
Graphical Processing Unit (GPU)
Apa Itu Graphical Processing Unit (GPU) dan Mengapa Penting di Dunia Kripto?
Ketika mendengar istilah GPU, banyak dari kita mungkin langsung teringat pada grafis game atau rendering 3D. Tapi di era teknologi digital dan blockchain seperti sekarang, GPU telah berkembang menjadi otak paralel yang menjalankan berbagai beban komputasi berat—mulai dari penambangan crypto hingga pelatihan model AI.
Graphical Processing Unit (GPU) adalah perangkat keras komputasi yang dirancang untuk menjalankan ribuan proses secara paralel. Kemampuan ini membuat GPU jauh lebih efisien daripada CPU (Central Processing Unit) dalam menyelesaikan tugas-tugas komputasi besar yang dapat dibagi ke banyak bagian kecil.
Fungsi Utama GPU dalam Ekosistem Blockchain dan Teknologi
GPU memainkan peran penting dalam dua domain yang sedang berkembang pesat: blockchain dan kecerdasan buatan (AI). Mari kita lihat bagaimana peran ini dijalankan dalam konteks nyata.
GPU dalam Penambangan Kripto
Salah satu penggunaan GPU paling populer di dunia blockchain adalah untuk mining atau penambangan kripto, terutama untuk koin yang menggunakan Proof of Work (PoW).
Dalam mining, perangkat harus menyelesaikan teka-teki matematika kompleks yang membutuhkan komputasi besar. GPU dapat memproses hash dalam jumlah besar secara paralel, membuatnya lebih cepat dan efisien daripada CPU untuk tugas ini.
GPU mining sangat umum dalam jaringan seperti:
- Ethereum (sebelum Merge ke Proof of Stake)
- Ergo
- Ravencoin
- Ethereum Classic
GPU mining juga memungkinkan pengguna rumahan untuk berkontribusi ke jaringan tanpa memerlukan mesin ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) yang mahal dan spesifik.
GPU dalam Pelatihan Model AI
Di luar kripto, GPU telah menjadi komponen utama dalam pelatihan model machine learning dan deep learning. Arsitektur GPU sangat cocok untuk proses matrix calculation yang mendominasi pelatihan jaringan saraf buatan (neural networks).
Model seperti GPT, BERT, hingga Stable Diffusion semuanya dilatih menggunakan GPU berkinerja tinggi. Dengan GPU, waktu pelatihan yang memakan minggu bisa dikompresi hanya dalam hitungan hari atau jam.
Cara Kerja GPU dan Mengapa Lebih Efisien dari CPU
Secara arsitektural, GPU dan CPU memiliki perbedaan yang mendasar dalam cara mereka memproses data.
Paralelisme Massal
GPU terdiri dari ratusan hingga ribuan core kecil yang bisa memproses tugas-tugas sederhana secara bersamaan. CPU, meskipun lebih fleksibel dan cepat dalam tugas-tugas kompleks, hanya memiliki sedikit core yang bekerja secara serial.
Dalam konteks blockchain atau AI:
- GPU cocok untuk hashing, rendering, dan training data berukuran besar
- CPU cocok untuk tugas logika, sistem operasi, dan proses sekuensial
Efisiensi Energi
Meski membutuhkan daya listrik tinggi, GPU tetap lebih hemat energi dibandingkan CPU untuk beban kerja paralel. Ini membuatnya lebih ideal untuk operasi seperti penambangan kripto skala besar yang membutuhkan efisiensi daya.
Masa Depan GPU di Dunia Web3 dan AI
Meski tren PoW menurun, GPU tetap akan menjadi tulang punggung teknologi masa depan, terutama dalam:
Validasi dan Rendering di Metaverse
GPU digunakan dalam rendering dunia virtual yang kompleks secara real-time, memungkinkan pengalaman metaverse yang imersif.
Edge Computing dan AI On-Chain
Penggunaan GPU dalam on-chain computation, termasuk inference model AI yang dijalankan langsung di jaringan blockchain, akan menjadi tren besar selanjutnya.
Infrastruktur Web3 Modular
Dengan munculnya proyek blockchain modular, GPU dapat digunakan untuk menjalankan rollup computation, verifikasi ZK-snarks, dan simulasi ekosistem DeFi berskala besar.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Gray Swan Event
Peristiwa yang cukup langka dan berdampak besar, tetapi sebenarnya dapat diprediksi atau dijelaskan dengan data yang ada. Berbeda dari black swan karena memiliki kemungkinan terdeteksi lebih awal.
Greater Fool Theory
Keyakinan bahwa aset dapat dijual dengan harga lebih tinggi kepada orang lain meskipun tidak mencerminkan nilai intrinsik. Sering dijadikan alasan dalam spekulasi ekstrem, termasuk di pasar Non-Fungible Token (NFT).
Green Candle
Representasi grafik harga di mana harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan selama periode tertentu. Menandakan tekanan beli yang dominan di pasar.
Group Mining
Penambangan crypto secara kolektif oleh sekelompok individu atau entitas yang berbagi kekuatan komputasi dan hasil blok. Juga dikenal sebagai mining pool dan digunakan untuk meningkatkan peluang imbalan.
Gwei
Unit kecil dari Ether yang setara dengan 0.000000001 ETH, digunakan untuk menghitung biaya transaksi di jaringan Ethereum. Merupakan satuan umum dalam menentukan gas price.


