BlackRock Masih Bullish Bitcoin Usai Anjlok 50%, Sinyal BTC Siap Bangkit?

Berita

19 Aug 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Bitcoin telah kehilangan lebih dari separuh nilainya dari level tertinggi sekitar US$126.000 pada Oktober 2025. Meski koreksi tajam tersebut membuat pasar kripto berada dalam tekanan, BlackRock justru menilai penurunan Bitcoin bukan berarti tesis jangka panjang aset kripto tersebut telah berakhir.

Manajer aset global itu melihat aksi jual Bitcoin lebih banyak dipengaruhi oleh leverage, perubahan arus modal, serta ekspektasi makroekonomi dibandingkan perubahan fundamental terhadap Bitcoin.

Pandangan tersebut menjadi penting karena tesis jangka panjang BlackRock terhadap Bitcoin kini tidak sekadar berkaitan dengan potensi kenaikan harga. Bitcoin dinilai semakin memiliki posisi sebagai salah satu aset yang dapat dipertimbangkan dalam portofolio investasi terdiversifikasi dalam jangka panjang.

Crash Bitcoin Lebih Dipicu Leverage

Dilaporkan Coinpedia, Bitcoin sempat menyentuh sekitar US$126.000 pada Oktober 2025 sebelum merosot mendekati US$60.000 pada 2026. Menurut BlackRock, tingginya leverage dan perubahan posisi investor menjadi salah satu faktor utama di balik penurunan tersebut.

Open interest pada pasar futures kripto sempat menembus US$90 miliar di sekitar level tertinggi Bitcoin. Sekitar 80 persen di antaranya berasal dari perpetual futures di luar pasar CME.

Ketika gejolak tarif dan perubahan ekspektasi suku bunga mulai menekan aset berisiko, aksi likuidasi pun meningkat dan mempercepat penurunan Bitcoin.

BlackRock juga mencatat adanya penyesuaian posisi dari investor jangka panjang di sekitar level psikologis US$100.000. Di sisi lain, permintaan dari perusahaan treasury aset digital juga mengalami pelemahan.

Arus Dana ETF Bitcoin Masih Jadi Faktor Penting

Di tengah koreksi harga, arus dana produk investasi Bitcoin juga menjadi perhatian. Spot Bitcoin ETP tercatat menarik sekitar US$60 miliar dana kumulatif sejak diluncurkan hingga Oktober 2025.

Namun, setelah periode tersebut, produk investasi Bitcoin mengalami arus keluar bersih lebih dari US$5 miliar. Pada saat yang sama, perhatian investor mulai bergeser ke sektor lain, termasuk dana yang berfokus pada kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang menarik lebih dari US$46 miliar pada periode yang sama.

BlackRock menilai perubahan arus dana tersebut tidak serta-merta menunjukkan investor telah meninggalkan Bitcoin. Pergerakan tersebut lebih mencerminkan bagaimana modal dapat berpindah dengan cepat ketika narasi pasar berubah.

Kenapa BlackRock Masih Optimistis pada Bitcoin?

BlackRock masih melihat sejumlah alasan yang mendukung prospek jangka panjang Bitcoin.

Pertama, jumlah Bitcoin memiliki batas pasokan sehingga berbeda dari mata uang fiat yang dapat diperluas melalui kebijakan moneter bank sentral.

Kedua, akses institusional terhadap Bitcoin semakin berkembang melalui produk ETP yang teregulasi. Perkembangan regulasi aset digital yang semakin mendukung juga dinilai dapat memperluas akses investor terhadap aset tersebut.

Bitcoin juga memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan aset tradisional. Dalam kondisi tertentu, karakteristik tersebut berpotensi memberikan diversifikasi terhadap portofolio sekaligus menjadi salah satu instrumen untuk menghadapi penurunan daya beli mata uang fiat.

Dalam analisis portofolio 10 tahun terbarunya, BlackRock bahkan menemukan bahwa alokasi Bitcoin sebesar 1-2 persen berpotensi meningkatkan risk-adjusted return pada portofolio tradisional 60/40.

Meski demikian, hasil tersebut sangat bergantung pada periode pengamatan dan asumsi yang digunakan.

Bitcoin Mulai Tunjukkan Sinyal Akumulasi?

Di tengah pandangan jangka panjang BlackRock, sejumlah indikator on-chain juga mulai memberikan sinyal yang lebih positif.

Analisis CryptoQuant menunjukkan permintaan spot Bitcoin mendekati fase positif untuk pertama kalinya sejak Februari. Perubahan tersebut dapat menjadi sinyal awal meningkatnya minat beli setelah tekanan jual yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Secara historis, ketika permintaan spot Bitcoin mengalami perubahan serupa, harga BTC mencatat median kenaikan sekitar 18,1 persen dalam 60 hari berikutnya dengan tingkat keberhasilan mencapai 78 persen.

Pada periode ketika valuasi Bitcoin berada pada level yang sangat tertekan, tingkat keberhasilan historis tersebut bahkan meningkat menjadi 87 persen.

Glassnode juga melihat tanda-tanda bahwa investor dengan keyakinan jangka panjang mulai kembali mengakumulasi Bitcoin. Menurut perusahaan analitik blockchain tersebut, kondisi saat ini memiliki kemiripan dengan sejumlah fase akumulasi sebelumnya, termasuk periode pembentukan dasar pasar pada 2022.

Area US$60.000 juga menjadi perhatian karena pada level tersebut investor dengan keyakinan tinggi sebelumnya tercatat meningkatkan kepemilikan Bitcoin secara signifikan.

Apakah Bitcoin Sudah Menemukan Titik Terendah?

Kombinasi pandangan BlackRock dan sejumlah indikator on-chain menunjukkan bahwa minat beli mulai muncul kembali ketika harga Bitcoin berada di level yang lebih rendah.

Namun, kondisi tersebut belum dapat menjadi kepastian bahwa Bitcoin telah mencapai titik terendah.

Pergerakan harga Bitcoin masih akan sangat dipengaruhi oleh arus modal, kebijakan suku bunga, kondisi likuiditas global, leverage pasar, serta sentimen investor.

Dengan kata lain, koreksi lebih dari 50 persen belum membuat BlackRock mengubah pandangan jangka panjangnya terhadap Bitcoin. Bagi perusahaan tersebut, penurunan harga saat ini lebih mencerminkan perubahan positioning dan dinamika pasar daripada runtuhnya fundamental Bitcoin.

Sementara itu, munculnya kembali permintaan spot dan indikasi akumulasi dari investor jangka panjang menjadi sinyal yang patut diperhatikan pasar. Namun, investor tetap perlu melihat indikator tersebut sebagai sinyal historis dan on-chain, bukan jaminan bahwa reli Bitcoin berikutnya sudah dimulai.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Analisa Bitcoin Hari Ini (19/8): BTC Uji $65.000, Apa Pemicu Reli Berikutnya?

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device