Jenis Investasi: Kenali Pilihan yang Cocok Sebelum Mulai

Investasi

11 Sep 2026

8 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Kalau kamu baru mulai belajar investasi, satu hal yang sering bikin bingung adalah pilihan produknya.

Ada saham. Ada obligasi. Ada reksa dana. Ada emas. Ada deposito. Bahkan sekarang ada aset digital seperti crypto. Semuanya punya karakter yang berbeda.

Potensi keuntungan berbeda. Risikonya juga berbeda. Cara membeli dan menjualnya pun nggak selalu sama. Jadi, sebelum memilih produk, penting buat mengenali jenis investasi yang tersedia.

Nah, artikel ini akan membahas berbagai pilihan investasi yang umum ditemui di Indonesia. Mulai dari yang relatif sederhana untuk pemula sampai instrumen yang punya tingkat risiko lebih tinggi.

Apa Itu Investasi?

Secara sederhana, investasi adalah kegiatan menempatkan uang atau aset ke instrumen tertentu dengan harapan mendapatkan pertumbuhan nilai atau keuntungan di masa depan.

Contohnya begini. Kamu punya uang Rp10 juta yang belum digunakan dalam waktu dekat. Daripada seluruhnya hanya disimpan, kamu bisa mempertimbangkan menempatkan sebagian dana tersebut ke instrumen investasi sesuai tujuan dan profil risikomu.

Namun, investasi bukan berarti uang pasti bertambah. Setiap instrumen punya risiko. Bahkan instrumen yang dianggap relatif aman tetap bisa memiliki risiko tertentu.

Karena itu, jangan cuma melihat potensi keuntungan. Kamu juga perlu memahami bagaimana instrumen tersebut bekerja.

Kenapa Penting Mengenal Jenis Investasi?

Memahami jenis investasi bisa membantu kamu memilih produk dengan lebih masuk akal. Misalnya, kamu punya tujuan membeli rumah dalam dua tahun.

Instrumen dengan fluktuasi harga yang sangat tinggi mungkin kurang sesuai untuk seluruh dana tersebut. Sebaliknya, kalau tujuanmu masih sangat jauh, misalnya persiapan dana pensiun 20 tahun lagi, kamu punya ruang waktu yang lebih panjang untuk mempertimbangkan instrumen dengan risiko dan potensi pertumbuhan yang berbeda.

Jadi, pilihan investasi sebaiknya disesuaikan dengan:

  • tujuan keuangan
  • jangka waktu
  • profil risiko
  • kondisi keuangan
  • kebutuhan likuiditas
  • pemahaman terhadap instrumen

Jangan memilih hanya karena sedang ramai dibicarakan.

1. Deposito

Deposito merupakan salah satu instrumen yang cukup familiar di Indonesia.

Cara kerjanya relatif sederhana. Kamu menempatkan sejumlah uang di bank untuk jangka waktu tertentu. Sebagai imbalannya, kamu mendapatkan keuntungan sesuai ketentuan deposito tersebut.

Tenor deposito biasanya tersedia dalam beberapa pilihan, misalnya satu bulan, tiga bulan, enam bulan, atau 12 bulan. Kelebihannya adalah mekanismenya cukup mudah dipahami.

Namun, deposito juga punya keterbatasan. Dana biasanya tidak sebebas tabungan biasa untuk ditarik kapan saja tanpa konsekuensi tertentu.

Deposito juga punya potensi imbal hasil yang umumnya lebih terbatas dibandingkan instrumen investasi yang memiliki risiko lebih tinggi.

Cocok untuk: kamu yang mengutamakan kestabilan dan memiliki dana yang tidak diperlukan dalam waktu tertentu.

2. Emas

Emas sudah lama digunakan sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan dan mengembangkan nilai kekayaan.

Investasi emas bisa dilakukan dalam bentuk emas fisik maupun emas digital melalui platform yang menyediakan layanan tersebut. Harga emas bisa naik dan turun mengikuti kondisi pasar.

Salah satu alasan emas banyak dipilih adalah karena aset ini sering digunakan sebagai bagian dari diversifikasi portofolio. Namun, emas bukan berarti selalu naik.

Ada periode ketika harga emas bergerak turun atau sideways. Karena itu, tetap penting memahami harga beli, harga jual, biaya penyimpanan jika ada, serta tujuan investasinya.

Cocok untuk: kamu yang ingin memiliki aset sebagai bagian dari diversifikasi dan punya perspektif jangka menengah atau panjang.

3. Reksa Dana

Reksa dana merupakan instrumen yang memungkinkan dana dari banyak investor dikelola dalam sebuah portofolio oleh manajer investasi.

Jenisnya juga beragam. Ada reksa dana pasar uang. Ada reksa dana pendapatan tetap. Ada reksa dana campuran. Ada reksa dana saham. Masing-masing memiliki karakter berbeda.

Reksa dana pasar uang, misalnya, umumnya menempatkan dana pada instrumen pasar uang dan surat utang dengan jatuh tempo pendek. Sementara itu, reksa dana saham memiliki porsi investasi pada saham sehingga pergerakan nilainya bisa lebih fluktuatif.

Salah satu kelebihan reksa dana adalah kamu nggak harus memilih dan mengelola seluruh aset dalam portofolio secara langsung. Namun, tetap ada risiko penurunan nilai.

Cocok untuk: pemula yang ingin mulai berinvestasi dengan produk yang dikelola secara profesional dan ingin memilih berdasarkan tingkat risiko serta tujuan.

4. Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Ketika membeli saham perusahaan yang tercatat di bursa, kamu memiliki bagian kepemilikan sesuai jumlah saham yang kamu miliki. Keuntungan saham bisa berasal dari dua sumber utama.

  • Pertama, kenaikan harga saham atau capital gain.
  • Kedua, dividen jika perusahaan membagikan sebagian laba kepada pemegang saham sesuai kebijakan dan ketentuan yang berlaku. Namun, harga saham bisa bergerak naik dan turun dengan cepat. Kondisi perusahaan, kinerja keuangan, sentimen pasar, kondisi ekonomi, suku bunga, hingga berita global bisa memengaruhi harga. Karena itu, saham membutuhkan pemahaman dan toleransi terhadap fluktuasi.

Cocok untuk: investor yang punya horizon investasi lebih panjang dan siap menghadapi perubahan harga.

5. Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk mendapatkan pendanaan.

Saat membeli obligasi, investor pada dasarnya memberikan dana kepada penerbit sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagai imbalannya, investor dapat memperoleh pembayaran kupon dan pengembalian pokok sesuai jadwal dan ketentuan penerbitan.

Salah satu contoh yang cukup dikenal adalah Surat Berharga Negara atau SBN yang diterbitkan pemerintah. Ada juga obligasi korporasi yang diterbitkan perusahaan.

Walaupun sering dianggap lebih stabil daripada saham, obligasi tetap memiliki risiko. Salah satunya adalah risiko perubahan harga di pasar sekunder untuk obligasi yang dapat diperdagangkan.

Ada pula risiko kredit atau gagal bayar, terutama pada obligasi yang diterbitkan pihak non-pemerintah.

Cocok untuk: investor yang ingin mempertimbangkan instrumen pendapatan tetap dan memahami karakteristik jatuh tempo serta kupon.

6. Properti

Properti juga termasuk jenis investasi yang banyak dipertimbangkan. Contohnya rumah, apartemen, ruko, atau tanah. Keuntungan properti bisa berasal dari kenaikan harga aset. Kalau properti disewakan, pemilik juga bisa memperoleh pendapatan sewa.

Namun, investasi properti membutuhkan modal yang relatif besar.

Selain itu, properti tidak selalu mudah dijual dengan cepat. Ada proses transaksi, biaya pajak, perawatan, hingga biaya lainnya yang perlu diperhitungkan.

Jadi, jangan hanya menghitung harga beli dan perkiraan harga jual. Hitung juga seluruh biaya yang muncul selama memiliki aset tersebut.

Cocok untuk: investor dengan modal cukup, horizon panjang, dan pemahaman terhadap pasar properti di lokasi yang dipilih.

7. Peer-to-Peer Lending

Peer-to-peer lending atau pinjaman daring berbasis teknologi mempertemukan pemberi dana dengan penerima dana melalui platform penyelenggara.

Dari sisi investor atau pemberi dana, terdapat potensi mendapatkan imbal hasil dari pendanaan yang diberikan.

Namun, instrumen ini juga memiliki risiko. Salah satunya adalah risiko kredit. Penerima dana bisa mengalami keterlambatan atau gagal memenuhi kewajibannya. Karena itu, jangan hanya melihat angka imbal hasil.

Perhatikan juga legalitas penyelenggara, mekanisme mitigasi risiko, kualitas informasi, serta ketentuan produknya.

Cocok untuk: investor yang memahami risiko pendanaan dan sudah mempelajari mekanisme produknya.

8. Aset Digital dan Cryptocurrency

Perkembangan teknologi juga melahirkan jenis investasi berbasis aset digital. Salah satunya adalah cryptocurrency atau aset kripto.

Aset kripto menggunakan teknologi blockchain dan diperdagangkan melalui platform yang menyediakan layanan aset digital.

Harga aset kripto dapat bergerak sangat cepat. Potensi keuntungannya memang menarik bagi sebagian investor. Namun, risikonya juga tinggi karena volatilitas harga bisa sangat besar.

Karena itu, aset digital sebaiknya dipahami sebagai instrumen yang memiliki risiko tinggi. Jangan menggunakan dana kebutuhan sehari-hari untuk mengejar pergerakan harga.

Kalau tertarik, pelajari terlebih dahulu aset yang ingin dibeli, mekanisme perdagangan, risiko, serta legalitas platform yang digunakan.

Cocok untuk: investor yang memahami volatilitas aset digital dan siap menghadapi risiko tinggi.

9. SBN atau Surat Berharga Negara

SBN atau Surat Berharga Negara, layak dibahas secara khusus karena cukup populer di kalangan investor Indonesia. SBN adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah.

Produk SBN ritel tersedia dalam beberapa bentuk dan karakteristik. Ada yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder, ada pula yang memiliki karakteristik berbeda sesuai jenis penerbitannya.

Salah satu daya tariknya adalah adanya pembayaran kupon sesuai ketentuan produk. Namun, tetap penting membaca detail sebelum membeli. Perhatikan tenor, kupon, mekanisme perdagangan, likuiditas, serta ketentuan pencairannya.

Cocok untuk: investor yang ingin mempertimbangkan instrumen surat utang pemerintah dalam portofolionya.

10. Investasi Syariah

Investasi syariah bukan hanya satu produk. Konsep ini mengacu pada investasi yang mengikuti prinsip syariah. Pilihan produknya bisa mencakup saham syariah, sukuk, dan reksa dana syariah.

Dalam memilih produk syariah, investor perlu memahami akad, aset yang menjadi dasar investasi, serta ketentuan syariah yang berlaku. Jadi, jangan hanya melihat label “syariah”. Pelajari juga produk dan mekanismenya.

Bagaimana Cara Memilih Jenis Investasi?

Setelah mengetahui berbagai jenis investasi, pertanyaan berikutnya adalah: mana yang paling cocok? Jawabannya nggak sama untuk semua orang.

1. Tentukan tujuan

Mulai dari pertanyaan sederhana. Uang ini mau digunakan untuk apa? Dana pendidikan? Rumah? Liburan? Dana pensiun? Atau sekadar membangun kekayaan dalam jangka panjang? Tujuan akan membantu menentukan pilihan instrumen.

2. Tentukan jangka waktu

Jangka waktu juga penting. Kalau uang akan digunakan dalam beberapa bulan, kamu mungkin membutuhkan instrumen yang lebih likuid dan relatif stabil. Kalau tujuan masih 10 atau 20 tahun lagi, pilihan instrumen bisa lebih luas.

3. Kenali profil risiko

Ada investor yang nyaman melihat portofolionya turun 10% tanpa panik. Ada juga yang langsung khawatir ketika nilainya turun sedikit. Keduanya normal. Yang penting, kamu mengetahui batas kenyamananmu.

Secara umum, profil risiko sering dibagi menjadi konservatif, moderat, dan agresif. Namun, profil risiko bukan berarti kamu harus selamanya berada dalam satu kategori. Kondisi keuangan dan tujuanmu bisa berubah.

4. Jangan lupa diversifikasi

Diversifikasi berarti menyebarkan dana ke beberapa aset. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis aset.

Misalnya, portofolio nggak harus hanya berisi saham. Sebagian dana bisa ditempatkan pada instrumen lain sesuai tujuan dan profil risiko. Namun, diversifikasi bukan berarti membeli sebanyak mungkin produk. Yang penting adalah memahami aset yang kamu miliki.

5. Perhatikan biaya

Setiap instrumen bisa memiliki biaya yang berbeda. Ada biaya transaksi. Ada biaya pengelolaan.

Ada spread antara harga beli dan jual. Ada pula biaya administrasi tertentu. Biaya kecil yang terus muncul bisa memengaruhi hasil investasi dalam jangka panjang. Jadi, selalu cek biaya sebelum membeli.

Apakah Investasi Cocok untuk Pemula?

Jawabannya: bisa. Pemula justru sebaiknya mulai dengan memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu.

Nggak perlu langsung mengejar investasi dengan potensi keuntungan paling tinggi. Mulai dari memahami hubungan antara risiko dan imbal hasil.

Semakin tinggi potensi imbal hasil suatu instrumen, biasanya semakin besar pula risiko yang perlu diperhatikan. Namun, hubungan tersebut bukan jaminan bahwa risiko tinggi pasti menghasilkan keuntungan tinggi.

Yang juga penting, pastikan kondisi keuangan dasar sudah cukup sehat. Dana untuk kebutuhan sehari-hari dan dana darurat sebaiknya tidak dicampur dengan dana investasi.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memilih Investasi

Ada beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi.

  • Pertama, ikut tren tanpa memahami produknya.
  • Kedua, menggunakan uang kebutuhan dalam waktu dekat.
  • Ketiga, hanya melihat potensi keuntungan dan mengabaikan risiko.
  • Keempat, menaruh seluruh dana pada satu aset.
  • Kelima, panik ketika harga bergerak turun.
  • Keenam, percaya bahwa investasi bisa memberikan keuntungan pasti tanpa risiko.

Padahal, nggak ada satu jenis investasi yang cocok untuk semua kondisi.

Jadi, Mana Jenis Investasi yang Paling Bagus?

Nggak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua orang.

Deposito bisa menarik untuk tujuan tertentu.
Emas bisa digunakan sebagai bagian dari diversifikasi.
Reksa dana bisa menjadi pilihan bagi investor yang ingin dana dikelola oleh manajer investasi.
Saham menawarkan peluang pertumbuhan sekaligus risiko fluktuasi.
Obligasi dan SBN punya karakteristik pendapatan tetap.
Properti membutuhkan modal besar dan cenderung tidak likuid.
Aset digital menawarkan peluang sekaligus volatilitas yang tinggi.

Intinya, jenis investasi terbaik adalah yang sesuai dengan tujuan, jangka waktu, kondisi keuangan, dan profil risiko kamu. Jangan memilih hanya karena sedang populer. Pahami dulu produknya. Baru tentukan apakah cocok buat kamu.

FAQ Seputar Jenis Investasi

Apa saja jenis investasi yang umum?

Beberapa jenis investasi yang umum antara lain deposito, emas, reksa dana, saham, obligasi, SBN, properti, peer-to-peer lending, dan aset digital.

Apa jenis investasi yang cocok untuk pemula?

Nggak ada satu produk yang otomatis cocok untuk semua pemula. Pilihan perlu disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu, kondisi keuangan, dan profil risiko.

Apakah investasi selalu menguntungkan?

Nggak. Investasi memiliki risiko. Nilai aset bisa naik maupun turun, tergantung instrumennya dan kondisi pasar.

Mana yang lebih aman, saham atau deposito?

Keduanya memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Deposito umumnya memiliki fluktuasi nilai yang lebih rendah, sementara saham dapat mengalami perubahan harga yang lebih besar.

Apakah emas termasuk investasi?

Ya. Emas dapat digunakan sebagai salah satu instrumen investasi atau bagian dari diversifikasi aset.

Apa itu investasi jangka panjang?

Investasi jangka panjang adalah investasi yang direncanakan untuk tujuan dengan horizon waktu yang relatif panjang, misalnya lebih dari lima tahun. Pemilihan instrumennya tetap perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko.

Apakah aset kripto termasuk investasi?

Aset kripto dapat menjadi bagian dari portofolio aset digital, tetapi memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi. Investor perlu memahami aset dan platform yang digunakan sebelum melakukan transaksi.

Berapa modal yang dibutuhkan untuk mulai investasi?

Tergantung produknya. Beberapa instrumen dapat dimulai dengan nominal relatif kecil, sementara investasi seperti properti membutuhkan modal yang jauh lebih besar.

Pilih Instrumen yang Sesuai dan Kelola Keuangan

Mengenal jenis investasi adalah langkah awal sebelum mulai menyusun portofolio. Nggak perlu terburu-buru. Pelajari cara kerja produknya. Pahami risikonya. Tentukan tujuan. Setelah itu, baru pilih instrumen yang paling sesuai.

Kalau kamu tertarik dengan aset digital, pastikan menggunakan platform yang legal dan memahami risiko sebelum melakukan transaksi. Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store; FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Investasi untuk Pemula: Jangan Mulai Sebelum Pahami 7 Hal Ini

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device