Reksadana Campuran: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Investasi

15 Sep 2026

8 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Pernah bingung memilih reksadana karena ada terlalu banyak jenisnya? Ada reksadana pasar uang. Ada reksadana pendapatan tetap. Ada juga reksadana saham. Nah, di tengah-tengahnya ada reksadana campuran.

Sesuai namanya, produk ini menggabungkan beberapa jenis aset dalam satu portofolio. Umumnya berupa saham dan obligasi atau efek bersifat utang, dan instrumen pasar uang. Jadi, kamu nggak hanya bergantung pada satu jenis aset.

Tapi, apakah reksadana campuran cocok untuk semua orang? Belum tentu. Sebelum membeli, kamu perlu tahu dulu reksadana campuran adalah apa, bagaimana cara kerjanya, apa keuntungannya, apa risikonya, dan siapa yang cocok menggunakannya.

Yuk, bahas dari awal.

Apa Itu Reksadana Campuran?

Sederhananya, reksadana campuran adalah reksadana yang menginvestasikan dana pada kombinasi beberapa jenis aset, terutama saham, efek bersifat utang, dan/atau instrumen pasar uang.

OJK menjelaskan bahwa reksadana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk kemudian diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Khusus reksadana campuran, komposisi asetnya dibuat lebih fleksibel dibandingkan beberapa jenis reksadana lainnya.

Dalam ketentuan yang dirujuk OJK, masing-masing jenis aset dalam reksadana campuran tidak boleh melebihi 79% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB), dengan portofolio wajib memiliki efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang.

Artinya, reksadana campuran bisa punya kombinasi aset yang berbeda-beda. Misalnya, sebuah produk bisa memiliki porsi saham yang cukup besar, kemudian dilengkapi obligasi dan instrumen pasar uang.

Produk lainnya bisa saja punya komposisi yang lebih seimbang. Makanya, jangan cuma melihat nama produknya. Kamu juga perlu melihat isi portofolionya.

Bagaimana Cara Kerja Reksadana Campuran?

Cara kerjanya sebenarnya cukup sederhana. Kamu membeli unit penyertaan reksadana. Dana dari banyak investor kemudian dikumpulkan dan dikelola oleh Manajer Investasi.

Manajer Investasi inilah yang mengelola dana tersebut sesuai dengan strategi dan kebijakan investasi yang tercantum dalam prospektus.

Dana kemudian ditempatkan ke beberapa aset. Misalnya:

  • Saham perusahaan.
  • Obligasi pemerintah atau korporasi.
  • Instrumen pasar uang.
  • Aset lain yang diperbolehkan sesuai kebijakan investasi produk.

Jadi, kamu nggak perlu membeli dan mengatur semua aset tersebut satu per satu. Manajer Investasi yang melakukan pengelolaan portofolionya.

Nilai investasi kamu kemudian mengikuti perkembangan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit. Kalau nilai aset dalam portofolio meningkat, NAB berpotensi ikut meningkat.

Sebaliknya, kalau harga aset dalam portofolio mengalami penurunan, NAB juga bisa turun. Jadi, reksadana campuran tetap memiliki risiko investasi.

Kenapa Disebut “Campuran”?

Karena isinya memang terdiri dari beberapa kelompok aset. Bayangkan kamu punya satu keranjang. Isinya bukan cuma apel. Ada apel, jeruk, dan pisang.

Kalau harga salah satu buah turun, seluruh keranjang belum tentu terkena dampak yang sama besar karena ada buah lainnya. Konsep diversifikasi dalam investasi kurang lebih seperti itu.

Pada reksadana campuran, dana ditempatkan pada beberapa jenis aset dengan karakteristik yang berbeda.

Saham misalnya, punya potensi pertumbuhan yang lebih tinggi tetapi pergerakannya juga bisa lebih fluktuatif. Obligasi cenderung punya karakteristik yang berbeda.

Sementara instrumen pasar uang biasanya digunakan untuk aset dengan karakteristik likuiditas dan jangka waktu yang lebih pendek. Kombinasi tersebut membuat karakter reksadana campuran berada di antara beberapa jenis reksadana lainnya.

Jenis-Jenis Reksadana Campuran

Nggak semua reksadana campuran punya komposisi yang sama. Ini penting banget untuk dipahami. Secara praktik, kamu bisa menemukan produk yang lebih agresif karena memiliki porsi saham lebih besar.

Ada juga yang lebih moderat karena porsi efek utangnya relatif lebih besar. Karena itu, sebelum membeli, cek beberapa hal berikut:

1. Komposisi aset

Lihat berapa besar dana yang ditempatkan di saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Komposisi ini akan membantu kamu memahami karakter produk.

2. Strategi Manajer Investasi

Setiap produk bisa punya strategi berbeda. Ada yang lebih aktif melakukan perubahan komposisi aset. Ada yang lebih konservatif. Ada pula yang berusaha memanfaatkan kondisi pasar dengan mengubah bobot aset sesuai strategi investasi.

3. Fokus instrumen

Perhatikan aset apa yang menjadi bagian terbesar portofolio. Kalau sebagian besar berada di saham, pergerakannya bisa lebih sensitif terhadap kondisi pasar saham.

Kalau porsi obligasinya lebih besar, faktor seperti perubahan suku bunga dan kondisi pasar obligasi juga perlu diperhatikan. Jadi, istilah “campuran” bukan berarti semua produk punya risiko yang sama.

Apa Keuntungan Reksadana Campuran?

Ada beberapa alasan kenapa reksadana campuran bisa menarik untuk dipertimbangkan.

1. Diversifikasi dalam satu produk

Ini salah satu keunggulan utamanya. Kamu bisa mendapatkan eksposur ke beberapa jenis aset melalui satu produk reksadana. Jadi, nggak harus membeli saham dan obligasi secara terpisah.

2. Dikelola oleh Manajer Investasi

Kamu nggak perlu menentukan sendiri kapan harus membeli atau menjual setiap aset dalam portofolio. Pengelolaan dilakukan oleh Manajer Investasi berdasarkan strategi produk. Buat investor yang belum punya banyak waktu untuk mengelola portofolio sendiri, hal ini bisa menjadi nilai tambah.

3. Potensi pertumbuhan lebih beragam

Karena memiliki beberapa jenis aset, sumber potensi hasil investasinya juga lebih beragam.

Ketika saham sedang tumbuh, komponen saham bisa memberikan kontribusi terhadap kinerja. Sementara aset lainnya memiliki karakteristik masing-masing. Tetap perlu diingat, diversifikasi bukan berarti investasi bebas risiko.

4. Bisa menjadi pilihan untuk tujuan investasi menengah

Materi edukasi OJK menempatkan reksadana campuran sebagai salah satu jenis reksadana yang dapat dipertimbangkan untuk tujuan investasi dengan horizon sekitar 3–5 tahun.

Namun, angka tersebut bukan berarti semua produk reksadana campuran wajib dipegang selama periode tersebut. Kamu tetap perlu melihat prospektus, profil risiko, tujuan keuangan, dan karakter produk yang dipilih.

Apa Risiko Reksadana Campuran?

Nah, bagian ini jangan dilewatkan. Jangan sampai melihat kata “campuran” lalu menganggap risikonya otomatis rendah. Nggak begitu.

Risiko pasar

Harga saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya bisa berubah karena kondisi pasar. Kalau nilai aset dalam portofolio turun, NAB reksadana juga bisa ikut turun.

Risiko likuiditas

Dalam kondisi tertentu, aset dalam portofolio bisa lebih sulit dijual pada harga yang diharapkan. Hal ini dapat memengaruhi proses pengelolaan portofolio.

Risiko perubahan suku bunga

Karena reksadana campuran bisa memiliki obligasi atau efek bersifat utang, perubahan suku bunga dapat memengaruhi harga aset tersebut.

Risiko Manajer Investasi

Strategi pengelolaan juga berpengaruh terhadap kinerja. Dua produk yang sama-sama disebut reksadana campuran belum tentu memiliki hasil yang sama. Komposisi dan strategi pengelolaannya bisa berbeda.

Risiko penurunan NAB

Ini yang paling gampang dilihat investor. Harga unit reksadana bisa naik dan turun. Jadi, jangan menganggap reksadana sebagai produk yang selalu menghasilkan keuntungan.

Reksadana Campuran Cocok untuk Siapa?

Pertanyaan ini lebih penting daripada sekadar “berapa keuntungannya?” Reksadana campuran bisa dipertimbangkan oleh investor yang ingin melakukan diversifikasi dan memiliki tujuan investasi jangka menengah.

Produk ini juga bisa menarik buat kamu yang ingin mendapatkan kombinasi eksposur saham dan obligasi tanpa harus mengelola semuanya sendiri. Tapi, tetap sesuaikan dengan profil risiko.

Kalau kamu sangat konservatif dan nggak nyaman melihat nilai investasi turun, reksadana campuran dengan porsi saham tinggi mungkin terasa terlalu fluktuatif.

Sebaliknya, kalau kamu punya toleransi risiko lebih tinggi dan tujuan investasi yang lebih panjang, produk dengan komposisi lebih agresif mungkin bisa dipertimbangkan.

Intinya, jangan memilih hanya karena performanya sedang bagus. Lihat juga apakah produknya sesuai dengan tujuan finansial kamu.

Reksadana Campuran vs Reksadana Saham

Keduanya sering dibandingkan. Bedanya ada pada komposisi aset. Reksadana saham menempatkan setidaknya 80% NAB pada efek bersifat ekuitas.

Sementara reksadana campuran memiliki kombinasi efek ekuitas, efek bersifat utang, dan/atau instrumen pasar uang dengan batasan komposisi tertentu.

Karena itu, reksadana saham umumnya lebih sensitif terhadap pergerakan pasar saham. Reksadana campuran punya sumber aset yang lebih beragam. Tapi sekali lagi, komposisi masing-masing produk tetap perlu dicek.

Reksadana Campuran vs Reksadana Pendapatan Tetap

Perbedaannya juga ada pada komposisi. Reksadana pendapatan tetap menempatkan sekurang-kurangnya 80% NAB dalam efek bersifat utang.

Sementara reksadana campuran menggabungkan beberapa jenis aset. Jadi, kalau kamu ingin eksposur yang lebih besar pada obligasi, reksadana pendapatan tetap bisa menjadi salah satu pilihan yang dipelajari.

Kalau ingin kombinasi saham dan efek utang, reksadana campuran bisa menjadi alternatif untuk dipertimbangkan.

Cara Memilih Reksadana Campuran

Jangan asal pilih produk yang return-nya sedang tinggi. Ada beberapa hal yang sebaiknya kamu cek.

1. Baca prospektus

Ini memang terdengar membosankan. Tapi prospektus berisi informasi penting mengenai strategi investasi, risiko, biaya, dan ketentuan produk.

2. Lihat komposisi portofolio

Cari tahu dana kamu akan ditempatkan di mana. Saham apa saja? Obligasi apa? Berapa persen porsi masing-masing aset? Informasi ini membantu kamu memahami risiko produk.

3. Cek kinerja historis

Kinerja masa lalu bukan jaminan hasil di masa depan. Tapi, data historis tetap bisa membantu kamu melihat bagaimana produk tersebut pernah menghadapi kondisi pasar yang berbeda.

4. Perhatikan biaya

Cek biaya yang terkait dengan pembelian, penjualan kembali, pengelolaan, atau biaya lain yang tercantum dalam dokumen produk. Biaya bisa memengaruhi hasil investasi kamu.

5. Sesuaikan dengan tujuan

Jangan memilih produk sebelum menentukan tujuan. Misalnya untuk dana pendidikan, membeli rumah, atau tujuan finansial lainnya. Tentukan kapan uang tersebut dibutuhkan. Setelah itu, baru cari produk yang karakteristiknya sesuai.

6. Kenali profil risiko

Ini penting. Kalau melihat portofolio turun sedikit saja sudah bikin panik, kamu perlu mempertimbangkan apakah produk dengan volatilitas lebih tinggi memang cocok. Investasi seharusnya bukan cuma soal mengejar return. Kenyamanan menghadapi risikonya juga penting.

Apakah Reksadana Campuran Aman?

Jawabannya perlu dilihat dari dua sisi. Reksadana merupakan produk pasar modal yang memiliki mekanisme pengelolaan dan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, diawasi regulator bukan berarti investasi pasti untung atau bebas risiko. Nilai investasi tetap bisa naik dan turun.

Karena itu, sebelum berinvestasi, pastikan kamu memahami produk, membaca prospektus, dan memilih produk yang sesuai dengan profil risiko serta tujuan finansial. OJK sendiri menempatkan reksadana sebagai bagian dari produk pengelolaan investasi yang diawasi OJK.

Apakah Reksadana Campuran Cocok untuk Pemula?

Bisa saja. Tapi jangan langsung beli hanya karena namanya terdengar lebih “aman” daripada reksadana saham.

Pemula tetap perlu memahami beberapa hal dasar. Mulai dari cara kerja NAB, komposisi aset, risiko pasar, biaya, hingga jangka waktu investasi.

Kalau sudah paham, kamu bisa mulai membandingkan beberapa produk berdasarkan tujuan finansial dan profil risiko. Nggak perlu buru-buru. Yang penting paham dulu sebelum mengambil keputusan.

Tips Investasi Reksadana Campuran untuk Pemula

Kalau kamu baru mulai, beberapa langkah sederhana ini bisa membantu.

  • Pertama, tentukan tujuan investasi.
  • Kedua, tentukan kapan uang tersebut akan digunakan.
  • Ketiga, kenali profil risiko.
  • Keempat, pelajari komposisi aset produk.
  • Kelima, baca prospektus dan fund fact sheet.
  • Keenam, jangan menggunakan uang yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Dan yang terakhir, jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan return jangka pendek. Pasar bisa berubah. Strategi yang cocok hari ini belum tentu cocok untuk tujuan kamu beberapa tahun ke depan.

FAQ Reksadana Campuran

Apa itu reksadana campuran?

Reksadana campuran adalah produk reksadana yang menggabungkan beberapa jenis aset, seperti saham, efek bersifat utang, dan/atau instrumen pasar uang dalam satu portofolio.

Apakah reksadana campuran menguntungkan?

Reksadana campuran memiliki potensi memberikan hasil investasi, tetapi tidak ada keuntungan yang dijamin. Nilai investasinya dapat naik dan turun mengikuti kondisi aset dalam portofolio.

Apakah reksadana campuran cocok untuk pemula?

Bisa, selama pemula memahami cara kerja, risiko, biaya, dan komposisi produk serta memilihnya berdasarkan tujuan finansial dan profil risiko.

Berapa lama idealnya investasi di reksadana campuran?

Materi edukasi OJK menyebut reksadana campuran cocok untuk tujuan investasi sekitar 3–5 tahun. Namun, jangka waktu yang tepat tetap perlu disesuaikan dengan produk dan tujuan finansial masing-masing.

Apa perbedaan reksadana campuran dan reksadana saham?

Reksadana saham menempatkan sekurang-kurangnya 80% NAB pada efek bersifat ekuitas. Reksadana campuran mengombinasikan saham, efek bersifat utang, dan/atau instrumen pasar uang sesuai ketentuan komposisinya.

Apakah reksadana campuran bebas risiko?

Nggak. Reksadana campuran tetap memiliki risiko, termasuk risiko pasar, perubahan harga aset, likuiditas, dan risiko lainnya.

Apakah reksadana campuran bisa rugi?

Bisa. Kalau nilai aset dalam portofolio turun, NAB reksadana juga bisa turun sehingga nilai investasi kamu dapat berkurang.

Kesimpulan

Jadi, reksadana campuran adalah reksadana yang menggabungkan beberapa jenis aset dalam satu portofolio, terutama saham dan efek bersifat utang, serta dapat mencakup instrumen pasar uang.

Konsepnya cukup menarik karena memberikan diversifikasi dalam satu produk. Tapi bukan berarti risikonya hilang.

Kamu tetap perlu memahami komposisi aset, strategi Manajer Investasi, biaya, kinerja historis, serta profil risiko sebelum membeli.

Kalau tujuan kamu adalah investasi jangka menengah dan ingin memiliki kombinasi beberapa jenis aset, reksadana campuran bisa menjadi salah satu produk yang layak dipelajari.

Yang paling penting, jangan memilih investasi hanya karena sedang populer atau punya kinerja tinggi. Pahami dulu produknya. Baru ambil keputusan.

Mulai Kenali Investasi Aset Digital di FLOQ

Selain mempelajari berbagai instrumen investasi, kamu juga bisa mengenal lebih jauh aset digital dan cara kerjanya melalui FLOQ.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store; FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Reksadana Adalah Apa? Kenali Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya Sebelum Mulai Investasi

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device