Harga Bitcoin Hari ini, Rabu (16/9) kembali tertekan menjelang keputusan suku bunga The Fed dalam agenda Federal Open Market Committee (FOMC). Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$75.946,40, turun 2,08% dalam 24 jam terakhir, di tengah pelemahan pasar kripto secara lebih luas.
Tekanan terhadap Bitcoin datang setelah Senat Amerika Serikat gagal memajukan Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) dalam pemungutan suara prosedural pada 15 September. Situasi tersebut menambah ketidakpastian regulasi aset digital dan mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Selain faktor regulasi, penurunan Bitcoin juga diperbesar oleh likuidasi posisi leverage. Data pasar derivatif menunjukkan sekitar US$221,75 juta posisi Bitcoin dilikuidasi dalam 24 jam, dengan posisi long mencapai US$184,63 juta.
Kondisi tersebut menciptakan tekanan jual berantai. Ketika harga Bitcoin turun, posisi long dengan leverage tinggi terkena likuidasi dan menghasilkan penjualan paksa yang kemudian semakin menekan harga.
Fokus Beralih ke Keputusan FOMC
Usai kegagalan CLARITY Act di Senat AS, perhatian pelaku pasar kini beralih ke keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS dijadwalkan mengumumkan hasil rapat FOMC pada 17 September 2026 pukul 01.00 WIB.
Ekspektasi kenaikan suku bunga telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data CME FedWatch yang dikutip dalam materi, peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai 92%, naik dari 59,4% sepekan sebelumnya dan 33,1% sebulan sebelumnya.
Dilaporkan CoinMarketCap, jika The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, target federal funds rate akan bergerak dari kisaran 3,50%–3,75% menjadi 3,75%–4%.

Ekspektasi kenaikan suku bunga juga relatif luas di Wall Street. Data Wall Street Journal yang dikutip Nick Timiraos menunjukkan 20 dari 22 perusahaan yang dipantau memperkirakan kenaikan suku bunga pada September.
Dengan kenaikan yang sudah banyak diperhitungkan pasar, respons Bitcoin tidak hanya akan bergantung pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada nada pernyataan The Fed, proyeksi ekonomi, serta pandangan terhadap kebijakan selanjutnya.
Bitcoin Bisa Rebound Jika Bertahan di $75.500–$76.000
Dari sisi teknikal, area US$75.500–US$76.000 menjadi level penting yang perlu diperhatikan setelah pengumuman FOMC.
Jika Bitcoin mampu mempertahankan area tersebut meskipun The Fed menaikkan suku bunga, tekanan jual berpotensi mereda. Kondisi ini dapat membuka peluang terjadinya technical rebound menuju US$77.800–US$78.000.

Skenario tersebut akan semakin kuat apabila Bitcoin mampu kembali menembus area US$77.800 dan mempertahankannya setelah konferensi pers The Fed. Stabilnya harga setelah keputusan suku bunga juga dapat menjadi indikasi bahwa sebagian tekanan makro dan leverage telah terserap oleh pasar.
Skenario 1: The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin Bertahan
Dalam skenario pertama, The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin sesuai ekspektasi pasar, tetapi Bitcoin tetap bertahan di atas US$75.500–US$76.000.
Kondisi tersebut dapat memicu relief bounce karena kenaikan suku bunga sudah lebih dulu diperhitungkan oleh pelaku pasar. Bitcoin berpotensi bergerak kembali menuju US$77.800–US$78.000.
Jika area US$78.000 berhasil ditembus dan dipertahankan, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada kemampuan Bitcoin untuk membangun kembali momentum kenaikan.
Skenario 2: Bitcoin Gagal Bertahan di US$75.500
Risiko yang berbeda muncul apabila keputusan The Fed disertai pernyataan yang lebih ketat dari perkiraan pasar atau menghasilkan kenaikan yield dan dolar AS.
Jika Bitcoin mencatat daily close di bawah US$75.500, struktur kenaikan sejak Agustus berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut.

Dalam kondisi tersebut, area US$72.000–US$73.000 menjadi support berikutnya yang perlu diperhatikan.
Penurunan juga berpotensi diperbesar apabila open interest dan posisi leverage kembali meningkat sebelum harga stabil, sehingga membuka ruang bagi likuidasi tambahan.
Kenaikan Suku Bunga Tidak Selalu Memicu Kejatuhan Bitcoin
Pergerakan Bitcoin pada keputusan suku bunga sebelumnya menunjukkan bahwa respons harga tidak selalu mengikuti arah kebijakan The Fed secara langsung.
Ketika The Fed terakhir menaikkan suku bunga pada Juli 2023, kenaikan 25 basis poin telah diperkirakan secara luas oleh pasar. Bitcoin yang berada di bawah US$30.000 sebelum keputusan tersebut ditutup di sekitar US$29.352 pada hari pengumuman, naik sekitar 0,4%.
Sehari setelahnya, Bitcoin berada di sekitar US$29.201. Dengan kata lain, keputusan yang sudah sepenuhnya diantisipasi pasar tidak otomatis menghasilkan pergerakan ekstrem pada harga Bitcoin.

Pola serupa juga terlihat pada kenaikan suku bunga Februari 2023. Saat itu, Bitcoin relatif bertahan di sekitar US$23.000 setelah kenaikan 25 basis poin yang juga telah diperkirakan pasar.
Hal ini menunjukkan bahwa kejutan terhadap ekspektasi pasar dan panduan kebijakan ke depan dapat menjadi faktor penting dalam menentukan respons aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Bitcoin Masih Berada dalam Tekanan
Saat ini, Bitcoin tercatat turun sekitar 12% sejak awal tahun dan sekitar 32% dalam sebulan terakhir berdasarkan materi pasar tersebut. Harga Bitcoin juga masih bergerak dalam rentang sekitar US$60.000–US$80.000 sejak Mei.
Korelasi Bitcoin dengan Russell 2000 melalui ETF IWM juga tercatat sekitar 63%, menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat dengan sentimen risk-off di pasar saham berkapitalisasi kecil.
Dengan kondisi tersebut, keputusan FOMC menjadi katalis penting untuk menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek.
Pelaku pasar akan memperhatikan bukan hanya keputusan suku bunga, tetapi juga proyeksi ekonomi dan pernyataan pejabat The Fed mengenai arah kebijakan berikutnya.
Untuk Bitcoin, US$75.500–US$76.000 menjadi area kunci. Bertahan di atas level tersebut setelah FOMC dapat membuka ruang rebound menuju US$78.000, sementara penutupan harian di bawah US$75.500 berpotensi membawa harga menguji area US$72.000–US$73.000 berikutnya.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai BTC dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Bitcoin Bukan Cuma Soal Harga, Ini Sisi Lain yang Perlu Dipahami



