Harga Stellar (XLM) melonjak lebih dari 8 persen pada perdagangan 14 September 2026. Kenaikan ini terjadi ketika pelaku pasar mulai memantau pemungutan suara penting di Senat Amerika Serikat (AS) terkait Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act.
Berdasarkan data yang dikutip BeInCrypto, harga XLM menguat 8,44 persen hingga mencapai US$0,1949. Reli tersebut terjadi sehari sebelum Senat AS dijadwalkan menggelar cloture vote atau pemungutan suara prosedural terkait RUU tersebut.
Pergerakan XLM menunjukkan bahwa pasar mulai merespons perkembangan regulasi aset digital di AS, terutama karena CLARITY Act berpotensi memberikan kejelasan mengenai status hukum dan pengawasan sejumlah aset kripto.

CLARITY Act Jadi Katalis XLM
CLARITY Act bertujuan memperjelas batas kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Salah satu aspek utama RUU tersebut adalah menciptakan kerangka yang lebih jelas untuk membedakan aset digital yang dikategorikan sebagai komoditas dan sekuritas.
Tomorrow, my colleagues have a choice to make: American leadership, real consumer protections, and giving law enforcement the tools they need to address illicit finance, or drive the digital asset industry overseas, leaving consumers vulnerable, and sidelining American leadership…
— Senator Cynthia Lummis (@SenLummis) September 14, 2026
Bagi XLM, kepastian tersebut berpotensi menjadi sentimen positif. Pada Maret 2026, SEC dan CFTC sebelumnya telah menyebut XLM bersama XRP dan HBAR sebagai contoh aset digital komoditas dalam panduan bersama.
Jika klasifikasi tersebut nantinya diperkuat melalui undang-undang, ketidakpastian hukum yang selama ini membayangi industri aset digital dapat berkurang.
Kondisi ini dinilai penting bagi jaringan Stellar yang selama ini mendapat perhatian karena kemampuannya dalam memfasilitasi transfer berbiaya rendah serta koneksinya dengan infrastruktur keuangan tradisional.
Salah satu perkembangan terbaru datang dari U.S. Bank yang telah menyelesaikan uji coba stablecoin lintas negara melalui jaringan Stellar. Uji coba tersebut selesai hanya beberapa hari sebelum pemungutan suara CLARITY Act.
Senat AS Butuh 60 Suara
Senat AS dijadwalkan melakukan cloture vote terhadap motion to proceed CLARITY Act pada Selasa, 15 September 2026 pukul 14.15 waktu setempat.
RUU tersebut membutuhkan setidaknya 60 suara untuk dapat melanjutkan proses legislasi.
Partai Republik saat ini menguasai 53 kursi di Senat. Dengan asumsi seluruh senator Republik mendukung, setidaknya tujuh senator Demokrat atau independen perlu memberikan suara untuk mencapai ambang 60 suara.
This bill isn't just a compromise…it's the product of real, substantive trades policymakers made to get here.
— Brad Garlinghouse (@bgarlinghouse) September 14, 2026
I said this many months ago: perfect can't be the enemy of good…
and let's be clear: those trades weren't small. This isn't a deal Senators should be ‘settling for’ —… https://t.co/mdLvqKVXjG
Sebelumnya, Partai Republik merilis apa yang disebut sebagai draf final CLARITY Act pada 13 September. Draf setebal 635 halaman tersebut mencakup 126 perubahan substantif yang diminta oleh anggota Partai Demokrat.
Meski demikian, sejumlah persoalan masih berpotensi menjadi hambatan. Di antaranya adalah ketentuan etika, tanggung jawab pengembang dalam sektor decentralized finance (DeFi), serta perdebatan mengenai imbal hasil stablecoin.
Peluang CLARITY Act Masih Dipertanyakan
Lonjakan XLM terjadi meski peluang CLARITY Act untuk disahkan masih tergolong rendah.
Pasar prediksi Polymarket saat ini memperkirakan peluang RUU tersebut menjadi undang-undang pada 2026 berada di sekitar 30 persen. Sementara itu, Galaxy Research memberikan estimasi yang lebih rendah, yakni sekitar 10 persen.

Artinya, reli XLM saat ini lebih mencerminkan respons pasar terhadap perkembangan terbaru proses legislasi dibandingkan kepastian bahwa CLARITY Act akan segera disahkan.
Jika cloture vote gagal, CLARITY Act tidak otomatis gugur. Namun, kegagalan tersebut berpotensi membuat pembahasan regulasi struktur pasar kripto secara komprehensif tertunda hingga setelah pemilu paruh waktu AS dan berlanjut ke 2027.
Untuk XLM, perkembangan tersebut membuat hasil pemungutan suara Senat menjadi salah satu katalis yang patut diperhatikan pasar dalam jangka pendek.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading XLM, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Bitcoin Bukan Cuma Soal Harga, Ini Sisi Lain yang Perlu Dipahami






