Market Outlook: Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru

Berita

08 Nov 2026

5 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Bitcoin (BTC) masih bergerak di bawah level US$76.000 pada Minggu (8/11/2026), setelah mengalami tekanan jual tajam akibat aksi pelemahan di pasar saham Amerika Serikat. Meski mulai menunjukkan pergerakan yang lebih stabil, pasar kripto belum sepenuhnya pulih dari koreksi yang terjadi sepanjang pekan ini.

Berdasarkan data pasar per 8 November 2026 pukul 00.00 GMT, harga Bitcoin berada di sekitar US$75.772. Angka tersebut relatif tidak berubah dalam 24 jam terakhir, tetapi masih mencatat penurunan sekitar 2,5% dalam sepekan. Bitcoin juga masih berada sekitar 39,9% di bawah rekor tertingginya di kisaran US$126.080.

Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan tercatat sekitar US$2,56 triliun, sementara dominasi Bitcoin mencapai 59,3%. Di sisi lain, Crypto Fear & Greed Index berada di level 25 atau masuk kategori Extreme Fear, mencerminkan masih tingginya kehati-hatian investor terhadap kondisi pasar.

Baca juga: Lengkapi Kartu BINGO sampai First Trade, FLOQ Siapkan Total Reward Rp43 Juta!

Wall Street Anjlok, Bitcoin Kehilangan Momentum Pemulihan

Salah satu faktor utama yang membebani harga Bitcoin sepanjang pekan ini adalah aksi jual besar-besaran di Wall Street, terutama pada saham teknologi dan perusahaan yang berkaitan dengan industri kecerdasan buatan (AI).

Pada Kamis (5/11/2026), indeks S&P 500 terkoreksi 4,36% ke level 7.353,73. Nasdaq turun lebih dalam sebesar 5,52% ke 24.315, sedangkan Dow Jones melemah 3,44% ke 51.523,06.

Dilaporkan CoinMarketCap, penurunan tersebut menjadi salah satu koreksi harian terburuk di pasar saham AS sejak April 2025. Saham-saham semikonduktor juga mengalami tekanan signifikan. Nvidia terkoreksi 9,3%, sementara AMD turun hingga 17,3%.

Kekhawatiran mengenai tingginya valuasi perusahaan AI, biaya pendanaan pusat data, serta potensi perlambatan investasi infrastruktur teknologi menjadi sejumlah faktor yang membebani sentimen investor.

Tekanan tersebut kemudian merembet ke pasar aset digital. Bitcoin sempat turun sekitar 6% hingga menyentuh area US$75.600 pada 5 November. Ethereum juga mengalami penurunan sekitar 7–8% ke kisaran US$2.240.

Menurut laporan CoinShares pada 6 November, pelemahan Bitcoin terjadi bersamaan dengan aksi jual saham teknologi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aset kripto masih sensitif terhadap perubahan selera risiko investor di pasar keuangan global.

Likuidasi Lebih dari US$1 Miliar Percepat Penurunan Kripto

Selain tekanan dari pasar saham, tingginya penggunaan leverage di pasar derivatif turut memperbesar volatilitas harga Bitcoin.

Data CoinGlass yang dikutip The Block menunjukkan total posisi perdagangan kripto yang mengalami likuidasi paksa mencapai sekitar US$1,09 miliar dalam 24 jam pada 5 November. Jumlah tersebut melibatkan sekitar 211.000 trader.

Sebagian besar likuidasi berasal dari posisi long atau taruhan bahwa harga aset akan mengalami kenaikan. Dalam periode empat jam, sekitar US$818,9 juta dari total US$879,9 juta likuidasi berasal dari posisi long.

Likuidasi terjadi ketika posisi perdagangan ditutup secara otomatis karena trader tidak lagi memiliki cukup margin untuk menahan pergerakan harga yang berlawanan dengan posisinya.

Kondisi ini dapat mempercepat tekanan jual, terutama ketika banyak trader menggunakan leverage dalam kondisi pasar yang sedang tidak stabil.

Meskipun tekanan likuidasi telah mengurangi sebagian posisi spekulatif di pasar, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa Bitcoin telah menemukan titik terendahnya.

Arus Keluar ETF Bitcoin dan Sikap Investor Institusional

Pergerakan dana pada produk investasi institusional juga menjadi perhatian pasar.

ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat sempat mencatat arus masuk bersih sebesar US$74,6 juta pada 4 November. Namun, aliran dana tersebut belum cukup untuk membalikkan tren negatif sepanjang awal November.

Berdasarkan data dalam laporan pasar pekan pertama November, ETF Bitcoin spot AS masih mencatat arus keluar bersih sekitar US$439,6 juta dalam tiga hari perdagangan pertama bulan ini. Setelah itu, data pasar 5 November kembali menunjukkan tekanan dengan arus keluar sekitar US$448 juta.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa minat investor institusional terhadap Bitcoin masih berfluktuasi di tengah ketidakpastian pasar.

Perhatian lainnya datang dari perusahaan treasury Bitcoin, Strategy, yang tercatat memiliki 849.327 BTC dengan harga pembelian rata-rata US$75.451 per BTC.

Dengan harga Bitcoin yang berada di sekitar US$75.772 pada 8 November, posisi harga pasar hanya sekitar 0,4% di atas rata-rata harga pembelian perusahaan tersebut.

Kondisi ini menjadi salah satu level yang diperhatikan pelaku pasar, meskipun harga pembelian rata-rata Strategy tidak dapat dianggap sebagai batas bawah harga Bitcoin.

Data Tenaga Kerja AS Berpotensi Memengaruhi Kebijakan The Fed

Perhatian investor berikutnya tertuju pada perkembangan ekonomi Amerika Serikat, khususnya data ketenagakerjaan dan inflasi yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Pada Jumat (6/11/2026), Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa jumlah tenaga kerja nonpertanian atau nonfarm payrolls bertambah 165.000 pekerjaan sepanjang Oktober. Angka tersebut jauh melampaui perkiraan pasar sekitar 65.000 pekerjaan.

Tingkat pengangguran AS juga turun menjadi 4,1% dari sebelumnya 4,2%.

Data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih relatif solid. Namun, perkembangan ini turut meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama.

Menurut laporan Reuters, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember meningkat menjadi sekitar 78% setelah publikasi data tenaga kerja, dari sebelumnya sekitar 70%.

Bagi pasar kripto, ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat menjadi tekanan karena berpotensi meningkatkan daya tarik instrumen keuangan berbunga dan mengurangi minat terhadap aset berisiko.

Selanjutnya, investor akan mencermati publikasi data inflasi konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI) Oktober yang dijadwalkan pada 10 November 2026.

Data tersebut berpotensi memberikan gambaran lebih lanjut mengenai tekanan inflasi dan arah kebijakan moneter AS ke depan.

Level US$75.000 Menjadi Perhatian Pasar Bitcoin

Ilustrasi pergerakan Bitcoin (BTC) pada Minggu, 8 November 2026. Foto: FLOQ.

Dalam jangka pendek, area US$75.300–US$75.600 menjadi salah satu level teknikal yang diperhatikan setelah Bitcoin mengalami penurunan tajam pada 5 November.

Apabila tekanan jual kembali meningkat dan Bitcoin menembus area tersebut, pelaku pasar akan mencermati level berikutnya di sekitar US$73.000 hingga US$68.000.

Sebaliknya, pemulihan yang berkelanjutan menuju US$80.000 dapat menjadi salah satu indikasi awal membaiknya momentum harga. Namun, pergerakan tersebut tetap perlu dikonfirmasi oleh kondisi pasar dan aktivitas pembelian.

Di luar pergerakan harga, perkembangan pasar saham AS, arus dana ETF Bitcoin, data inflasi, serta ekspektasi kebijakan The Fed masih menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan investor.

Dengan volatilitas yang masih tinggi dan sentimen pasar berada dalam kategori Extreme Fear, pergerakan Bitcoin pada pekan kedua November diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dan perubahan selera risiko investor.

Investor perlu memperhatikan risiko volatilitas, mengelola eksposur sesuai profil risiko, serta tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan penurunan harga dalam jangka pendek.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Kalender Kripto November 2026: Jadwal Penting The Fed, Data Ekonomi AS, dan Token Unlock

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device