Bitcoin Bikin Kejutan! Strategy Jual BTC, Harga Justru Melesat

Berita

04 Aug 2026

3 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin berhasil bangkit pada perdagangan Selasa (4/8), meski pasar sempat dibayangi sentimen negatif dari aksi jual Bitcoin oleh Strategy serta perpindahan dana besar yang diduga terkait insiden keamanan wallet Coldcard. Pemulihan ini membuat Bitcoin kembali mendekati level psikologis US$64.000 dan memberi harapan baru bagi investor setelah sempat menyentuh titik terendah harian di kisaran US$62.227.

Pada perdagangan terbaru, Bitcoin sempat mencapai level US$64.117 sebelum terkoreksi tipis ke sekitar US$63.545. Secara harian, aset kripto terbesar di dunia tersebut masih mencatat kenaikan sekitar 1,6%.

Kenaikan ini juga terjadi di tengah penguatan sejumlah aset kripto utama lainnya seperti BNB dan Dogecoin, sementara Ethereum masih menjadi salah satu aset dengan performa mingguan yang relatif tertinggal.

Strategy Lepas 1.638 Bitcoin Senilai US$104,7 Juta

Menurut Crypto News, salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar datang dari Strategy, perusahaan yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Dalam dokumen yang disampaikan kepada regulator AS pada 3 Agustus, Strategy mengungkapkan telah menjual sebanyak 1.638 BTC pada periode 27 Juli hingga 2 Agustus dengan nilai sekitar US$104,73 juta. Rata-rata harga penjualannya mencapai US$63.957 per BTC.

Dana hasil penjualan tersebut digunakan untuk membayar dividen saham preferen serta melakukan pembelian kembali (buyback) saham STRC. Meski melakukan penjualan, Strategy masih memiliki sekitar 842.138 BTC yang diperoleh dengan total nilai investasi sekitar US$63,51 miliar.

Ketua Eksekutif Strategy, Michael Saylor, juga menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan kebijakan perusahaan, bukan keputusan pribadi terkait kepemilikan Bitcoinnya.

Menariknya, saham Strategy justru naik sekitar 1,6% setelah pengumuman tersebut, menunjukkan pasar tidak memberikan respons negatif secara langsung terhadap aksi jual Bitcoin perusahaan.

Aktivitas Coldcard Diduga Lebih Banyak Perpindahan Dana

Selain aksi jual Strategy, pasar juga menyoroti gelombang perpindahan Bitcoin dari wallet Coldcard yang diduga berkaitan dengan kerentanan keamanan pada firmware lama.

Galaxy Research memperkirakan sekitar 448,7 BTC berpindah dari 709 alamat wallet yang diduga terdampak. Jika digabungkan dengan tiga gelombang sebelumnya, total perpindahan mencapai sekitar 1.815 BTC dari lebih dari 5.000 alamat.

Namun, analis menilai perpindahan tersebut belum tentu mencerminkan aksi jual besar-besaran. Banyak pengguna diduga hanya memindahkan aset mereka ke wallet baru yang lebih aman setelah adanya peringatan keamanan.

Produsen Coldcard juga menyatakan firmware terbaru telah menutup celah keamanan, tetapi pengguna yang membuat seed phrase menggunakan firmware lama tetap disarankan membuat seed baru dan memindahkan seluruh aset ke alamat wallet yang baru.

Tekanan dari Penambang Masih Terlihat

Di sisi lain, analis on-chain Ali Martinez memperkirakan para penambang Bitcoin menjual sekitar 1.774 BTC selama sepekan terakhir dengan nilai mendekati US$112 juta.

Meski demikian, tekanan jual tersebut belum mampu mendorong harga Bitcoin kembali ke bawah level support utama. Hal ini menunjukkan permintaan pasar masih cukup kuat untuk menyerap pasokan tambahan yang masuk.

Level US$60.000 dan US$66.500 Jadi Penentu Arah Bitcoin

Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak di dalam rentang perdagangan yang sama sejak koreksi tajam pada Juni lalu. Area US$60.000 kembali menjadi support penting yang beberapa kali berhasil dipertahankan pembeli.

Ali Martinez menilai pengujian ulang area tersebut justru berpotensi menjadi sinyal positif apabila membentuk pola inverse head and shoulders. Dalam skenario tersebut, level US$66.500 menjadi area resistensi utama atau neckline.

Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas US$66.500, peluang kenaikan menuju kisaran US$71.000 hingga US$76.000 akan semakin terbuka. Sebaliknya, apabila harga kembali kehilangan level US$63.000 dan turun di bawah US$60.000, tekanan jual berpotensi membawa Bitcoin menguji area support berikutnya di sekitar US$56.000.

Untuk saat ini, pelaku pasar masih menunggu apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum di atas US$63.000 dan akhirnya menembus zona resistensi US$65.000–US$66.500 sebagai konfirmasi bahwa pasar telah berhasil menyerap tekanan jual dari aksi Strategy, distribusi penambang, serta perpindahan dana terkait Coldcard.

Pantau Pergerakan Bitcoin dan Tingkatkan Wawasan Kripto di FLOQ

Di tengah berbagai sentimen pasar, mulai dari aksi jual institusi hingga dinamika on-chain, investor perlu tetap fokus pada strategi investasi jangka panjang dan tidak terpancing oleh pergerakan harga sesaat.

Untuk membantu mengambil keputusan yang lebih bijak, pantau harga Bitcoin secara real-time, ikuti berita dan analisis pasar terkini, serta pelajari dasar-dasar investasi aset kripto melalui FLOQ Academy. Dengan informasi yang tepat, kamu dapat memahami peluang dan risiko sebelum berinvestasi di pasar kripto.

Download aplikasi FLOQ di Play Storeatau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Analisa Harga Bitcoin Hari Ini (4/8): BTC Naik ke Rp1.15 miliar, Reli Berlanjut?

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device