Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Green Candle

Apa Itu Green Candle?

Saat kamu melihat grafik harga kripto, kamu mungkin sering menemukan batang berwarna hijau yang membentang ke atas—itulah yang disebut green candle. Dalam dunia trading dan analisis teknikal, green candle bukan sekadar warna. Ia adalah simbol visual dari kekuatan beli yang mendominasi dalam satu periode waktu tertentu.

Green candle terjadi ketika harga penutupan (closing price) suatu aset lebih tinggi dibandingkan harga pembukaan (opening price). Ini berarti bahwa selama rentang waktu tersebut, pembeli lebih agresif daripada penjual, sehingga harga terdorong naik.

 

Struktur Dasar Green Candle

Agar Sahabat Floq makin memahami maknanya, yuk kita bahas struktur dari sebuah candlestick hijau:

Body (Badan Utama)

Bagian tebal dari candle menunjukkan jarak antara harga pembukaan dan harga penutupan. Dalam green candle:

  • Harga pembukaan berada di bawah 
     
  • Harga penutupan berada di atas 

Semakin panjang body-nya, semakin kuat tekanan beli yang terjadi selama periode tersebut.

Upper dan Lower Wick (Sumbu Atas dan Bawah)

Sumbu menunjukkan harga tertinggi dan terendah yang tercapai selama periode tersebut. Panjang wick bisa memberikan petunjuk mengenai volatilitas pasar.

Contohnya:

  • Upper wick panjang: Ada dorongan harga naik, tapi mengalami resistensi. 
     
  • Lower wick panjang: Sempat ada tekanan jual, tapi akhirnya pembeli menang. 
     

 

Fungsi Green Candle dalam Analisis Teknikal

Green candle bukan hanya indikator sederhana, tapi bisa menjadi bagian dari strategi teknikal yang lebih kompleks. Beberapa fungsinya antara lain:

Mengidentifikasi Tren Naik (Bullish Trend)

Kehadiran beberapa green candle berturut-turut dalam timeframe yang sama bisa menjadi sinyal awal bahwa tren naik sedang terbentuk.

Mengonfirmasi Support Level

Jika green candle muncul tepat setelah harga menyentuh support dan memantul naik, itu bisa menjadi konfirmasi bahwa support masih kuat.

Menjadi Bagian dari Pola Candlestick

Green candle sering menjadi bagian dari pola teknikal seperti:

  • Bullish Engulfing 
     
  • Morning Star 
     
  • Three White Soldiers 
     

Setiap pola memiliki makna yang lebih dalam tergantung konteksnya.

 

Timeframe dan Interpretasi Green Candle

Sahabat Floq, penting untuk memahami bahwa makna dari sebuah green candle bisa berubah tergantung dari timeframe yang kamu gunakan:

Timeframe Pendek (1 menit, 5 menit, 15 menit)

Cocok untuk scalping atau day trading. Green candle di sini bisa menunjukkan momentum cepat dan singkat, namun kurang relevan untuk keputusan jangka panjang.

Timeframe Menengah (1 jam, 4 jam)

Memberikan gambaran lebih stabil. Green candle yang terbentuk di timeframe ini sering digunakan untuk entry posisi swing trading.

Timeframe Panjang (Harian, Mingguan)

Di timeframe ini, green candle menunjukkan kekuatan tren makro. Jika kamu melihat candle hijau besar di chart mingguan, itu bisa menjadi sinyal bahwa investor besar mulai mengakumulasi aset.

 

Green Candle vs Red Candle: Perbandingan Singkat

Untuk memperjelas makna green candle, mari bandingkan dengan lawannya: red candle. 

Elemen 

Green Candle 

Red Candle 

Harga Pembukaan 

Lebih rendah dari penutupan 

Lebih tinggi dari penutupan 

Tekanan Pasar 

Dominasi beli 

Dominasi jual 

Sentimen Pasar 

Optimisme 

Pesimisme 

Digunakan untuk 

Sinyal Bullish 

Sinyal Bearish 

Perlu diingat bahwa satu candle saja tidak cukup untuk mengambil keputusan, tapi bisa menjadi bagian dari konfirmasi bersama indikator lain. 

 

Kesalahan Umum dalam Membaca Green Candle

Meskipun terlihat sederhana, banyak trader pemula yang salah mengartikan green candle, seperti:

Menganggap Green Candle Selalu Positif

Tidak semua green candle menandakan sinyal beli. Bisa jadi itu hanya retracement singkat dalam tren turun yang lebih besar.

Mengabaikan Volume

Volume transaksi sangat penting. Green candle tanpa volume tinggi bisa jadi sinyal palsu. Pastikan kamu selalu memantau volume sebagai konfirmasi kekuatan candle.

Tidak Melihat Konteks Pola

Green candle harus dianalisis dalam konteks chart keseluruhan. Misalnya, green candle yang muncul setelah doji atau red candle besar bisa menandakan reversal, tapi tidak jika dia muncul dalam kondisi sideways panjang.

 

Cara Memanfaatkan Green Candle dalam Strategi Trading

Untuk kamu yang ingin mempraktikkan strategi berbasis candlestick, berikut beberapa pendekatan dasar menggunakan green candle:

Strategi Breakout

Green candle yang menembus resistance kuat disertai volume besar bisa dijadikan sinyal entry. Pastikan candle berikutnya tetap berada di atas area breakout.

Reversal Signal

Setelah downtrend yang panjang, munculnya green candle besar bisa menjadi early sign dari pembalikan tren, apalagi jika dikombinasikan dengan indikator RSI atau MACD.

Entry pada Retest

Setelah breakout, tunggu harga kembali (retest) ke area breakout yang kini menjadi support. Green candle pada momen ini bisa menjadi titik entry yang ideal.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device