
Group Mining
Apa Itu Group Mining?
Group Mining adalah metode penambangan cryptocurrency di mana sejumlah individu atau entitas menggabungkan sumber daya komputasi mereka dalam satu kelompok (pool) untuk menambang secara bersama-sama. Hasil blok yang ditemukan oleh kelompok tersebut kemudian dibagikan secara proporsional kepada semua peserta berdasarkan kontribusi daya komputasi masing-masing.
Model ini menjadi solusi logis untuk menyeimbangkan ketimpangan antara penambang besar dan kecil dalam ekosistem blockchain yang terus berkembang.
Mengapa Group Mining Dibutuhkan?
Menambang blok dalam jaringan blockchain, seperti Bitcoin, membutuhkan daya komputasi yang sangat besar. Tanpa perangkat keras khusus dan listrik murah, kemungkinan untuk menemukan blok sendirian sangat kecil. Di sinilah group mining menawarkan keunggulan:
- Peluang imbalan yang lebih stabil dan konsisten
- Biaya operasional yang dapat dibagi bersama
- Akses ke mining bagi pengguna dengan perangkat terbatas
- Skalabilitas bagi peserta yang ingin menambang tanpa infrastruktur sendiri
Cara Kerja Group Mining
Bergabung dengan Mining Pool
Kamu harus memilih dan mendaftar di platform mining pool yang sesuai, seperti yang mendukung SHA-256 (untuk Bitcoin) atau Ethash (untuk Ethereum).
Menjalankan Perangkat Penambangan
Setelah tergabung, kamu mengarahkan hash power dari perangkatmu ke pool tersebut.
Pembagian Imbalan
Ketika pool berhasil menemukan blok baru, hadiah blok dibagi sesuai dengan kontribusi masing-masing anggota. Skema yang umum digunakan adalah PPS (Pay Per Share) atau PPLNS (Pay Per Last N Shares).
Keuntungan dan Kekurangan Group Mining
Keuntungan
- Pendapatan lebih konsisten: Meski imbalannya lebih kecil per blok, kamu akan menerima pembayaran lebih sering.
- Efisiensi biaya: Tidak perlu memiliki perangkat super mahal untuk bisa ikut serta.
- Kemudahan akses: Cocok bagi pemula yang ingin belajar penambangan tanpa investasi besar.
Kekurangan
- Biaya layanan pool: Sebagian hasil penambangan dipotong sebagai biaya operasional oleh penyedia mining pool.
- Risiko sentralisasi: Jika terlalu banyak kekuatan hash terpusat pada beberapa pool besar, ini bisa merusak prinsip desentralisasi blockchain.
- Keamanan dan transparansi: Tidak semua pool bersifat transparan dalam distribusi hasil. Pemilihan platform harus dilakukan dengan hati-hati.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Gwei
Unit kecil dari Ether yang setara dengan 0.000000001 ETH, digunakan untuk menghitung biaya transaksi di jaringan Ethereum. Merupakan satuan umum dalam menentukan gas price.
Hacking
Aksi memperoleh akses tidak sah ke sistem, jaringan, atau data untuk tujuan tertentu, baik positif (white hat) maupun merusak (black hat). Dalam crypto, sering dikaitkan dengan pencurian dana dari bursa atau smart contract.
Halving
Pengurangan imbalan blok dalam jaringan Proof-of-Work (PoW) secara periodik yang bertujuan mengontrol pasokan koin. Pada Bitcoin, halving terjadi setiap 210.000 blok dan biasanya memengaruhi dinamika pasar.
Hard Cap
Batas maksimum dana yang dapat dikumpulkan dalam kampanye penggalangan dana seperti Initial Coin Offering (ICO). Setelah batas tercapai, tidak ada lagi token yang dijual kepada investor.
Hard Fork
Perubahan protokol blockchain yang tidak kompatibel dengan versi sebelumnya dan menyebabkan pemisahan rantai. Digunakan untuk memperbaiki bug, memperkenalkan fitur baru, atau membuat jaringan baru.


