Kalau kamu lagi cari jadwal SBN 2026, ada beberapa tanggal penting yang wajib dicatat.
Pemerintah kembali menerbitkan SBN Ritel sepanjang 2026 dengan berbagai pilihan. Ada ORI, Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan, sampai Savings Bond Ritel.
Menariknya, kesempatan investasi SBN Ritel masih terbuka sampai akhir tahun. Per 11 September 2026, SR025 masih dalam masa penawaran. Setelah itu, masih ada SBN Ritel lain yang dijadwalkan terbit, yaitu SWR007, SBR015, dan ST017.
Jadi, kalau kamu belum sempat ikut seri sebelumnya, nggak perlu buru-buru merasa ketinggalan. Yuk, kenali jadwal SBN 2026, jenis produknya, dan cara mempersiapkan dana sebelum masa penawaran dibuka.
Apa Itu SBN?
SBN adalah singkatan dari Surat Berharga Negara. Sederhananya, SBN merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk mendapatkan pembiayaan.
Ketika membeli SBN, kamu menempatkan dana pada instrumen yang diterbitkan pemerintah. Sebagai imbalannya, investor mendapatkan kupon atau imbalan sesuai karakteristik seri yang dibeli.
Untuk investor individu, salah satu jenis yang populer adalah SBN Ritel.
SBN Ritel memang dirancang untuk masyarakat atau investor individu WNI. Pembeliannya juga sudah tersedia secara online melalui mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah.
Nominal awalnya pun relatif terjangkau. Beberapa seri SBN Ritel bisa dibeli mulai dari Rp1 juta. Nah, yang perlu dipahami, SBN Ritel bukan cuma satu jenis.
Ada ORI yang bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Ada juga SBR yang tidak dapat diperdagangkan tetapi memiliki fasilitas early redemption. Begitu juga dengan produk syariah seperti Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan.
Jadwal SBN 2026 Lengkap
Pemerintah menjadwalkan delapan penawaran SBN Ritel sepanjang 2026, di luar beberapa penyesuaian yang bisa terjadi sesuai kebijakan pemerintah dan kondisi pasar. Berikut urutannya.
1. ORI029
Masa penawaran: 26 Januari - 19 Februari 2026
ORI029 menjadi salah satu pembuka rangkaian penerbitan SBN Ritel 2026. ORI merupakan Obligasi Negara Ritel. Instrumen ini memiliki kupon tetap dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan minimum holding period.
Karena sudah berakhir masa penawarannya, kamu nggak bisa lagi membeli ORI029 melalui pasar perdana. Namun, untuk seri yang tradable seperti ORI, terdapat kemungkinan transaksi di pasar sekunder sesuai ketentuan yang berlaku.
2. SR024
Masa penawaran: 6 Maret - 15 April 2026
SR024 merupakan Sukuk Ritel. Berbeda dari ORI yang menggunakan struktur obligasi konvensional, Sukuk Ritel merupakan instrumen Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN.
SR024 sendiri merupakan seri ke-24 Sukuk Ritel dan diterbitkan untuk investor individu WNI. Seri ini diterbitkan pada April 2026. Masa penawarannya juga sudah berakhir.
3. ST016
Masa penawaran: 8 Mei - 3 Juni 2026
ST016 merupakan Sukuk Tabungan. Pada 2026, pemerintah menerbitkan ST016 dalam dua pilihan tenor, yaitu ST016T2 dengan tenor 2 tahun dan ST016T4 dengan tenor 4 tahun.
ST016 menggunakan prinsip syariah dan memiliki imbalan mengambang dengan batas minimal atau floating with floor. Berbeda dari ORI dan SR, Sukuk Tabungan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Namun, ST016 memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan. Masa penawaran ST016 sudah selesai pada Juni 2026.
4. ORI030
Masa penawaran: 6 - 30 Juli 2026
ORI030 menjadi salah satu seri yang cukup menarik perhatian investor tahun ini. Ada dua pilihan tenor, yaitu ORI030T3 dengan tenor 3 tahun dan ORI030T6 dengan tenor 6 tahun.
Kuponnya masing-masing sebesar 6,90% per tahun untuk ORI030T3 dan 7,00% per tahun untuk ORI030T6. Masa penawaran ORI030 sudah berakhir pada 30 Juli 2026.
Namun, ORI030 termasuk instrumen yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi minimum holding period.
5. SR025
Masa penawaran: 21 Agustus - 16 September 2026
Nah, ini yang paling relevan kalau kamu sedang membaca artikel ini pada September 2026.
SR025 masih dalam masa penawaran hingga 16 September 2026 pukul 12.00 WIB. SR025 hadir dalam dua pilihan tenor, yaitu SR025T3 dan SR025T5.
SR025T3 memiliki tenor 3 tahun, sedangkan SR025T5 memiliki tenor 5 tahun. Imbalan untuk masing-masing seri ditetapkan sebesar 6,80% per tahun untuk SR025T3 dan 6,90% per tahun untuk SR025T5.
Minimum pemesanan dimulai dari Rp1 juta. Karena SR025 merupakan Sukuk Ritel, instrumen ini menggunakan prinsip syariah dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati minimum holding period.
Kalau kamu memang sedang mempertimbangkan SR025, jangan menunggu sampai hari terakhir. Selain menghindari risiko lupa, kamu juga punya waktu untuk memastikan dana investasi sudah tersedia.
Jadwal SBN Ritel Setelah SR025
Belum selesai. Justru ada beberapa seri yang bisa kamu pantau setelah SR025.
6. SWR007
Masa penawaran: 4 September - 21 Oktober 2026
SWR007 merupakan Cash Waqf Linked Sukuk atau CWLS Ritel.
Masa penawarannya dimulai pada 4 September 2026 dan berakhir pada 21 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB. Setelmen atau penerbitannya dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.
SWR007 memiliki tenor 2 tahun. Minimum pemesanannya Rp1 juta dan tidak ada batas maksimum pemesanan. Yang perlu dicatat, SWR007 berbeda dari ORI atau SR.
Instrumen ini tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Karena merupakan CWLS Ritel, dana dan imbalannya juga memiliki mekanisme pengelolaan wakaf sesuai struktur yang ditetapkan.
Jadi, karakteristiknya memang perlu dipahami sebelum membeli.
7. SBR015
Masa penawaran: 28 September - 22 Oktober 2026
Setelah SR025 dan SWR007, ada SBR015.
SBR merupakan Savings Bond Ritel. Berdasarkan jadwal penerbitan SBN Ritel 2026, SBR015 dijadwalkan masuk masa penawaran pada 28 September hingga 22 Oktober 2026.
SBR memiliki karakteristik yang berbeda dari ORI. SBR tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, produk ini memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan.
Karena itu, SBR bisa menjadi pilihan bagi investor yang ingin memegang instrumen sampai jatuh tempo tetapi tetap mempunyai opsi pencairan sebagian melalui fasilitas early redemption.
Detail kupon, tenor, dan ketentuan SBR015 perlu dicek kembali ketika memorandum informasi resminya diterbitkan.
8. ST017
Masa penawaran: 6 November - 2 Desember 2026
ST017 menjadi salah satu seri penutup dalam jadwal SBN 2026. ST017 merupakan Sukuk Tabungan.
Artinya, instrumen ini menggunakan prinsip syariah dan memiliki karakteristik yang berbeda dari Sukuk Ritel. Berdasarkan jadwal yang tersedia, masa penawaran ST017 dijadwalkan berlangsung pada 6 November sampai 2 Desember 2026.
Kalau kamu tertarik dengan instrumen SBN syariah, seri ini layak masuk watchlist. Namun, seperti biasa, jangan hanya melihat jadwal.
Tunggu informasi resmi mengenai kupon atau imbalan, tenor, minimum pemesanan, maksimum pemesanan, serta ketentuan early redemption sebelum mengambil keputusan.
Jadi, SBN 2026 Masih Ada Berapa Seri?
Kalau mengacu pada posisi jadwal per 11 September 2026, beberapa seri awal sudah selesai ditawarkan.
Yang masih relevan untuk dipantau adalah: SR025 yang masih ditawarkan sampai 16 September 2026. Kemudian ada SWR007 yang sedang memasuki masa penawaran sampai 21 Oktober 2026.
Setelah itu, ada SBR015 pada akhir September sampai Oktober. Terakhir, ada ST017 pada November sampai Desember. Dengan kata lain, kalau kamu belum membeli SBN Ritel sepanjang 2026, masih ada beberapa kesempatan.
Tapi ingat, jadwal SBN merupakan jadwal penerbitan yang dapat mengalami penyesuaian. Jadi, tanggal di atas sebaiknya dijadikan acuan awal dan selalu dikonfirmasi kembali melalui informasi resmi pemerintah atau mitra distribusi.
Bedanya ORI, SR, SBR, dan ST
Kalau baru mulai investasi, nama-nama ini memang bisa bikin bingung. Padahal, cara sederhananya cukup begini.
- ORI adalah Obligasi Negara Ritel. Kuponnya tetap dan instrumennya dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan minimum holding period.
- SR atau Sukuk Ritel merupakan SBN berbasis syariah. Imbalannya tetap dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan.
- SBR atau Savings Bond Ritel tidak diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, tersedia fasilitas early redemption sesuai aturan seri yang diterbitkan.
- ST atau Sukuk Tabungan juga berbasis syariah dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Produk ini memiliki fasilitas early redemption.
Jadi, jangan cuma melihat angka kupon. Lihat juga apakah instrumennya tradable, bagaimana sistem kupon atau imbalannya, berapa lama tenornya, dan apakah ada fasilitas early redemption.
Cara Mempersiapkan Dana untuk SBN
Sudah tahu jadwalnya? Jangan berhenti di situ. Kamu juga perlu menyiapkan dana.
1. Tentukan target investasi
Misalnya kamu ingin membeli SBN Rp5 juta. Berarti kamu perlu memastikan dana Rp5 juta tersebut memang tersedia saat masa penawaran. Jangan sampai dana investasi masih tercampur dengan kebutuhan bulanan.
2. Jangan menggunakan dana darurat
SBN memang merupakan instrumen yang diterbitkan pemerintah, tetapi bukan berarti seluruh uang bisa dimasukkan ke SBN.
Dana darurat tetap perlu dipisahkan. Tujuannya supaya kamu nggak terpaksa menjual instrumen investasi ketika ada kebutuhan mendadak.
3. Pahami tenornya
Jangan cuma melihat imbal hasil. Tenor juga penting. Kalau kamu punya tujuan keuangan tiga tahun ke depan, misalnya, instrumen dengan tenor yang sesuai bisa lebih mudah dimasukkan ke dalam perencanaan.
4. Pahami karakteristik tradable atau tidak
Ini penting banget. ORI dan Sukuk Ritel dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan. Sementara SBR dan Sukuk Tabungan tidak diperdagangkan di pasar sekunder. Jadi, fleksibilitasnya berbeda.
5. Jangan menunggu hari terakhir
Kalau sudah menentukan ingin ikut sebuah seri, siapkan dana dan akun investasi dari jauh-jauh hari. Cek juga apakah kamu sudah memiliki SID, rekening dana, dan rekening surat berharga yang dibutuhkan. Dengan begitu, proses pemesanan bisa lebih lancar.
Apakah SBN Cocok untuk Pemula?
Bisa saja. SBN Ritel cukup menarik untuk dipelajari pemula karena karakteristik produknya relatif jelas.
Ada tanggal penawaran. Ada minimum pembelian. Ada tenor. Ada kupon atau imbalan. Ada juga tanggal pembayaran. Namun, bukan berarti SBN otomatis cocok untuk semua orang.
Kamu tetap perlu melihat tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, profil risiko, dan kemampuan menyimpan dana sampai periode yang ditentukan. Kalau ingin membeli SBN, jangan hanya ikut karena sedang ramai. Pahami produknya dulu.
Apakah SBN Aman?
SBN diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pembayaran pokok dan kupon atau imbalan mengikuti ketentuan masing-masing seri dan dijamin oleh negara sesuai peraturan yang berlaku.
Namun, istilah "aman" tetap perlu dipahami secara utuh. Untuk SBN yang bisa diperdagangkan, misalnya ORI dan SR, harga di pasar sekunder dapat naik atau turun.
Perubahan suku bunga, kondisi pasar, dan faktor ekonomi lainnya dapat memengaruhi harga ketika instrumen dijual sebelum jatuh tempo.
Karena itu, potensi risiko pasar tetap perlu diperhatikan. Kalau kamu membeli instrumen tradable dan berencana menyimpannya sampai jatuh tempo, tetap pahami seluruh ketentuannya sejak awal.
Tips Memilih SBN 2026
Bingung mau pilih yang mana? Coba mulai dari empat pertanyaan sederhana.
Pertama, kapan uangnya dibutuhkan? Kalau uang kemungkinan besar akan dipakai dalam waktu dekat, jangan asal memilih tenor panjang.
Kedua, apakah kamu membutuhkan fleksibilitas? Kalau iya, perhatikan instrumen yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder atau memiliki fasilitas early redemption.
Ketiga, apakah kamu ingin instrumen berbasis syariah? Kalau iya, kamu bisa mempelajari Sukuk Ritel atau Sukuk Tabungan.
Keempat, apakah tujuanmu mengejar pendapatan berkala? Perhatikan jadwal pembayaran kupon atau imbalannya.
Jadi, bukan soal SBN mana yang paling bagus. Yang lebih penting adalah mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan rencana keuanganmu.
Kesimpulan
Jadwal SBN 2026 masih menyisakan beberapa kesempatan sampai akhir tahun.
Setelah ORI029, SR024, ST016, dan ORI030 selesai ditawarkan, saat ini SR025 masih menjadi salah satu seri yang bisa dipantau hingga 16 September 2026. Berikutnya ada SWR007 sampai 21 Oktober, SBR015 pada 28 September–22 Oktober, dan ST017 pada 6 November - 2 Desember 2026.
Namun, jadwal tersebut tetap perlu dikonfirmasi kembali melalui sumber resmi karena jadwal penerbitan SBN dapat berubah. Yang paling penting, jangan membeli hanya karena melihat kupon. Kenali produknya. Pahami tenornya. Cek likuiditasnya. Dan sesuaikan dengan tujuan keuangan kamu.
Kalau kamu ingin mempelajari instrumen investasi lain dan aset digital, kamu juga bisa mulai memperluas wawasan lewat platform investasi yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store; FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
FAQ Jadwal SBN 2026
Kapan jadwal SBN 2026?
Jadwal SBN Ritel 2026 terdiri dari beberapa seri, mulai ORI029 pada Januari, SR024 pada Maret, ST016 pada Mei, ORI030 pada Juli, SR025 pada Agustus, SWR007 pada September, SBR015 pada September, dan ST017 pada November.
Kapan SBN terakhir di 2026?
Berdasarkan jadwal yang tersedia, seri SBN Ritel yang dijadwalkan menjadi salah satu penutup tahun adalah ST017 dengan masa penawaran 6 November sampai 2 Desember 2026.
Apakah SR025 masih bisa dibeli?
Per 11 September 2026, SR025 masih berada dalam masa penawaran. Masa penawaran dijadwalkan berakhir pada 16 September 2026 pukul 12.00 WIB.
Kapan SBR015 terbit?
SBR015 dijadwalkan memasuki masa penawaran pada 28 September sampai 22 Oktober 2026.
Kapan ST017 dibuka?
ST017 dijadwalkan ditawarkan pada 6 November sampai 2 Desember 2026.
Apakah jadwal SBN 2026 bisa berubah?
Bisa. Jadwal penerbitan SBN Ritel pada dasarnya bersifat tentatif dan dapat disesuaikan oleh pemerintah. Karena itu, investor sebaiknya selalu mengecek pengumuman terbaru sebelum melakukan pemesanan.
Apakah SBN cocok untuk pemula?
SBN bisa menjadi salah satu instrumen yang dipelajari oleh pemula. Namun, tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, kebutuhan likuiditas, dan karakteristik masing-masing seri.
Berapa minimum investasi SBN?
Minimum pemesanan SBN Ritel umumnya mulai dari Rp1 juta, dengan kelipatan sesuai ketentuan seri. Namun, batas maksimum dan ketentuan lainnya dapat berbeda pada setiap penerbitan.
Apa perbedaan ORI dan SBR?
ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi minimum holding period. SBR tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan seri.
Apa perbedaan Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan?
Keduanya merupakan instrumen SBN berbasis syariah. Sukuk Ritel dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan minimum holding period, sedangkan Sukuk Tabungan tidak dapat diperdagangkan tetapi memiliki fasilitas early redemption.
Baca Juga: Contoh Investasi Kecil-Kecilan yang Bisa Menghasilkan Cuan







