Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Greater Fool Theory

Apa Itu Greater Fool Theory?

Greater Fool Theory adalah teori ekonomi dan psikologi pasar yang menyatakan bahwa:

“Seseorang dapat membeli aset yang dinilai terlalu mahal atau bahkan tidak memiliki nilai dasar yang jelas, dengan harapan ada orang lain (greater fool) yang bersedia membelinya di harga lebih tinggi.”

Teori ini tidak melihat nilai intrinsik dari aset, tetapi lebih fokus pada permainan spekulatif antar individu yang mengandalkan emosi pasar dan momentum harga.

 

Penerapan Greater Fool Theory di Dunia Crypto

Di pasar cryptocurrency dan NFT, praktik berdasarkan teori ini sangat sering terjadi. Berikut beberapa contohnya:

1. Non-Fungible Token (NFT)

Banyak koleksi NFT dijual dengan harga fantastis, bukan karena nilai seni atau utilitasnya, tetapi karena pembeli berharap akan ada orang lain yang bersedia membayar lebih. Saat hype menurun, nilai NFT tersebut bisa turun drastis karena tidak ada lagi “greater fool” berikutnya.

2. Meme Coin

Token seperti Dogecoin, Shiba Inu, dan sejenisnya sering naik karena FOMO (fear of missing out), bukan karena teknologi atau use-case yang kuat. Pembeli awal berharap token akan naik karena banyak orang tertarik, dan bisa menjual saat harganya sudah tinggi.

3. ICO dan Proyek Tanpa Produk Nyata

Di masa lalu, banyak Initial Coin Offering (ICO) menjual token dengan janji besar, padahal belum ada produk atau roadmap yang jelas. Investor tetap membeli karena yakin bisa menjual ke orang lain dengan harga lebih tinggi.

 

Dampak dan Risiko dari Greater Fool Mentality

Kehilangan Modal

Saat tidak ada lagi pembeli berikutnya, harga bisa anjlok, dan pembeli terakhir menjadi pihak yang menanggung kerugian paling besar. Ini sering terjadi pada puncak gelembung pasar.

Distorsi Persepsi Nilai

Pengguna crypto pemula bisa tertipu dengan mengira harga tinggi berarti proyek tersebut bagus, padahal bisa jadi hanya didorong oleh spekulasi berlebihan.

Pasar Menjadi Tidak Sehat

Dominasi strategi greater fool menciptakan volatilitas ekstrem dan mengurangi kepercayaan jangka panjang terhadap teknologi atau aset tersebut.

 

Bagaimana Menghindari Perangkap Greater Fool?

Lakukan Riset Mendalam

Jangan hanya membeli karena “orang lain bilang cuan.” Pelajari whitepaper, tim pengembang, use-case, dan komunitas proyek sebelum membeli token atau NFT.

Evaluasi Nilai Intrinsik

Tanyakan pada diri kamu: apakah aset ini benar-benar memiliki nilai atau hanya sedang naik karena tren?

Hindari FOMO

Keputusan berdasarkan emosi seperti takut ketinggalan sering kali membuat kamu masuk pasar di harga tertinggi.

Perhatikan Market Cycle

Banyak strategi greater fool muncul di akhir fase bullish ketika semua orang merasa “semua pasti untung.”

 

Apakah Semua Kenaikan Harga Termasuk Greater Fool?

Tidak selalu. Jika aset memiliki:

  • Fundamental kuat 
     
  • Teknologi bermanfaat 
     
  • Adopsi nyata dan komunitas aktif 
     
  • Tim kredibel dengan roadmap jelas 

…maka kenaikan harganya bisa dianggap wajar dan berkelanjutan, bukan sekadar spekulatif.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device