
Governance
Apa Itu Governance dalam Konteks Blockchain?
Secara umum, governance dalam dunia blockchain merujuk pada proses pengambilan keputusan terkait protokol, kebijakan, pengembangan fitur baru, dan alokasi sumber daya dalam sebuah jaringan atau proyek.
Governance bisa berlangsung secara:
- Terpusat (centralized): Keputusan diambil oleh tim inti atau entitas tunggal.
- Terdesentralisasi (decentralized governance): Keputusan diambil berdasarkan suara dari komunitas atau pemegang token.
Dalam proyek blockchain yang bersifat terbuka, governance terdesentralisasi menjadi ideal karena sejalan dengan prinsip transparansi dan partisipasi kolektif.
Bentuk-Bentuk Governance
On-Chain Governance
Semua proposal dan voting dilakukan di dalam jaringan blockchain itu sendiri. Biasanya melibatkan smart contract dan governance token yang memberi hak suara kepada pemiliknya. Contoh proyek dengan sistem ini antara lain Tezos dan Polkadot.
Off-Chain Governance
Proses diskusi dan pengambilan keputusan dilakukan di luar blockchain, seperti melalui forum, media sosial, atau pertemuan komunitas, sebelum akhirnya diimplementasikan secara teknis. Bitcoin dan Ethereum lebih banyak mengandalkan pendekatan ini.
Hybrid Governance
Kombinasi antara on-chain dan off-chain, di mana diskusi dilakukan di luar jaringan, tetapi keputusan akhir divalidasi melalui voting di on-chain.
Elemen Penting dalam Governance
- Proposal (Proposal Pengembangan atau Perubahan Protokol)
Setiap perubahan dimulai dengan ide yang diajukan oleh anggota komunitas atau developer. Proposal ini kemudian dibahas dan dianalisis.
- Voting
Pemilik governance token atau validator memberikan suara mereka untuk menyetujui atau menolak proposal.
- Implementasi
Setelah proposal disetujui, developer atau tim teknis akan mengimplementasikannya ke dalam sistem.
- Treasury
Dalam banyak protokol, governance juga mencakup pengelolaan dana komunitas (community treasury) untuk mendanai pengembangan atau aktivitas strategis.
Mengapa Governance Itu Penting?
Kemandirian Proyek
Governance memungkinkan sebuah proyek untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar dan kebutuhan pengguna tanpa tergantung pada entitas terpusat.
Transparansi dan Akuntabilitas
Semua keputusan governance yang dilakukan secara on-chain bersifat transparan dan dapat diverifikasi oleh publik. Ini mendorong kepercayaan dan partisipasi aktif dari komunitas.
Desentralisasi yang Sebenarnya
Proyek yang memiliki governance terbuka memberi suara kepada semua pemegang token atau anggota jaringan, menjadikannya lebih inklusif dan tahan terhadap dominasi satu pihak.
Contoh Implementasi Governance dalam Web3
- Uniswap: Menggunakan token UNI sebagai governance token untuk menentukan arah pengembangan dan penggunaan treasury.
- MakerDAO: Mengizinkan pemegang MKR untuk memilih parameter penting dalam protokol DAI, seperti suku bunga dan jaminan aset.
- Cosmos: Memungkinkan validator dan delegator berpartisipasi dalam pemungutan suara perubahan jaringan melalui staking ATOM.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Governance Token
Token yang memberikan hak suara kepada pemegangnya untuk berpartisipasi dalam tata kelola protokol. Digunakan untuk memilih proposal, perubahan parameter, dan arah pengembangan proyek.
Graphical Processing Unit (GPU)
Unit pemroses yang menangani tugas komputasi berat secara paralel dan cepat, terutama untuk grafik dan kalkulasi kompleks. Dalam blockchain, GPU digunakan untuk menambang aset seperti Ethereum (sebelum Proof-of-Stake).
Gray Swan Event
Peristiwa yang cukup langka dan berdampak besar, tetapi sebenarnya dapat diprediksi atau dijelaskan dengan data yang ada. Berbeda dari black swan karena memiliki kemungkinan terdeteksi lebih awal.
Greater Fool Theory
Keyakinan bahwa aset dapat dijual dengan harga lebih tinggi kepada orang lain meskipun tidak mencerminkan nilai intrinsik. Sering dijadikan alasan dalam spekulasi ekstrem, termasuk di pasar Non-Fungible Token (NFT).
Green Candle
Representasi grafik harga di mana harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan selama periode tertentu. Menandakan tekanan beli yang dominan di pasar.


