Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Governance Token

Apa Itu Governance Token dalam Ekosistem Blockchain?

Governance token adalah jenis token kripto yang memberikan hak suara kepada pemiliknya. Dengan token ini, kamu bisa berpartisipasi langsung dalam berbagai keputusan penting yang memengaruhi arah dan masa depan suatu proyek blockchain—mulai dari perubahan parameter protokol, peluncuran fitur baru, hingga pengelolaan dana komunitas.

Dengan governance token, kekuasaan tidak lagi terpusat pada satu tim developer atau entitas. Sebaliknya, keputusan proyek dijalankan melalui konsensus komunitas yang mewakili pemilik token.

 

Fungsi Utama Governance Token dalam Protokol Terdesentralisasi

Governance token tidak hanya simbol kepemilikan, tetapi alat kendali suara dalam tata kelola. Berikut beberapa fungsi utamanya:

Hak Voting dalam Proposal

Sahabat Floq yang memegang governance token dapat memberikan suara dalam proposal perubahan, seperti:

  • Menyesuaikan fee transaksi 
     
  • Menentukan mekanisme staking 
     
  • Menyetujui integrasi atau ekspansi jaringan 
     

Jumlah token yang kamu miliki biasanya memengaruhi besarnya bobot suara, mirip dengan sistem saham dalam dunia tradisional.

Alokasi Dana Komunitas (Community Treasury)

Banyak protokol DeFi dan DAO memiliki treasury bersama yang hanya bisa digunakan dengan persetujuan komunitas. Governance token memungkinkan kamu ikut menentukan penggunaan dana tersebut—baik untuk riset, pengembangan, atau kolaborasi strategis.

Menjaga Arah Desentralisasi

Dengan governance token, proyek tidak bergantung pada satu otoritas. Sistem ini menciptakan lingkungan partisipatif dan transparan di mana semua keputusan besar dapat diajukan dan diputuskan secara kolektif.

 

Contoh Implementasi Governance Token

Banyak proyek Web3 populer menggunakan governance token untuk mengatur tata kelola komunitas. Berikut beberapa contohnya:

  • Uniswap (UNI)

    Uniswap memperkenalkan token UNI sebagai alat bagi komunitas untuk mengatur parameter protokol dan proposal pengembangan. Pemegang UNI dapat membuat dan memberikan suara dalam proposal yang berkaitan dengan protokol DEX ini.

  • Compound (COMP)

    COMP digunakan untuk menentukan aturan seperti suku bunga pinjaman dan distribusi insentif di platform lending Compound. Pemegang token juga dapat mendelegasikan suara mereka kepada pihak lain.

  • Aave (AAVE)

    AAVE memiliki sistem tata kelola aktif di mana komunitas menentukan roadmap pengembangan, fitur baru, dan pengelolaan aset dalam protokol.

 

Tantangan dalam Tata Kelola dengan Governance Token

Meskipun menjanjikan, tata kelola terdesentralisasi menggunakan governance token juga menghadapi beberapa tantangan yang perlu kamu pahami.

Konsentrasi Kepemilikan

Seringkali, token governance dimiliki oleh segelintir investor awal atau institusi, sehingga proses voting menjadi tidak merata dan kurang demokratis.

Rendahnya Partisipasi

Banyak pemilik token tidak aktif memberikan suara karena kurang minat, kurang pemahaman, atau proses voting yang rumit.

Risiko Serangan Tata Kelola (Governance Attack)

Jika seseorang atau kelompok berhasil mengumpulkan cukup banyak token, mereka bisa mengendalikan keputusan protokol dan merugikan pengguna lain.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device