Bitcoin (BTC) sempat melonjak setelah data inflasi AS lebih rendah dari perkiraan. Namun, reli tersebut cepat kehilangan tenaga setelah imbal hasil Treasury kembali naik. Kini, level $83.000 menjadi area penting yang dipantau pasar.
Bitcoin bergerak volatil pada perdagangan 30 September 2026. Harga BTC sempat naik sekitar 1% ke area $84.750setelah data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat dirilis, tetapi kemudian kembali melemah ke kisaran $83.400–$83.700.
Secara keseluruhan, pergerakan harian Bitcoin relatif datar hingga turun sekitar 0,4%. Rentang perdagangan intraday berada di sekitar $1.700.
Data PCE Sempat Jadi Bahan Bakar Reli Bitcoin
Dilaporkan Coinpedia, pergerakan awal Bitcoin dipicu oleh data inflasi AS yang memberikan sinyal lebih lunak dari perkiraan.
Core PCE tercatat naik 0,2% secara bulanan, lebih rendah dari ekspektasi 0,3%. Secara tahunan, Core PCE berada di 3,0%, juga di bawah perkiraan 3,3%.

Data tersebut sempat mendorong imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun sekitar 4 basis poin. Pada saat yang sama, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober disebut turun dari sekitar 70% menjadi 47%.
Kondisi tersebut memberikan ruang bagi Bitcoin untuk menguat karena penurunan yield dapat mengurangi opportunity cost untuk memegang aset berisiko seperti BTC.
Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama.
Yield Naik Lagi, Bitcoin Kehilangan Momentum
Setelah respons awal terhadap data PCE, perhatian pasar kembali bergeser ke sejumlah indikator ekonomi AS yang justru menunjukkan ekonomi masih cukup kuat.
Imbal hasil Treasury 10 tahun kembali naik dan sempat menyentuh sekitar 5,29%, level tertinggi sejak 2007.
Data GDP AS juga tercatat 2,2%, lebih tinggi dari ekspektasi 1,5%. Sementara itu, data ADP menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sebesar 90.000, dibandingkan ekspektasi 49.000.
Kombinasi data tersebut membuat ekspektasi kebijakan moneter kembali berubah. Imbal hasil yang lebih tinggi kemudian memberikan tekanan terhadap aset berisiko, sementara indeks S&P 500 ditutup turun sekitar 0,3%.
Bitcoin pun gagal mempertahankan kenaikan menuju area $85.000.
$84.500 Jadi Penghalang Penting BTC

Dari sisi teknikal, area $84.500 kembali menjadi salah satu resistance yang sulit ditembus Bitcoin.
BTC memang sempat naik melewati level tersebut setelah rilis data PCE, tetapi tidak mampu mempertahankan posisinya. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih muncul ketika harga mendekati area resistance.
Selain itu, permintaan spot Bitcoin juga disebut belum cukup kuat. Salah satu analisis yang dikutip dalam materi pasar menunjukkan permintaan spot berkurang sekitar 170.000 BTC dalam 30 hari.
Di pasar derivatif, futures open interest juga berada di sekitar level terendah sepanjang tahun.
Artinya, kenaikan harga Bitcoin belum sepenuhnya didukung oleh peningkatan permintaan yang kuat.
Bitcoin Harus Pertahankan $83.000

Di tengah kondisi tersebut, level $83.000 menjadi perhatian pasar.
Sejumlah analisis teknikal melihat Bitcoin masih mempertahankan struktur kenaikan sejak titik terendah pada Juli. Selama BTC mampu bertahan di atas area tersebut, struktur higher high dan higher low masih dapat dipertahankan.
Jika momentum kembali menguat, beberapa resistance berikutnya berada di sekitar:
- $85.140 sebagai level konfirmasi momentum jangka pendek.
- $86.960 sebagai area resistance berikutnya.
- $88.600 sebagai resistance yang lebih tinggi.
- $92.200 dan $97.637 sebagai level lanjutan yang dipantau jika reli berlanjut.
Sebaliknya, jika Bitcoin mengalami breakdown yang terkonfirmasi di bawah $83.000, perhatian pasar dapat bergeser ke support yang lebih rendah.
$81.600–$82.937 Jadi Support Berikutnya
Data CoinMarketCap melihat area $81.600–$82.937 menjadi salah satu zona support penting yang dipantau.
Zona tersebut berkaitan dengan area harga yang sebelumnya berperan sebagai resistance. Bitcoin sempat turun sedikit di bawah area ini pada awal pekan, tetapi kembali naik sehingga belum menunjukkan breakdown yang kuat.
Dalam analisis teknikal, penurunan sesaat di bawah support belum tentu berarti tren berubah. Konfirmasi breakdown biasanya membutuhkan harga untuk bertahan di bawah area tersebut atau gagal melakukan reclaim setelah breakdown.
Karena itu, reaksi BTC di sekitar $81.600–$82.937 menjadi penting untuk melihat apakah tekanan jual semakin kuat atau justru kembali diserap pembeli.
Altcoin Mulai Bergerak, Tapi Belum Tentu Altcoin Season

Pergerakan Bitcoin juga menjadi perhatian bagi pasar altcoin.
Beberapa altcoin memang mulai mencatat kenaikan dan breakout masing-masing. Namun, kondisi tersebut belum otomatis berarti pasar telah memasuki altcoin season secara luas.
Salah satu indikator yang diperhatikan adalah Bitcoin dominance, yakni persentase kapitalisasi pasar kripto yang dikuasai Bitcoin.
Dominasi Bitcoin saat ini masih bergerak sideways. Salah satu analisis menyebut penurunan dominance hingga di bawah 58% dapat menjadi sinyal yang lebih jelas bahwa modal mulai berpindah secara lebih luas ke altcoin.
Dengan demikian, kenaikan sejumlah altcoin saat ini masih dapat dilihat sebagai kekuatan yang tersebar pada aset tertentu, bukan pergerakan serentak di seluruh pasar altcoin.
Bitcoin Hari Ini: Pasar Menunggu Breakout Berikutnya
Pergerakan Bitcoin pada akhir September menunjukkan bahwa data makro masih menjadi katalis utama.
Data PCE yang lebih rendah dari perkiraan sempat mendorong BTC naik, tetapi kenaikan yield dan data ekonomi AS yang lebih kuat membuat momentum tersebut kembali mereda.
Untuk jangka pendek, $83.000 menjadi level penting di sisi bawah, sementara $85.140–$86.960 menjadi area yang perlu ditembus untuk mengembalikan momentum bullish.
Dengan permintaan spot yang belum terlalu kuat dan open interest futures berada di level rendah, Bitcoin masih membutuhkan katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Ripple Bidik Pasar Treasury US$13 Triliun, RLUSD Jadi Senjata Baru





