menjelaskan bahwa reksadana campuran memiliki ketentuan alokasi pada saham, efek bersifat utang, dan instrumen pasar uang dengan masing-masing batas tertentu. Karena portofolionya lebih beragam, karakteristik risikonya juga berada di antara beberapa jenis reksadana lainnya.
4. Reksadana Saham
Kalau kamu mencari jenis reksadana dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi sekaligus siap menghadapi fluktuasi yang lebih besar, ada reksadana saham.
Reksadana saham menempatkan sekurang-kurangnya 80% asetnya pada efek bersifat ekuitas atau saham. Karena harga saham dapat bergerak cukup signifikan, reksadana saham memiliki risiko yang lebih tinggi.
Jenis ini biasanya lebih cocok untuk tujuan investasi jangka panjang. Jadi, jangan hanya melihat potensi keuntungan. Pertimbangkan juga kemampuan kamu menghadapi penurunan nilai investasi.
Ada Juga Reksadana Syariah
Selain reksadana konvensional, ada juga reksadana syariah. Reksadana syariah adalah wadah investasi kolektif yang dikelola Manajer Investasi dengan menempatkan dana pada efek yang sesuai dengan prinsip syariah.
Portofolionya dapat mencakup saham syariah, sukuk, dan instrumen syariah lainnya. Jenisnya juga cukup beragam. Ada reksadana syariah pasar uang, pendapatan tetap, saham, campuran, indeks, terproteksi, dan beberapa bentuk lainnya.
Jadi, investor memiliki pilihan untuk menyesuaikan instrumen investasi dengan preferensi dan kebutuhan masing-masing.
Contoh Reksadana dalam Kehidupan Sehari-Hari
Masih bingung dengan contoh reksadana? Kita gunakan contoh sederhana. Misalnya kamu memiliki uang Rp1 juta. Kamu ingin berinvestasi, tetapi belum percaya diri memilih saham atau obligasi sendiri.
Kemudian kamu memilih produk reksadana. Dana Rp1 juta tersebut masuk ke produk reksadana dan kemudian dikelola sesuai kebijakan produk. Kalau kamu membeli reksadana saham, dana tersebut akan dikelola dengan fokus utama pada saham.
Kalau memilih reksadana pasar uang, dana akan ditempatkan pada instrumen pasar uang sesuai kebijakan investasi.
Artinya, reksadana adalah cara untuk berinvestasi melalui portofolio yang dikelola secara profesional, bukan sekadar menyimpan uang.
Tetapi ingat, hasil investasi tidak dijamin. Kalau aset dalam portofolio mengalami penurunan nilai, nilai investasi reksadana juga dapat turun.
Apa Keuntungan Investasi Reksadana?
Setelah mengetahui investasi reksadana adalah investasi melalui dana yang dikelola dalam sebuah portofolio, kamu juga perlu memahami kelebihannya.
Bisa dimulai dengan dana relatif terjangkau
Reksadana bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin mulai berinvestasi tanpa harus menyediakan modal sangat besar. Jumlah minimum investasi bergantung pada produk dan platform.
Dikelola oleh Manajer Investasi
Kamu tidak perlu melakukan seluruh proses analisis dan pengelolaan portofolio sendirian. Ada Manajer Investasi yang mengelola dana sesuai kebijakan produk.
Diversifikasi
Dana reksadana dapat ditempatkan pada beberapa aset. Diversifikasi ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu aset saja. Tetapi diversifikasi bukan berarti risiko menjadi hilang.
Pilihan produknya beragam
Ada reksadana pasar uang untuk kebutuhan tertentu. Ada pendapatan tetap. Ada campuran. Ada saham. Ada juga berbagai produk dengan strategi khusus. Kamu bisa memilih berdasarkan tujuan dan profil risiko.
Apa Kekurangan dan Risiko Reksadana?
Jangan sampai karena membaca berbagai kelebihannya, kamu menganggap reksadana pasti untung. Anggapan tersebut keliru. Reksadana tetap merupakan produk investasi. Ada risiko yang harus dipahami.
Risiko penurunan nilai
Nilai unit penyertaan dapat turun ketika aset dalam portofolio mengalami penurunan. Risiko ini terutama perlu diperhatikan pada produk yang memiliki eksposur besar terhadap aset berfluktuasi seperti saham.
Risiko likuiditas
Dalam kondisi tertentu, proses pencairan investasi dapat memiliki mekanisme dan waktu penyelesaian sesuai ketentuan produk. Karena itu, jangan menempatkan seluruh dana darurat ke instrumen yang tidak sesuai dengan kebutuhan likuiditas kamu.
Risiko Manajer Investasi
Kinerja pengelolaan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sebelum membeli, cek siapa Manajer Investasinya dan bagaimana strategi produk tersebut.
Risiko tidak sesuai tujuan
Ini sering terjadi pada investor pemula. Misalnya, uang yang sebenarnya akan digunakan dalam waktu beberapa bulan ditempatkan pada produk yang memiliki fluktuasi tinggi.
Ketika pasar turun, investor panik dan menjual pada waktu yang kurang tepat. Karena itu, tujuan investasi harus dipikirkan sebelum memilih produk.
Bagaimana Cara Memilih Reksadana untuk Pemula?
Kalau kamu sudah paham reksadana adalah instrumen investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi, langkah berikutnya adalah memilih produk dengan lebih bijak.
Tentukan tujuan investasi
Tanyakan dulu kepada diri sendiri. Untuk apa uang ini diinvestasikan? Untuk dana pendidikan? Dana liburan? Membeli rumah? Persiapan pensiun? Tujuan yang berbeda bisa membutuhkan strategi berbeda.
Tentukan jangka waktu
Jangka waktu juga penting. Investasi untuk kebutuhan jangka pendek tentu berbeda dengan investasi untuk tujuan 5 atau 10 tahun ke depan. Jangan hanya memilih berdasarkan produk yang sedang populer.
Kenali profil risiko
Setiap orang punya toleransi risiko berbeda.Ada yang nyaman melihat nilai investasinya naik turun. Ada juga yang lebih mudah panik ketika nilainya turun. Kenali kemampuan kamu menghadapi risiko sebelum memilih produk.
Baca prospektus dan fund fact sheet
Jangan membeli hanya karena melihat angka keuntungan masa lalu. Pelajari informasi produknya. Perhatikan strategi investasi, komposisi portofolio, risiko, biaya, Manajer Investasi, serta ketentuan pembelian dan penjualan kembali.
Jangan menggunakan dana darurat
Investasi sebaiknya menggunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi. Dana darurat memiliki fungsi berbeda. Pisahkan kebutuhan sehari-hari, dana darurat, dan dana investasi.
Apakah Reksadana Cocok untuk Pemula?
Jawabannya bisa iya. Namun, bukan berarti semua jenis reksadana cocok untuk semua pemula. Investor baru sebaiknya memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu.
Mulai dari tujuan investasi. Kemudian pahami profil risiko. Setelah itu, pilih jenis produk yang sesuaiYang paling penting, jangan membeli reksadana hanya karena teman atau influencer mengatakan produk tersebut bagus.
Keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan pribadi.
Reksadana vs Investasi Langsung
Perbedaan paling sederhana terletak pada siapa yang melakukan pengelolaan portofolio.
Pada investasi langsung seperti membeli saham sendiri, kamu yang menentukan aset apa yang dibeli dan kapan melakukan transaksi. Pada reksadana, dana dikelola oleh Manajer Investasi sesuai kebijakan produk.
Ini membuat reksadana menarik bagi investor yang ingin memperoleh eksposur ke pasar investasi tanpa harus mengelola seluruh portofolio sendiri. Namun, kemudahan tersebut tetap memiliki konsekuensi.
Kamu perlu membayar biaya tertentu sesuai produk dan tetap menghadapi risiko investasi. Jadi, jangan menganggap reksadana sebagai investasi tanpa risiko.
Reksadana adalah Investasi, Bukan Tabungan
Ini bagian yang sering salah dipahami. Reksadana bukan rekening tabungan. Uang yang kamu masukkan ke reksadana digunakan untuk investasi. Karena itu, nilainya dapat berubah.
Ketika kondisi pasar mendukung, nilai investasi bisa meningkat. Sebaliknya, ketika aset dalam portofolio mengalami tekanan, nilainya bisa turun. Jadi, jangan menggunakan uang untuk kebutuhan yang harus tersedia dalam waktu sangat dekat tanpa mempertimbangkan karakteristik produk.
Kesimpulan
Reksadana adalah wadah investasi yang menghimpun dana dari banyak investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio aset tertentu.
Jenis reksadana cukup beragam. Ada reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Ada juga reksadana syariah dengan berbagai pilihan produk.
Setiap jenis memiliki karakteristik dan tingkat risiko berbeda. Karena itu, jangan memilih hanya berdasarkan potensi keuntungan. Pertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu, profil risiko, biaya, strategi produk, serta kredibilitas pihak yang mengelolanya.
Kalau baru mulai, tidak perlu terburu-buru. Pahami produknya. Baca informasi resminya. Dan gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi. Dengan begitu, kamu bisa membuat keputusan investasi yang lebih terukur.
FAQ Seputar Reksadana
Reksadana adalah apa?
Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari investor yang kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio investasi sesuai kebijakan produk.
Apa itu reksadana untuk pemula?
Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang dapat menjadi pilihan pemula karena pengelolaan portofolionya dilakukan oleh Manajer Investasi. Namun, pemula tetap perlu memahami risiko dan karakteristik produk sebelum berinvestasi.
Apa contoh reksadana?
Contoh jenis reksadana antara lain reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Terdapat pula berbagai produk reksadana syariah.
Apakah reksadana bisa rugi?
Bisa. Nilai investasi reksadana dapat naik maupun turun. Besarnya risiko bergantung pada jenis dan aset yang terdapat dalam portofolio reksadana.
Apa perbedaan reksadana saham dan reksadana pasar uang?
Reksadana saham memiliki fokus utama pada investasi saham dan memiliki tingkat fluktuasi yang lebih tinggi. Sementara itu, reksadana pasar uang berfokus pada instrumen pasar uang dan umumnya memiliki risiko lebih rendah dibandingkan reksadana saham.
Apakah reksadana sama dengan menabung?
Tidak. Reksadana merupakan instrumen investasi, sedangkan menabung bertujuan menyimpan dana. Nilai reksadana dapat berubah mengikuti kinerja aset dalam portofolionya.
Apakah reksadana diawasi OJK?
Produk pengelolaan investasi di pasar modal, termasuk reksadana, berada dalam pengawasan OJK sesuai ketentuan yang berlaku.
Mulai Kenali Investasi Digital dengan FLOQ
Selain mempelajari reksadana, penting juga memahami berbagai instrumen investasi dan aset digital yang tersedia saat ini.
Kalau kamu ingin mengenal aset digital dengan lebih mudah, kamu bisa mulai belajar melalui FLOQ Academy dan mengeksplorasi berbagai aset digital yang tersedia di platform FLOQ.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ adalah aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tetap lakukan riset sebelum berinvestasi dan pahami risiko setiap aset sebelum mengambil keputusan.
Baca Juga: Reksadana vs Aset Kripto: Apa Perbedaan Utamanya?







