Harga Raydium (RAY) hari ini, Jumat (11/9) mencuri perhatian pasar kripto setelah melonjak sekitar 90% dalam sepekan dan mencapai level tertinggi dalam 11 bulan. Reli tersebut terjadi ketika pasar kripto secara umum justru mengalami tekanan.
Berdasarkan data pasar yang dikutip dari CoinGecko dan BeInCrypto, RAY sempat menyentuh US$1,75 pada Jumat, 11 September 2026, atau sekitar pukul 15.00 WIB. Harga tersebut menjadi level tertinggi RAY sejak akhir Oktober 2025.
Dalam 24 jam terakhir, RAY juga mencatat kenaikan sekitar 14,67%. Dengan kapitalisasi pasar yang menempatkannya di peringkat sekitar 117, RAY menjadi salah satu aset kripto dengan performa terbaik di antara 300 aset kripto terbesar.
RAY Melaju Saat Pasar Kripto Melemah

Kenaikan RAY terjadi di tengah kondisi pasar yang berlawanan. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan tercatat turun sekitar 3,9% dalam periode tujuh hari.
Sejumlah aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP juga bergerak melemah. Bahkan, sebagian besar token dalam ekosistem Solana turut mengalami tekanan.
Kondisi tersebut membuat performa RAY semakin menonjol. Dalam sepekan, RAY menjadi aset dengan kenaikan terbesar kedua di antara 300 kripto teratas, hanya berada di bawah token meme STONK yang mencatat lonjakan lebih dari 1.200%.
Lantas, apa yang mendorong harga RAY naik begitu cepat?
3 Katalis Utama di Balik Lonjakan RAY
1. StonkFun Pindahkan Peluncuran Token ke Raydium
Salah satu katalis utama berasal dari StonkFun. Pada 6 September 2026, platform tersebut mengumumkan bahwa seluruh peluncuran token baru akan dilakukan melalui Raydium LaunchLab.
Perubahan tersebut membuat biaya deployment turun signifikan, dari sebelumnya 0,29 SOL menjadi hanya 0,03 SOL. Raydium sendiri juga melakukan peningkatan terhadap LaunchLab pada September ini.
Migrasi aktivitas peluncuran token tersebut berpotensi meningkatkan penggunaan ekosistem Raydium dan menciptakan tambahan aktivitas perdagangan di platform.

2. Raydium Lakukan Buyback RAY Terbesar Sejak Februari 2025
Katalis kedua datang dari program pembelian kembali token atau buyback.
Pada 9 September 2026, Raydium melakukan pembelian kembali RAY senilai sekitar US$640.788. Berdasarkan data Messari, transaksi tersebut menjadi pembelian harian terbesar Raydium sejak Februari 2025.
Program buyback ini berkaitan langsung dengan pendapatan protokol. Raydium mengalokasikan 12% dari biaya transaksi untuk pembelian RAY.
Artinya, semakin besar aktivitas dan volume perdagangan di ekosistem Raydium, semakin besar pula potensi dana yang digunakan untuk membeli kembali token RAY.
3. Token Saham Ikut Dorong Aktivitas Raydium
Katalis ketiga berasal dari meningkatnya aktivitas perdagangan token yang merepresentasikan saham.
Pada 10 September 2026, Backpack Securities mencatatkan token GRND yang merepresentasikan saham Grindr. Token tersebut mencatat volume perdagangan sekitar US$11 juta hanya dalam satu jam.
Selain GRND, lebih dari 15 token saham lainnya juga diluncurkan melalui Backpack dan Sunrise sepanjang pekan ini. Beberapa di antaranya merepresentasikan perusahaan besar seperti Boeing, Costco, dan Roblox.
Meningkatnya perdagangan aset-aset tersebut berpotensi memberikan tambahan volume bagi ekosistem yang terhubung dengan Raydium.
Analisa RAY Hari Ini: Bisakah Reli Berlanjut?
Lonjakan RAY hingga 90% dalam satu pekan menunjukkan momentum bullish yang kuat. Namun, kenaikan yang sangat cepat juga meningkatkan risiko koreksi apabila aktivitas spekulatif mulai mereda.
Ada dua faktor penting yang perlu diperhatikan investor. Pertama, apakah aktivitas peluncuran token melalui LaunchLab mampu bertahan setelah euforia awal mereda. Kedua, apakah volume perdagangan token saham dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan protokol.
Raydium buybacks recorded their highest level since February 2025.
— Messari by Blockworks (@MessariCrypto) September 9, 2026
solana:4k3Dyjzvzp8eMZWUXbBCjEvwSkkk59S5iCNLY3QrkX6R pic.twitter.com/fHzjMlVe2s
Jika volume perdagangan tetap tinggi, peningkatan pendapatan berpotensi memperbesar aktivitas buyback RAY. Kondisi tersebut dapat menjadi katalis tambahan bagi harga.
Sebaliknya, apabila volume transaksi menurun tajam setelah lonjakan spekulatif berakhir, momentum RAY berpotensi kehilangan tenaga.
Dengan demikian, level US$1,75 menjadi area penting untuk diperhatikan setelah RAY mencetak level tertinggi dalam 11 bulan. Investor perlu mencermati apakah harga mampu mempertahankan momentum di atas area tersebut atau justru mengalami aksi ambil untung.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai BTC dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: CPI AS Jadi Penentu, Bitcoin dan Kripto Terancam Tertekan?





