Perbedaan Reksadana dan Saham: Kenali Sebelum Memilih!

Investasi

15 Sep 2026

7 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Kalau kamu baru mulai investasi, ada dua instrumen yang sering banget dibandingkan: reksadana dan saham.

Keduanya sama-sama bisa digunakan untuk mengembangkan dana. Keduanya juga punya potensi keuntungan. Tapi, cara kerja dan tingkat risikonya cukup berbeda. Nah, ini yang sering bikin bingung.

Lebih baik beli saham sendiri? Atau cukup masuk ke reksadana dan biarkan dana dikelola oleh manajer investasi?

Jawabannya nggak bisa disamaratakan. Pilihan yang cocok buat kamu bergantung pada tujuan investasi, pemahaman tentang pasar, toleransi risiko, dan seberapa aktif kamu ingin mengelola investasi.

Sebelum memilih, yuk pahami dulu perbedaan reksadana dan saham secara lengkap.

Apa Itu Reksadana?

Reksadana adalah wadah yang menghimpun dana dari banyak investor untuk kemudian diinvestasikan ke berbagai aset sesuai dengan kebijakan dan jenis reksadananya. Pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi.

Jadi, saat membeli reksadana, kamu nggak perlu memilih satu per satu aset yang ada di dalam portofolio. Dana yang kamu investasikan akan dikelola sesuai strategi reksadana tersebut.

Jenisnya juga beragam. Ada reksadana pasar uang yang mayoritas berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek bersifat utang dengan jatuh tempo pendek.

Ada juga reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Masing-masing punya karakteristik risiko dan potensi hasil yang berbeda. Karena dikelola secara profesional, reksadana sering menjadi salah satu pilihan yang menarik buat orang yang baru mulai mengenal investasi.

Apa Itu Saham?

Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Ketika kamu membeli saham sebuah perusahaan yang tercatat di bursa, kamu memiliki bagian kepemilikan atas perusahaan tersebut sesuai jumlah saham yang kamu punya. Keuntungan saham bisa berasal dari dua sumber utama.

Pertama, capital gain. Ini terjadi ketika kamu menjual saham dengan harga lebih tinggi dibandingkan harga belinya.

Kedua, dividen, yaitu pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham apabila perusahaan memutuskan untuk membagikannya dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Namun, harga saham bisa bergerak cukup cepat. Hari ini bisa naik. Besok bisa turun. Bahkan dalam satu hari, pergerakannya bisa cukup signifikan. Karena itu, investasi saham membutuhkan pemahaman dan kesiapan menghadapi fluktuasi harga.

Perbedaan Reksadana dan Saham yang Paling Utama

Secara sederhana, perbedaan paling mendasar ada pada apa yang kamu beli dan bagaimana investasi tersebut dikelola. Saat membeli saham, kamu membeli kepemilikan langsung pada suatu perusahaan.

Sementara saat membeli reksadana, kamu membeli unit penyertaan dalam sebuah produk investasi yang berisi kumpulan aset dan dikelola oleh manajer investasi. Jadi, kamu bisa memilih dan membeli saham sendiri.

Di reksadana, pengelolaan portofolio dilakukan oleh pihak profesional sesuai strategi produk. Tapi tentu saja, ini bukan berarti reksadana bebas risiko. Nilai investasi reksadana tetap bisa naik dan turun.

1. Cara Pengelolaan

Ini salah satu perbedaan reksadana dan saham yang paling terasa. Dalam investasi saham, kamu biasanya menentukan sendiri saham apa yang ingin dibeli.

Kamu perlu melakukan riset. Mulai dari melihat kondisi perusahaan, laporan keuangan, prospek bisnis, valuasi, sampai kondisi pasar. Kamu juga yang menentukan kapan membeli dan kapan menjual.

Sementara di reksadana, keputusan pengelolaan portofolio dilakukan oleh manajer investasi. Kamu cukup memilih produk reksadana sesuai tujuan dan profil risikomu.

Buat orang yang nggak punya banyak waktu untuk memantau pasar, mekanisme ini bisa terasa lebih praktis.

2. Tingkat Risiko

Saham umumnya memiliki tingkat fluktuasi yang lebih tinggi dibandingkan sebagian jenis reksadana. Harga saham bisa berubah karena banyak faktor. Misalnya kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, sentimen pasar, kebijakan pemerintah, sampai kondisi industri.

Sementara itu, risiko reksadana bergantung pada jenis aset yang ada di dalamnya. Reksadana pasar uang, misalnya, punya karakteristik risiko yang berbeda dengan reksadana saham.

Jadi, jangan menganggap semua reksadana memiliki risiko yang sama. Begitu juga dengan saham. Saham perusahaan yang berbeda bisa memiliki tingkat risiko yang berbeda pula.

3. Diversifikasi

Reksadana memiliki keunggulan dari sisi diversifikasi. Satu produk reksadana bisa berisi beberapa aset sekaligus. Komposisinya tergantung pada jenis dan kebijakan investasinya.

Misalnya, reksadana saham dapat memiliki portofolio yang terdiri dari berbagai saham perusahaan. Dengan begitu, dana nggak hanya bergantung pada kinerja satu perusahaan.

Sementara kalau kamu membeli saham secara langsung, kamu perlu melakukan diversifikasi sendiri. Misalnya dengan membeli saham dari beberapa perusahaan dan sektor yang berbeda.

Ini penting karena terlalu bergantung pada satu saham bisa membuat risiko portofolio menjadi lebih terkonsentrasi.

4. Modal Awal

Reksadana dikenal cukup fleksibel dari sisi modal awal. Banyak produk reksadana yang bisa dibeli dengan nominal relatif terjangkau. Besaran minimum pembelian tentu berbeda-beda tergantung produk dan platform yang digunakan.

Saham juga bisa dimulai dengan modal yang relatif kecil. Tapi ada satu hal yang perlu dipahami. Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia dilakukan dalam satuan lot. Satu lot terdiri dari 100 saham.

Jadi, jumlah modal beli 1 lot yang dibutuhkan akan bergantung pada harga saham yang ingin kamu beli. Selain modal investasi, kamu juga perlu memperhatikan biaya transaksi yang berlaku.

5. Potensi Keuntungan

Baik reksadana maupun saham sama-sama memiliki potensi keuntungan. Namun, sumber dan besar potensi keuntungan bisa berbeda.

Pada saham, keuntungan bisa berasal dari capital gain dan dividen. Pada reksadana, keuntungan tercermin dari kenaikan nilai aktiva bersih per unit penyertaan atau NAB per unit.

Semakin tinggi potensi imbal hasil suatu investasi, biasanya semakin besar pula risiko yang perlu dipertimbangkan. Karena itu, jangan cuma melihat potensi keuntungannya.

Lihat juga risiko dan apakah instrumen tersebut sesuai dengan tujuan investasimu.

6. Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengelola

Kalau kamu memilih saham secara langsung, kamu perlu meluangkan waktu untuk belajar dan memantau investasi.

Nggak harus melihat harga setiap menit. Tapi kamu perlu memahami apa yang kamu beli dan alasan kamu memilih saham tersebut. Kamu juga perlu mengikuti perkembangan perusahaan dan kondisi pasar.

Di reksadana, kebutuhan untuk mengelola portofolio secara langsung lebih rendah karena ada manajer investasi yang mengelolanya. Bukan berarti kamu bisa asal pilih produk, ya.

Tetap penting untuk membaca prospektus, memahami kebijakan investasi, biaya, risiko, dan kinerja historis sebelum membeli.

7. Likuiditas

Saham yang diperdagangkan di bursa pada dasarnya dapat diperjualbelikan selama jam perdagangan bursa, dengan ketentuan dan kondisi pasar yang berlaku.

Reksadana juga bisa dicairkan, tetapi mekanisme pencairannya berbeda. Untuk reksadana, proses pencairan mengikuti ketentuan produk dan platform tempat kamu berinvestasi.

Ada produk yang prosesnya relatif cepat. Ada juga yang membutuhkan beberapa hari kerja. Jadi, kalau kamu membutuhkan dana dalam waktu dekat, aspek likuiditas ini perlu diperhatikan sejak awal.

Reksadana atau Saham, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?

Pertanyaan ini sering muncul. Jawabannya: tergantung. Kalau kamu masih belajar investasi dan belum percaya diri memilih saham sendiri, reksadana bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan.

Terutama jika kamu ingin investasi yang pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi. Namun, kalau kamu tertarik mempelajari bisnis perusahaan, analisis laporan keuangan, valuasi, dan dinamika pasar saham, investasi saham bisa menjadi pilihan yang menarik.

Yang penting, jangan memilih hanya karena melihat orang lain mendapatkan keuntungan. Kondisi keuangan setiap orang berbeda. Tujuan investasinya juga berbeda.

Apakah Bisa Investasi Reksadana dan Saham Sekaligus?

Bisa. Kamu nggak harus memilih salah satu. Diversifikasi portofolio bisa dilakukan dengan memiliki beberapa instrumen investasi, selama sesuai dengan tujuan dan profil risiko.

Misalnya, seseorang bisa memiliki reksadana untuk bagian tertentu dari portofolionya dan saham untuk bagian lainnya. Komposisinya tentu nggak harus sama untuk setiap orang.

Investor dengan tujuan jangka pendek mungkin punya strategi yang berbeda dengan investor yang memiliki tujuan jangka panjang.

Yang penting, kamu memahami fungsi setiap instrumen investasi. Jangan sampai diversifikasi dilakukan hanya karena ingin punya banyak investasi.

Jadi, Apa Perbedaan Reksadana dan Saham?

Kalau disederhanakan, saham memberikan kamu kepemilikan langsung pada perusahaan, sedangkan reksadana memberikan kamu akses ke portofolio investasi yang dikelola oleh manajer investasi.

Saham cenderung membutuhkan keterlibatan investor yang lebih aktif dalam memilih dan memantau aset. Reksadana bisa lebih praktis karena pengelolaan portofolionya dilakukan oleh manajer investasi.

Tapi sekali lagi, reksadana bukan berarti tanpa risiko. Setiap jenis reksadana punya karakteristik masing-masing. Begitu pula setiap saham. Jadi, jangan bertanya mana yang paling bagus secara mutlak.

Pertanyaan yang lebih tepat adalah: Mana yang paling sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan kamu?

Tips Memilih antara Reksadana dan Saham

Sebelum mulai, coba jawab beberapa pertanyaan sederhana.

  • Pertama, apa tujuan investasimu?
  • Kedua, berapa lama dana tersebut akan diinvestasikan?
  • Ketiga, seberapa besar penurunan nilai investasi yang masih bisa kamu terima?
  • Keempat, apakah kamu punya waktu untuk mempelajari dan memantau saham?
  • Kelima, apakah kamu sudah memiliki dana darurat dan kondisi keuangan yang cukup sehat untuk mulai berinvestasi?

Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa membantu kamu menentukan instrumen yang lebih sesuai. Jangan lupa, gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi. Hindari mengambil keputusan hanya karena sedang mengikuti tren.

Kesimpulan

Perbedaan reksadana dan saham bukan cuma soal cara membeli. Keduanya memiliki mekanisme, risiko, potensi keuntungan, dan kebutuhan pengelolaan yang berbeda.

Saham memberikan kepemilikan langsung pada perusahaan dan biasanya membutuhkan peran investor yang lebih aktif. Sementara reksadana mengumpulkan dana investor untuk dikelola dalam portofolio sesuai kebijakan produk oleh manajer investasi.

Nggak ada satu instrumen yang otomatis paling cocok untuk semua orang. Kenali dulu tujuanmu. Pahami risikonya. Setelah itu, pilih instrumen yang sesuai. Dan yang nggak kalah penting, terus belajar.

Investasi bukan sekadar mencari keuntungan. Kamu juga perlu memahami risiko dari setiap keputusan yang dibuat.

FAQ Perbedaan Reksadana dan Saham

Apa perbedaan reksadana dan saham?

Saham merupakan bukti kepemilikan langsung atas suatu perusahaan. Sementara reksadana merupakan wadah yang menghimpun dana investor untuk diinvestasikan ke berbagai aset dan dikelola oleh manajer investasi.

Mana yang lebih aman, reksadana atau saham?

Keduanya memiliki risiko. Tingkat risikonya bergantung pada jenis reksadana dan saham yang dipilih. Reksadana juga tidak menjamin keuntungan dan nilainya tetap bisa turun.

Apakah reksadana cocok untuk pemula?

Bisa menjadi salah satu pilihan untuk pemula, terutama bagi orang yang ingin berinvestasi tanpa memilih dan mengelola setiap aset secara langsung. Namun, pemula tetap perlu memahami risiko dan karakteristik produk sebelum membeli.

Apakah investasi saham lebih menguntungkan daripada reksadana?

Tidak ada jawaban yang pasti. Kinerja saham dan reksadana bisa berbeda-beda. Potensi keuntungan yang lebih tinggi juga biasanya disertai risiko yang lebih tinggi.

Apakah bisa punya reksadana dan saham sekaligus?

Bisa. Kamu dapat memiliki keduanya dalam satu portofolio selama sesuai dengan tujuan investasi, kondisi keuangan, dan toleransi risiko.

Apakah saham dan reksadana bisa rugi?

Bisa. Harga saham dapat turun dan nilai investasi reksadana juga dapat mengalami penurunan. Karena itu, penting memahami risiko sebelum berinvestasi.

Lebih baik investasi saham atau reksadana untuk jangka panjang?

Keduanya bisa digunakan untuk tujuan jangka panjang. Pilihannya bergantung pada tujuan, profil risiko, pengetahuan investasi, dan seberapa aktif kamu ingin mengelola portofolio.

Apakah reksadana dikelola oleh manajer investasi?

Ya. Reksadana dikelola oleh manajer investasi sesuai kebijakan dan strategi investasi yang tercantum dalam dokumen produk.

Apa yang harus dipelajari sebelum membeli saham?

Kamu bisa mulai dari memahami bisnis perusahaan, laporan keuangan, kinerja perusahaan, valuasi, risiko, kondisi industri, serta faktor ekonomi yang dapat memengaruhi harga saham.

Apa yang harus diperhatikan sebelum membeli reksadana?

Perhatikan jenis reksadana, tujuan investasi, profil risiko, kebijakan investasi, biaya, kinerja historis, dan informasi dalam prospektus serta fund fact sheet produk.

Mulai Kenali Investasi Lebih Dalam

Setelah memahami perbedaan reksadana dan saham, langkah berikutnya adalah mengenali instrumen investasi lain dan memahami bagaimana masing-masing bekerja.

Jangan buru-buru mengejar keuntungan. Mulai dari memahami produknya dulu. Dengan begitu, keputusan investasi bisa dibuat dengan lebih sadar dan sesuai dengan kebutuhanmu.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store; FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Cara Kerja Reksadana: Panduan Lengkap untuk Pemula

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device