RLUSD Incar Transaksi Rp200 Ribu Triliun, Ripple Bidik Perusahaan untuk Dorong Stablecoin

Berita

13 Sep 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Ripple melihat peluang besar di sektor treasury perusahaan untuk mendorong penggunaan stablecoin Ripple USD (RLUSD). Perusahaan yang memiliki keterkaitan erat dengan XRP Ledger itu membidik basis pelanggan korporasi yang menangani transaksi sekitar US$13 triliun atau setara lebih dari Rp200 ribu triliun setiap tahun.

Senior Vice President of Stablecoins Ripple, Jack McDonald, mengatakan peluang tersebut terutama berasal dari bisnis Ripple Treasury yang dibangun setelah Ripple mengakuisisi penyedia perangkat lunak manajemen treasury GTreasury senilai US$1 miliar.

Dalam wawancara dengan CoinDesk, McDonald menyebut Ripple Treasury memiliki sekitar 1.200 pelanggan yang terdiri dari treasurer dan chief financial officer (CFO) perusahaan.

Para pelanggan tersebut menggunakan layanan untuk memindahkan dana lintas negara, antar-entitas perusahaan, maupun untuk kebutuhan domestik. Menurut McDonald, aktivitas tersebut selama ini belum banyak menggunakan jaringan blockchain.

“Customer base tersebut belum berada di blockchain. Mereka menangani transaksi sekitar US$13 triliun setiap tahun,” kata McDonald.

Ia menilai besarnya aktivitas transaksi tersebut menciptakan peluang signifikan bagi Ripple untuk membawa aktivitas keuangan perusahaan ke infrastruktur berbasis blockchain.

RLUSD Tumbuh Pesat, Sirkulasi Capai US$2,4 Miliar

Peluang tersebut datang ketika penggunaan stablecoin mulai berkembang melampaui aktivitas perdagangan kripto. Stablecoin kini semakin banyak digunakan sebagai bagian dari infrastruktur pembayaran dan layanan keuangan.

Total stablecoin yang beredar di pasar telah melampaui US$300 miliar. Di saat yang sama, regulator di berbagai negara mulai membangun kerangka aturan untuk mengatur penggunaan aset digital tersebut.

RLUSD yang diluncurkan Ripple hampir dua tahun lalu masih berada jauh di bawah USDT milik Tether dan USDC milik Circle dari sisi kapitalisasi pasar.

Namun, pertumbuhan RLUSD tergolong cepat. Berdasarkan data Token Terminal, suplai beredar RLUSD telah mencapai sekitar US$2,4 miliar dan meningkat lebih dari 50% dalam satu bulan terakhir.

Sekitar US$1 miliar RLUSD berada di XRP Ledger, sedangkan US$1,4 miliar lainnya beredar di jaringan Ethereum.

Meski demikian, Ripple tidak hanya mengejar pertumbuhan kapitalisasi pasar RLUSD. McDonald mengatakan perusahaan lebih memperhatikan utilitas dan aktivitas penggunaan stablecoin tersebut.

Aktivitas harian RLUSD bahkan disebut telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak awal tahun. Pada bulan lalu, aktivitas harian RLUSD mencapai sekitar US$750 juta, naik dari sekitar US$200 juta pada awal tahun.

Pembayaran dan Pasar Modal Jadi Fokus

Menurut McDonald, pembayaran dan pasar modal menjadi dua sektor utama yang saat ini mendorong penggunaan RLUSD.

Ripple menjadikan RLUSD sebagai stablecoin utama dalam bisnis pembayarannya. Sementara di pasar modal, RLUSD dapat digunakan untuk kebutuhan pembayaran tunai, settlement, hingga collateral dalam transaksi.

Ripple juga telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan, termasuk Franklin Templeton dan DBS, dalam pengembangan dana pasar uang yang ditokenisasi serta aktivitas lending.

RLUSD juga dapat digunakan sebagai jaminan melalui Ripple Prime, bisnis broker institusional yang dibangun Ripple setelah mengakuisisi Hidden Road.

Strategi tersebut menunjukkan upaya Ripple untuk mengintegrasikan RLUSD dengan berbagai layanan keuangan, mulai dari pembayaran, custody, trading hingga prime brokerage.

McDonald mengatakan perkembangan tersebut mencerminkan perubahan fungsi stablecoin dari sekadar aset kripto menjadi bagian dari infrastruktur keuangan.

Ripple Bidik Pasar Eropa Lewat MiCA

Selain memperluas penggunaan di sektor korporasi, Ripple juga tengah mengincar pasar Eropa untuk RLUSD.

McDonald mengatakan Ripple ingin menawarkan RLUSD di Eropa melalui struktur dual issuance yang memenuhi ketentuan Markets in Crypto-Assets (MiCA).

“Kami pertama-tama ingin menawarkan RLUSD ke Eropa. Prosesnya membutuhkan persetujuan untuk dual issuance,” ujar McDonald.

Ripple sebelumnya telah memperoleh otorisasi regulasi di Luksemburg. Menurut McDonald, langkah tersebut dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan bisnis stablecoin, pembayaran, custody, dan trading yang sesuai dengan kerangka MiCA.

Ripple juga menilai permintaan terhadap stablecoin berbasis dolar AS masih lebih kuat dibandingkan stablecoin berbasis euro maupun mata uang negara berkembang.

Di sisi lain, Ripple melihat meningkatnya penerbitan stablecoin serta token deposito oleh perbankan sebagai indikasi bahwa uang berbasis blockchain semakin diterima dalam sistem keuangan.

McDonald menilai token deposito dapat efektif digunakan dalam jaringan internal bank atau konsorsium. Namun, stablecoin dinilai memiliki keunggulan ketika dana harus bergerak keluar dari ekosistem tersebut.

RLUSD Perluas Jaringan, Tapi Tak Kejar Semua Blockchain

RLUSD saat ini tidak hanya tersedia di XRP Ledger dan Ethereum. Ripple juga telah menambahkan atau memperoleh persetujuan untuk memperluas RLUSD ke sejumlah jaringan lain, termasuk Base, Ink, Optimism, dan Unichain.

Namun, Ripple tidak berencana menghadirkan RLUSD di seluruh jaringan blockchain.

McDonald mengatakan perusahaan akan memilih jaringan berdasarkan tingkat permintaan dan penggunaan, bukan sekadar mengejar jumlah blockchain yang didukung.

“Kami ingin berada di tempat yang memiliki permintaan,” ujarnya.

Dengan strategi tersebut, Ripple tampaknya ingin menempatkan RLUSD bukan sekadar sebagai stablecoin untuk aktivitas perdagangan kripto, tetapi sebagai bagian dari infrastruktur pembayaran dan pasar keuangan global.

Jika berhasil mengonversi sebagian aktivitas treasury korporasi ke jaringan blockchain, basis transaksi perusahaan yang mencapai sekitar US$13 triliun per tahun dapat menjadi salah satu peluang terbesar bagi ekspansi RLUSD.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading RLUSD, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai RLUSD dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Analisa RAY Hari Ini (11/9): Harga Raydium Meroket 90%, 3 Katalis Ini Jadi Pemicu

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device