Ripple Bidik Pasar Treasury US$13 Triliun, RLUSD Jadi Senjata Baru

Berita

30 Sep 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Ripple melihat pasar pengelolaan treasury korporasi dengan nilai transaksi sekitar US$13 triliun per tahun sebagai salah satu jalur distribusi potensial untuk stablecoin RLUSD yang kini memiliki suplai beredar sekitar US$2,4 miliar.

Angka US$13 triliun tersebut bukan merupakan proyeksi volume transaksi RLUSD. Nilai itu menggambarkan total transaksi tahunan yang dilakukan oleh basis pelanggan bisnis Ripple Treasury.

Menurut laporan CoinDesk pada 12 September 2026, Ripple Stablecoin Chief Jack McDonald mengatakan bisnis treasury perusahaan dapat menghubungkan RLUSD dengan kebutuhan pembayaran korporasi, settlement, dan pengelolaan likuiditas.

“Peluang tersebut sangat besar,” kata McDonald.

Ripple Treasury Layani Sekitar 1.200 Perusahaan

Ripple masuk ke bisnis pengelolaan treasury korporasi setelah mengakuisisi GTreasury senilai US$1 miliar pada Oktober 2025. Bisnis tersebut kemudian beroperasi sebagai Ripple Treasury dan melayani sekitar 1.200 treasurer serta chief financial officer (CFO).

McDonald mengatakan perusahaan-perusahaan yang menggunakan platform tersebut melakukan transaksi domestik, lintas negara, hingga perpindahan dana antar-entitas.

Basis pelanggan tersebut, menurut McDonald, menangani sekitar US$13 triliun transaksi setiap tahun. Namun, Ripple belum mengungkapkan berapa bagian dari aktivitas tersebut yang berpotensi menggunakan RLUSD.

Dengan demikian, angka US$13 triliun lebih tepat dilihat sebagai total addressable transaction base bagi Ripple Treasury, bukan target volume transaksi RLUSD.

Platform Ripple Treasury saat ini menggabungkan fungsi pemantauan kas, perencanaan arus kas, pembayaran, manajemen risiko, serta pengelolaan aset digital.

Perusahaan juga memungkinkan pengguna melihat aset kas konvensional dan aset digital dalam satu platform. Ripple menyebut nasabah tetap dapat menggunakan jalur perbankan tradisional sekaligus mengakses jaringan pembayaran berbasis digital.

Suplai RLUSD Tembus US$2,4 Miliar

Di sisi stablecoin, suplai beredar RLUSD telah mencapai sekitar US$2,4 miliar, naik lebih dari 50% dalam satu bulan berdasarkan data Token Terminal yang dikutip CoinDesk.

Sekitar US$1,4 miliar RLUSD beredar di jaringan Ethereum, sementara sekitar US$1 miliar berada di XRP Ledger (XRPL).

Aktivitas harian RLUSD juga meningkat. Berdasarkan angka yang disampaikan McDonald, aktivitas RLUSD naik dari sekitar US$200 juta pada awal 2026 menjadi sekitar US$750 juta pada Agustus 2026.

Namun, angka aktivitas tersebut mencakup transfer dan aktivitas lainnya sehingga tidak secara otomatis menunjukkan adanya US$750 juta transaksi ekonomi unik.

Ripple mengatakan utilitas dan aktivitas harian menjadi salah satu indikator penting dalam mengembangkan RLUSD, bukan hanya besarnya suplai yang beredar.

Meski mengalami pertumbuhan, RLUSD masih memiliki skala yang lebih kecil dibandingkan stablecoin utama seperti USDT dan USDC. Total kapitalisasi pasar stablecoin secara keseluruhan telah melampaui US$300 miliar.

RLUSD diterbitkan di bawah pengawasan New York Department of Financial Services (NYDFS). Ripple menyatakan stablecoin tersebut didukung penuh oleh kas dan aset setara kas.

RLUSD Disiapkan untuk Pembayaran hingga Pasar Modal

Ripple menempatkan pembayaran sebagai salah satu penggunaan utama RLUSD. Stablecoin tersebut dapat digunakan untuk settlement transaksi yang melibatkan perbedaan mata uang, yurisdiksi, maupun transfer antar-entitas perusahaan.

Di pasar modal, Ripple juga memosisikan RLUSD sebagai instrumen kas untuk settlement perdagangan dan collateral.

Penggunaan tersebut berkaitan dengan perkembangan aset dunia nyata yang ditokenisasi. Ripple sebelumnya bekerja sama dengan DBS dan Franklin Templeton dalam struktur yang menghubungkan tokenized money-market funds dengan RLUSD.

Dalam pengumuman pada September 2025, struktur tersebut memungkinkan investor pada dana yang ditokenisasi menukar kepemilikan mereka dengan RLUSD melalui smart contract.

Jalur distribusi lainnya datang dari bisnis prime brokerage Ripple. Perusahaan mengakuisisi Hidden Road senilai US$1,25 miliar, yang kemudian diubah namanya menjadi Ripple Prime.

Sebelum akuisisi, Hidden Road menangani aktivitas clearing sekitar US$3 triliun per tahun untuk lebih dari 300 klien institusional, berdasarkan laporan Reuters saat transaksi diumumkan.

RLUSD juga dapat digunakan sebagai collateral dalam operasi prime brokerage tersebut.

Ripple Kejar Ekspansi RLUSD ke Eropa

Selain memperluas penggunaan institusional, Ripple tengah menyiapkan ekspansi RLUSD ke pasar Eropa melalui struktur dual issuance yang dirancang untuk memenuhi kerangka regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA).

McDonald mengatakan Ripple perlu menyelesaikan proses persetujuan sebelum RLUSD dapat ditawarkan secara luas di Eropa melalui struktur tersebut.

Langkah regulasi Ripple di Eropa turut diperkuat setelah Commission de Surveillance du Secteur Financier (CSSF) Luxembourg memberikan Ripple lisensi Electronic Money Institution (EMI) pada Februari 2026.

Namun, lisensi EMI tersebut tidak secara otomatis berarti struktur dual issuance RLUSD telah memperoleh persetujuan MiCA. Ripple masih perlu menyelesaikan proses otorisasi terkait stablecoin tersebut.

RLUSD Siap Diperluas ke Sejumlah Blockchain

RLUSD saat ini tersedia di Ethereum dan XRP Ledger. Ripple juga menyiapkan ekspansi ke sejumlah jaringan layer-2, termasuk Base, Ink, Optimism, dan Unichain.

Perusahaan mulai menguji integrasi tersebut melalui standar Native Token Transfers dari Wormhole pada Desember 2025.

Melalui pendekatan tersebut, Ripple dapat mempertahankan kontrol atas penerbitan native RLUSD sekaligus memungkinkan aset berpindah di antara jaringan yang didukung.

Meski demikian, peluncuran pada jaringan-jaringan baru tetap bergantung pada pengujian dan persetujuan akhir dari regulator terkait.

McDonald menegaskan Ripple tidak menargetkan seluruh blockchain yang tersedia. Fokus perusahaan adalah jaringan yang memiliki permintaan dari pengguna institusional.

Dengan suplai yang telah mencapai US$2,4 miliar dan basis korporasi Ripple Treasury yang menangani transaksi sekitar US$13 triliun per tahun, Ripple kini mencoba menghubungkan RLUSD dengan aktivitas pembayaran, settlement, collateral, dan likuiditas perusahaan.

Namun, US$13 triliun tersebut belum dapat dianggap sebagai potensi volume transaksi RLUSD yang pasti, karena Ripple belum mengungkapkan berapa bagian dari transaksi pelanggan Treasury yang akan dikonversi menggunakan stablecoin tersebut.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading RLUSD, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Kripto Tak Lagi Sekadar Soal Harga, Ini Kunci Memahami Masa Depannya

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device