Banyak orang membeli saham hanya karena sedang viral. Ada yang ikut rekomendasi influencer. Ada juga yang membeli karena melihat harga naik terus. Padahal, cara seperti ini cukup berisiko.
Kalau ingin investasi dalam jangka panjang, sebaiknya fokus pada saham yang memiliki fundamental bagus. Perusahaan seperti ini biasanya memiliki bisnis yang sehat, laba yang konsisten, dan peluang bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Lalu, apa saja saham fundamental bagus yang layak dipantau?
Apa Itu Saham Fundamental Bagus?
Saham fundamental bagus adalah saham dari perusahaan yang memiliki kondisi bisnis sehat. Penilaiannya tidak hanya dari harga saham, tetapi juga dari kinerja perusahaan. Beberapa indikator yang biasanya diperhatikan investor antara lain:
- Pendapatan terus bertumbuh.
- Laba bersih stabil.
- Arus kas positif.
- Utang masih terkendali.
- Return on Equity (ROE) tinggi.
- Margin keuntungan sehat.
- Manajemen perusahaan memiliki rekam jejak yang baik.
Semakin baik kondisi perusahaan, biasanya semakin besar peluang saham tersebut bertahan dalam jangka panjang.
Kenapa Analisis Fundamental Penting?
Harga saham bisa naik turun setiap hari. Namun nilai sebuah perusahaan berubah jauh lebih lambat. Karena itu, investor jangka panjang lebih fokus melihat kualitas bisnis dibanding pergerakan harga harian.
Analisis fundamental membantu kamu:
- mengetahui apakah perusahaan benar-benar menghasilkan keuntungan,
- menghindari saham dengan kondisi keuangan buruk,
- menemukan saham yang masih undervalued,
- memilih investasi yang lebih stabil.
Ciri-Ciri Saham Fundamental Bagus
Sebelum melihat daftar sahamnya, pahami dulu ciri-cirinya.
1. Pendapatan Terus Bertumbuh
Perusahaan yang sehat biasanya berhasil meningkatkan penjualan setiap tahun.
2. Laba Bersih Konsisten
Bukan hanya omzet besar, tetapi juga mampu menghasilkan keuntungan.
3. Memiliki Pangsa Pasar Kuat
Perusahaan yang menjadi market leader biasanya lebih tahan menghadapi perlambatan ekonomi.
4. Utang Tidak Berlebihan
Debt to Equity Ratio (DER) yang sehat membuat perusahaan lebih aman ketika suku bunga naik.
5. Rajin Membagikan Dividen
Banyak perusahaan besar rutin membagikan dividen setiap tahun. Walaupun dividen bukan satu-satunya ukuran, hal ini bisa menjadi nilai tambah.
50 Saham Fundamental Bagus Berdasarkan Sektor
Kalau kamu sedang mencari saham dengan fundamental yang relatif kuat, daftar di bawah ini bisa jadi titik awal untuk membuat watchlist investasi. Perlu diingat, daftar perusahaan tercatat di bursa IDX ini bukan rekomendasi beli, melainkan referensi agar kamu bisa melakukan riset lebih lanjut sebelum berinvestasi.
Sektor Perbankan
- BBCA (Bank Central Asia): Salah satu bank swasta terbesar di Indonesia yang terkenal dengan kinerja keuangan stabil dan konsisten mencetak laba.
- BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Jagoannya pembiayaan UMKM, dengan jaringan luas yang menjangkau hampir seluruh pelosok Indonesia.
- BMRI (Bank Mandiri): Bank BUMN terbesar yang memiliki bisnis kuat mulai dari nasabah ritel hingga perusahaan besar.
- BBNI (Bank Negara Indonesia): Bank pelat merah yang terus memperluas layanan digital sambil mempertahankan bisnis korporasi yang solid.
- BRIS (Bank Syariah Indonesia): Bank syariah terbesar di Indonesia yang berkembang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap keuangan syariah.
Sektor Energi
- MEDC (Medco Energi Internasional): Perusahaan energi yang bergerak di bidang minyak, gas bumi, dan kini juga mulai serius mengembangkan energi terbarukan.
- PGAS (Perusahaan Gas Negara): Pemain utama dalam distribusi gas bumi yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
- AKRA (AKR Corporindo): Perusahaan distribusi bahan bakar dan logistik yang juga mengembangkan kawasan industri modern.
- ELSA (Elnusa): Penyedia jasa pendukung industri migas yang berperan dari tahap eksplorasi hingga produksi.
- ADRO (Alamtri Resources Indonesia): Grup energi besar yang kini tak hanya mengandalkan batu bara, tetapi juga mulai berekspansi ke energi hijau.
Sektor Batu Bara dan Tambang
- PTBA (Bukit Asam): Emiten batu bara milik negara yang dikenal rajin membagikan dividen dan memiliki biaya produksi yang kompetitif.
- ITMG (Indo Tambangraya Megah): Produsen batu bara dengan pasar ekspor yang luas dan kinerja keuangan yang cukup stabil.
- UNTR (United Tractors): Selain menjual alat berat, perusahaan ini juga punya bisnis pertambangan yang menjadi sumber pendapatan utama.
- ANTM (Aneka Tambang): Perusahaan tambang BUMN yang memproduksi emas, nikel, hingga bauksit untuk pasar domestik dan ekspor.
- INCO (Vale Indonesia): Salah satu produsen nikel terbesar yang berperan penting dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Sektor Nikel
- TINS (Timah): Meski terkenal sebagai produsen timah, perusahaan ini juga terus mengembangkan bisnis pertambangan mineral lainnya.
- HRUM (Harum Energy): Dulunya fokus di batu bara, kini agresif memperluas bisnis ke sektor nikel yang sedang berkembang.
- MBMA (Merdeka Battery Materials): Perusahaan yang fokus memasok bahan baku untuk industri baterai kendaraan listrik.
- NICL (PAM Mineral): Emiten nikel yang terus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan global.
- DKFT (Central Omega Resources): Bergerak di bisnis nikel dari proses penambangan hingga pengolahan bahan baku.
Sektor Konsumer
- ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur): Produsen Indomie dan berbagai merek makanan serta minuman yang sudah akrab di kehidupan sehari-hari.
- INDF (Indofood Sukses Makmur): Grup makanan terbesar di Indonesia dengan bisnis yang sangat beragam, dari mi instan hingga perkebunan.
- MYOR (Mayora Indah): Pemilik berbagai merek camilan dan minuman populer yang produknya juga diekspor ke banyak negara.
- KLBF (Kalbe Farma): Perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dengan bisnis obat-obatan, vitamin, nutrisi, hingga alat kesehatan.
- SIDO (Sido Muncul): Produsen jamu dan produk herbal yang sukses menggabungkan produk tradisional dengan pasar modern.
Sektor Telekomunikasi
- TLKM (Telkom Indonesia): Perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan bisnis internet, seluler, data center, hingga layanan digital.
- EXCL (XL Axiata): Operator seluler yang terus memperkuat jaringan internet dan layanan digital di berbagai daerah.
- ISAT (Indosat Ooredoo Hutchison): Salah satu operator telekomunikasi terbesar yang aktif berinvestasi untuk meningkatkan kualitas jaringan.
- MTEL (Mitratel): Pemilik dan pengelola ribuan menara telekomunikasi yang menjadi tulang punggung jaringan seluler di Indonesia.
- LINK (Link Net): Penyedia layanan internet rumah dan TV kabel yang dikenal lewat layanan First Media.
Sektor Kesehatan
- HEAL (Medikaloka Hermina): Operator jaringan Rumah Sakit Hermina yang memiliki puluhan cabang di berbagai kota.
- MIKA (Mitra Keluarga Karyasehat): Pengelola rumah sakit swasta yang dikenal dengan layanan kesehatan berkualitas.
- SILO (Siloam International Hospitals): Jaringan rumah sakit modern yang melayani pasien di berbagai wilayah Indonesia.
- SRAJ (Sejahteraraya Anugrahjaya): Pengelola Rumah Sakit Mayapada yang fokus pada layanan kesehatan premium.
- SAME (Sarana Meditama Metropolitan): Operator OMNI Hospitals yang terus memperluas layanan kesehatan spesialis.
Sektor Teknologi
- GOTO (GoTo Gojek Tokopedia): Ekosistem digital yang menggabungkan layanan transportasi, belanja online, dan keuangan digital dalam satu platform.
- DCII (DCI Indonesia): Perusahaan penyedia data center yang diuntungkan oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.
- BUKA (Bukalapak): Platform e-commerce yang kini juga mengembangkan berbagai layanan digital untuk UMKM.
- MTDL (Metrodata Electronics): Perusahaan teknologi yang menyediakan perangkat IT, solusi cloud, hingga layanan transformasi digital.
- DNET (Indoritel Makmur Internasional): Perusahaan investasi yang memiliki portofolio di bisnis digital, ritel, dan teknologi.
Sektor Infrastruktur
- JSMR (Jasa Marga): Operator jalan tol terbesar di Indonesia yang mengelola jaringan tol di berbagai wilayah.
- WSKT (Waskita Karya): Perusahaan konstruksi BUMN yang telah mengerjakan banyak proyek jalan tol dan infrastruktur nasional.
- PTPP (PP): BUMN konstruksi yang menangani proyek gedung, pelabuhan, bandara, hingga kawasan industri.
- ADHI (Adhi Karya): Dikenal sebagai salah satu kontraktor besar yang banyak mengerjakan proyek transportasi massal.
- WIKA (Wijaya Karya): Perusahaan konstruksi dengan lini bisnis yang luas, mulai dari infrastruktur hingga energi.
Sektor Properti
- BSDE (Bumi Serpong Damai): Pengembang BSD City yang sukses membangun kawasan hunian, bisnis, dan komersial terpadu.
- CTRA (Ciputra Development): Salah satu pengembang properti terbesar dengan proyek kota mandiri di berbagai daerah.
- PWON (Pakuwon Jati): Dikenal lewat pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, dan superblok di kota-kota besar.
- SMRA (Summarecon Agung): Pengembang kawasan terpadu yang menggabungkan hunian, pusat bisnis, dan pusat perbelanjaan.
- ASRI (Alam Sutera Realty): Pengembang kawasan Alam Sutera yang terus mengembangkan properti residensial dan komersial modern.
Setiap perusahaan di atas punya keunggulan, tantangan, dan prospek bisnis yang berbeda. Jadi, jangan langsung membeli hanya karena sebuah saham masuk dalam daftar ini. Jadikan daftar tersebut sebagai watchlist, lalu lanjutkan dengan mempelajari laporan keuangan, prospek industrinya, serta apakah valuasinya masih menarik sebelum mengambil keputusan investasi.
Karena itu, jangan hanya melihat nama besar perusahaan. Tetap lakukan analisis terhadap laporan keuangan, prospek industri, dan valuasinya.
Apakah Semua Saham Fundamental Bagus Pasti Naik?
Jawabannya tentu tidak. Fundamental bagus hanya meningkatkan peluang perusahaan berkembang dalam jangka panjang. Harga saham tetap dipengaruhi banyak faktor, seperti:
- kondisi ekonomi,
- suku bunga,
- sentimen global,
- nilai tukar rupiah,
- kondisi geopolitik,
- psikologi pasar.
Karena itu, investor tetap perlu memiliki strategi masuk dan keluar yang jelas.
Cara Memilih Saham Fundamental Bagus
Kalau ingin mencari saham sendiri, kamu bisa menggunakan langkah berikut.
Pelajari Laporan Keuangan
Perhatikan pertumbuhan pendapatan dan laba selama minimal lima tahun terakhir.
Cek Rasio Keuangan
Misalnya:
- ROE
- ROA
- DER
- PER
- PBV
- Net Profit Margin
Lihat Prospek Industri
Pilih sektor yang masih memiliki peluang bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Bandingkan dengan Kompetitor
Jangan hanya melihat satu perusahaan. Bandingkan dengan perusahaan lain di sektor yang sama.
Jangan Membeli Karena FOMO
Saham yang sedang ramai belum tentu murah. Sering kali justru sudah terlalu mahal.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor
Banyak investor pemula melakukan kesalahan berikut.
- Pertama, hanya melihat harga saham murah. Padahal harga Rp100 belum tentu lebih murah dibanding saham Rp10.000 jika dilihat dari valuasinya.
- Kedua, membeli saham tanpa membaca laporan keuangan.
- Ketiga, membeli karena rekomendasi media sosial.
- Keempat, tidak melakukan diversifikasi.
- Kelima, panik saat harga turun. Padahal perusahaan yang fundamentalnya baik sering mengalami koreksi sebelum kembali naik mengikuti pertumbuhan bisnisnya.
Kesimpulan
Mencari saham fundamental bagus bukan sekadar melihat perusahaan terkenal. Investor perlu memahami kondisi bisnis, laporan keuangan, tingkat utang, profitabilitas, hingga prospek industrinya.
Daftar 50 saham di atas bisa menjadi titik awal untuk menyusun watchlist investasi. Namun, keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada riset yang matang dan disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Semakin baik kualitas analisis yang kamu lakukan, semakin besar peluang membangun portofolio yang sehat untuk jangka panjang.
Download FLOQ dan Mulai Belajar Investasi
Selain memahami cara memilih saham fundamental bagus, penting juga untuk terus memperluas wawasan tentang dunia investasi dan aset digital.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ adalah aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu juga bisa mengakses berbagai artikel edukasi, analisis pasar, dan materi investasi untuk membantu mengambil keputusan yang lebih bijak.
FAQ
Apa yang dimaksud saham fundamental bagus?
Saham fundamental bagus adalah saham dari perusahaan dengan kondisi keuangan sehat, laba stabil, pendapatan bertumbuh, dan prospek bisnis yang baik.
Apakah saham blue chip selalu memiliki fundamental bagus?
Sebagian besar iya, tetapi investor tetap perlu mengecek laporan keuangan terbaru karena kondisi perusahaan dapat berubah.
Berapa lama investasi saham fundamental sebaiknya dilakukan?
Idealnya minimal 3-5 tahun agar pertumbuhan bisnis perusahaan dapat tercermin pada harga saham.
Bagaimana cara mengetahui fundamental suatu saham?
Kamu dapat membaca laporan keuangan perusahaan, laporan tahunan, keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan menganalisis berbagai rasio keuangan.
Apakah saham fundamental bagus cocok untuk pemula?
Ya. Banyak investor pemula memilih saham dengan fundamental kuat karena umumnya memiliki risiko yang lebih rendah dibanding saham spekulatif.
Baca Juga: 10 Saham Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang, Nomor 7 Sering Diremehkan!







