Nasib Bitcoin Dipertaruhkan Minggu Ini? CLARITY Act hingga Keputusan The Fed

Berita

15 Sep 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Bitcoin (BTC) memasuki pekan ketiga September 2026 dengan tekanan baru. Pergerakan aset kripto terbesar di dunia tersebut berada di bawah sejumlah level support penting, sementara pasar tengah menanti dua agenda besar di Amerika Serikat, yakni pemungutan suara terkait CLARITY Act dan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Kedua agenda tersebut diperkirakan menjadi pemicu volatilitas pasar kripto dalam beberapa hari ke depan. Senate Amerika Serikat dijadwalkan melakukan pemungutan suara prosedural terkait CLARITY Act pada Selasa, sementara keputusan suku bunga The Fed akan diumumkan pada Rabu.

The Fed Diprediksi Naikkan Suku Bunga

Dilaporkan Cointelegraph, perhatian investor akan tertuju pada keputusan The Fed terkait arah kebijakan moneter. Berdasarkan ekspektasi pasar dalam materi tersebut, bank sentral AS diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4%.

Ekspektasi tersebut muncul di tengah inflasi yang masih tinggi serta kenaikan harga minyak yang kembali menjadi perhatian pasar. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas suku bunga ditahan berada di sekitar 13,3%, turun dari lebih dari 40% sepekan sebelumnya.

Perubahan ekspektasi tersebut terjadi setelah pasar mencermati data inflasi terbaru serta kenaikan harga minyak akibat eskalasi di Timur Tengah. Harga minyak bahkan telah bergerak di atas US$100 per barel, menambah kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.

Di sisi lain, ekspektasi inflasi konsumen Amerika Serikat juga meningkat. Konsumen memperkirakan kenaikan harga mencapai 4,6% dalam satu tahun ke depan, atau 1,1 poin persentase lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pada awal 2026.

CLARITY Act Jadi Penentu Sentimen Kripto

Selain kebijakan The Fed, pasar kripto juga menunggu perkembangan CLARITY Act, rancangan regulasi yang ditujukan untuk memberikan kerangka hukum lebih jelas bagi industri aset digital di AS.

Pemungutan suara (voting) prosedural CLARITY Act di Senat AS dijadwalkan pada Rabu, 16 September 2026 pukul 01:15 WIB (atau Selasa, 15 September 2026 pukul 14:15 waktu ET di Amerika Serikat). Pemungutan suara tersebut membutuhkan sedikitnya 60 suara agar rancangan aturan dapat melanjutkan proses menuju pembahasan di tingkat Senat.

Versi terbaru rancangan tersebut terdiri dari 635 halaman dan disebut sebagai “last, best and final offer” oleh pihak Republik dalam negosiasi bipartisan. Jika lolos, CLARITY Act dapat maju ke tahap pembahasan di Senat.

Meski demikian, peluang rancangan tersebut menjadi undang-undang pada 2026 masih dinilai terbatas. Data Polymarket dalam materi tersebut menunjukkan peluang CLARITY Act ditandatangani menjadi undang-undang tahun ini berada di sekitar 34%.

Trader Mulai Kurangi Risiko

Menjelang dua agenda penting tersebut, pelaku pasar juga mulai mengurangi eksposur terhadap risiko.

Data Santiment menunjukkan open interest (OI) Bitcoin dalam denominasi BTC turun 13,5% sepanjang pekan hingga 11 September, dari 321.497 BTC menjadi 278.151 BTC. Pada periode yang sama, harga spot Bitcoin turun sekitar 5%.

Santiment menilai posisi pasar saat ini berada sekitar 20% lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum reli pada pertengahan Agustus. Kondisi tersebut menunjukkan trader mulai bersiap menghadapi potensi pergerakan harga yang lebih besar.

Namun, indikator derivatives lainnya justru menunjukkan sinyal yang berbeda. CryptoQuant mencatat funding rate Bitcoin secara agregat di berbagai bursa terus meningkat sejak akhir Mei setelah periode funding rate negatif yang dimulai pada awal Maret.

Menurut analisis tersebut, periode funding rate negatif sebelumnya juga pernah muncul menjelang fase akhir bear market Bitcoin maupun koreksi besar dalam bull market.

Bitcoin Gagal Pertahankan Support US$78.000

Dari sisi teknikal, Bitcoin juga menghadapi tekanan setelah gagal mempertahankan level support penting pada penutupan mingguan.

Bitcoin ditutup di sekitar US$76.800 pada Minggu. Trader dan analis Rekt Capital sebelumnya menilai level US$78.300perlu dipertahankan pada penutupan mingguan untuk menjaga momentum positif.

Kegagalan mempertahankan level tersebut berpotensi membuka peluang Bitcoin mengulangi pola kegagalan breakout yang terjadi pada awal Mei.

Bitcoin juga ditutup di bawah 50-week exponential moving average (EMA) di sekitar US$77.380. Sementara itu, level 21-week EMA di sekitar US$72.270 menjadi area penting berikutnya yang dipantau.

Meski tekanan masih membayangi, Bitcoin tetap mempertahankan bullish divergence pada indikator relative strength index (RSI) mingguan. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat sinyal positif yang perlu diperhatikan di tengah tekanan harga.

Dengan dua agenda besar AS yang berlangsung berurutan, pergerakan Bitcoin pada pekan ini berpotensi sangat dipengaruhi oleh hasil pemungutan suara CLARITY Act dan keputusan suku bunga The Fed.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Bitcoin dan XRP di Ujung Tanduk? Ini yang Bisa Terjadi Usai Vote CLARITY Act

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device