Apakah Reksadana Bisa Rugi? Ini Faktanya!

Investasi

30 Jul 2026

5 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Reksadana sering disebut sebagai salah satu investasi yang cocok buat pemula. Modalnya relatif kecil, pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi profesional, dan pilihannya juga beragam.

Karena itu, nggak sedikit orang yang berpikir kalau investasi ini pasti aman. Bahkan ada yang menganggap reksadana hampir nggak mungkin rugi. Padahal kenyataannya nggak sesederhana itu. Kalau kamu masih bertanya-tanya apakah reksadana bisa rugi, jawabannya adalah bisa.

Tenang dulu. Rugi di sini bukan berarti uang kamu pasti hilang semuanya. Dalam banyak kasus, kerugian di reksadana bersifat sementara karena nilai investasinya memang naik turun mengikuti kondisi pasar.

Nah, supaya nggak salah paham, yuk bahas lebih lengkap bagaimana reksadana bisa mengalami kerugian, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengurangi risikonya.

Apa Itu Reksadana?

Sebelum membahas apakah reksadana bisa rugi, kita pahami dulu konsep dasarnya. Reksadana adalah wadah yang menghimpun dana dari banyak investor. Dana tersebut kemudian dikelola oleh Manajer Investasi untuk ditempatkan ke berbagai instrumen, seperti:

  • Saham
  • Obligasi
  • Pasar uang
  • Deposito
  • Kombinasi beberapa aset

Karena dana disebar ke berbagai instrumen, reksadana sering disebut lebih terdiversifikasi dibanding membeli satu saham saja. Namun, diversifikasi bukan berarti bebas risiko. Nilai investasi tetap bisa naik maupun turun.

Jawabannya: Ya, Reksadana Bisa Rugi

Ini jawaban paling penting. Apakah reksadana bisa rugi? Ya, bisa. Kerugian terjadi ketika Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit penyertaan mengalami penurunan. Misalnya:

  • Kamu membeli reksadana saat NAB Rp1.500.
  • Beberapa bulan kemudian NAB turun menjadi Rp1.350.
  • Kalau dijual saat itu, nilainya lebih kecil dibanding modal awal.

Artinya kamu mengalami kerugian. Tetapi jika kamu tidak menjualnya dan pasar kembali membaik, nilai investasi juga berpotensi naik lagi. Itulah kenapa investasi selalu berkaitan dengan jangka waktu.

Kenapa Reksadana Bisa Turun?

Ada banyak faktor yang membuat nilai reksadana berubah. Berikut beberapa penyebab utamanya.

1. Kondisi Pasar Sedang Buruk

Kalau pasar saham turun tajam, maka reksadana saham juga biasanya ikut turun. Misalnya saat terjadi:

  • Krisis ekonomi
  • Inflasi tinggi
  • Konflik geopolitik
  • Resesi
  • Suku bunga naik

Harga saham dan obligasi bisa ikut melemah. Akibatnya NAB reksadana juga ikut turun.

2. Kinerja Aset di Dalam Portofolio Menurun

Setiap reksadana memiliki isi portofolio yang berbeda. Kalau sebagian besar aset yang dimiliki mengalami penurunan harga, otomatis nilai reksadana juga ikut terkoreksi.

Contohnya: Sebuah reksadana banyak memiliki saham sektor teknologi. Ketika saham-saham teknologi mengalami koreksi besar, nilai reksadana tersebut ikut turun.

3. Suku Bunga Naik

Banyak investor belum tahu kalau kenaikan suku bunga juga bisa memengaruhi reksadana. Saat suku bunga naik:

  • Obligasi menjadi kurang menarik.
  • Harga obligasi turun.
  • Reksadana pendapatan tetap ikut tertekan.

Jadi bukan hanya reksadana saham yang bisa mengalami penurunan.

4. Investor Melakukan Penjualan Besar-Besaran

Saat kondisi pasar panik, banyak investor menjual investasinya secara bersamaan. Fenomena ini bisa membuat harga aset turun lebih cepat. Akibatnya NAB reksadana ikut terkoreksi.

Apakah Semua Jenis Reksadana Sama Risikonya?

Tidak. Setiap jenis reksadana memiliki tingkat risiko yang berbeda.

Reksadana Pasar Uang

Ini termasuk yang risikonya paling rendah. Isinya biasanya berupa deposito dan instrumen pasar uang jangka pendek. Fluktuasinya relatif kecil. Namun tetap ada kemungkinan nilainya bergerak turun meski biasanya tidak signifikan.

Reksadana Pendapatan Tetap

Sebagian besar dananya ditempatkan pada obligasi. Potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding pasar uang.Namun risikonya juga lebih besar.

Reksadana Campuran

Dana investasi dibagi ke saham, obligasi, dan pasar uang. Risikonya berada di tengah-tengah.

Reksadana Saham

Jenis ini memiliki potensi keuntungan paling tinggi. Tetapi juga memiliki risiko terbesar. Dalam jangka pendek, nilainya bisa naik maupun turun cukup tajam.

Apakah Kerugian di Reksadana Bersifat Permanen?

Belum tentu. Ini yang sering disalahpahami investor baru. Misalnya: Hari ini nilai investasimu turun 8%. Kalau kamu langsung menjualnya, kerugian tersebut menjadi nyata atau realized loss.

Tetapi kalau kamu tetap berinvestasi dan pasar kembali naik, nilai investasi bisa kembali pulih. Karena itu, banyak investor jangka panjang tidak terlalu panik ketika pasar mengalami koreksi. Mereka memahami bahwa fluktuasi adalah bagian dari investasi.

Apakah Uang di Reksadana Bisa Habis?

Kemungkinannya sangat kecil, tetapi secara teori tetap ada jika seluruh aset yang menjadi portofolio kehilangan nilainya. Dalam praktiknya, hal tersebut sangat jarang terjadi karena:

  • Dana ditempatkan pada banyak aset.
  • Ada proses diversifikasi.
  • Dikelola oleh Manajer Investasi profesional.
  • Diawasi oleh regulator.

Meski begitu, bukan berarti reksadana bebas risiko. Tetap penting memahami produk yang dipilih sebelum mulai berinvestasi.

Kesalahan yang Membuat Investor Merasa Reksadana Selalu Rugi

Sering kali masalahnya bukan pada produknya, tetapi pada cara investasinya.

Berinvestasi Saat Sedang FOMO

Banyak orang membeli ketika pasar sedang tinggi karena takut ketinggalan. Setelah harga turun sedikit, mereka langsung panik. Padahal kondisi tersebut adalah hal yang wajar dalam investasi.

Tidak Menyesuaikan dengan Tujuan Investasi

Kalau tujuan investasi hanya enam bulan, memilih reksadana saham mungkin kurang tepat. Sebaliknya, kalau target investasi lima sampai sepuluh tahun, reksadana saham bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.

Langsung Menjual Saat Pasar Turun

Ini kesalahan yang cukup sering terjadi. Saat melihat portofolio merah, banyak investor langsung menjual asetnya. Padahal bisa saja pasar sedang mengalami koreksi sementara.

Tidak Diversifikasi

Menaruh seluruh dana pada satu jenis investasi membuat risiko menjadi lebih tinggi. Diversifikasi membantu mengurangi dampak ketika salah satu aset mengalami penurunan.

Cara Mengurangi Risiko Kerugian di Reksadana

Walaupun tidak bisa menghilangkan risiko sepenuhnya, ada beberapa langkah yang bisa membantu.

Pilih Jenis Reksadana Sesuai Profil Risiko

Kalau kamu belum nyaman melihat nilai investasi naik turun, reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan awal. Kalau siap menghadapi fluktuasi lebih besar untuk tujuan jangka panjang, reksadana saham bisa dipertimbangkan.

Investasi Secara Berkala

Daripada langsung memasukkan dana besar sekaligus, kamu bisa menggunakan metode investasi rutin setiap bulan. Strategi ini membantu mendapatkan harga beli rata-rata yang lebih stabil.

Fokus pada Tujuan Jangka Panjang

Pasar memang naik turun. Tetapi dalam jangka panjang, banyak instrumen investasi memiliki peluang bertumbuh seiring perkembangan ekonomi. Karena itu, jangan hanya melihat pergerakan harian.

Pelajari Produk Sebelum Membeli

Baca prospektus. Perhatikan isi portofolionya. Kenali tingkat risikonya. Semakin paham produknya, semakin siap kamu menghadapi fluktuasi.

Reksadana vs Aset Kripto, Mana yang Lebih Berisiko?

Pertanyaan ini juga cukup sering muncul. Secara umum, aset kripto memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibanding sebagian besar jenis reksadana. Harga aset kripto bisa berubah cukup besar dalam waktu singkat.

Sementara itu, reksadana cenderung memiliki pergerakan yang lebih stabil, terutama reksadana pasar uang dan pendapatan tetap. Namun, keduanya sama-sama memiliki risiko. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu investasi masing-masing.

Tidak ada instrumen yang benar-benar bebas risiko. Yang terpenting adalah memahami cara kerja investasinya sebelum mulai menanamkan dana.

Kesimpulan

Jadi, apakah reksadana bisa rugi? Jawabannya bisa. Kerugian biasanya terjadi karena nilai aset di dalam portofolio mengalami penurunan akibat kondisi pasar, perubahan suku bunga, atau faktor ekonomi lainnya.

Namun, kerugian tersebut tidak selalu bersifat permanen. Dengan memilih jenis reksadana yang sesuai, berinvestasi secara disiplin, melakukan diversifikasi, dan memiliki tujuan jangka panjang, risiko investasi dapat dikelola dengan lebih baik.

Yang paling penting, jangan menganggap reksadana sebagai investasi tanpa risiko. Semakin kamu memahami produknya, semakin bijak pula keputusan investasi yang bisa diambil.

FAQ

Apakah reksadana bisa rugi meski dikelola profesional?

Bisa. Manajer investasi bertugas mengelola dana secara profesional, tetapi tetap tidak dapat menghindari risiko pasar sepenuhnya.

Apakah reksadana lebih aman dibanding saham?

Secara umum, reksadana memiliki diversifikasi yang membuat risikonya lebih terkelola dibanding membeli satu saham. Namun, tingkat risikonya tetap bergantung pada jenis reksadana yang dipilih.

Berapa lama sebaiknya investasi reksadana?

Tergantung tujuan investasi. Reksadana pasar uang biasanya cocok untuk tujuan jangka pendek, sedangkan reksadana saham umumnya lebih sesuai untuk investasi jangka panjang.

Apakah reksadana dijamin untung?

Tidak. Tidak ada investasi yang dapat menjamin keuntungan. Nilai reksadana dapat naik maupun turun mengikuti kondisi pasar.

Apakah modal awal bisa hilang?

Nilai investasi bisa turun di bawah modal awal jika kondisi pasar sedang melemah. Namun, selama belum dijual, nilainya masih dapat berubah mengikuti perkembangan pasar.

Download FLOQ dan Mulai Investasi dengan Lebih Mudah

Apa pun instrumen investasi yang kamu pilih, langkah pertama adalah memahami risikonya sebelum mulai berinvestasi. Jika kamu juga ingin mempelajari dunia aset digital, mengikuti perkembangan pasar, serta bertransaksi melalui platform yang telah berizin, download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store.

FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain menyediakan akses untuk membeli dan menjual aset digital, FLOQ juga menghadirkan berbagai konten edukasi agar kamu bisa mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device