Analisa XRP Hari Ini (10/9): Harga Tertekan, Short Position Melonjak Jelang Data Inflasi AS

Altcoin

10 Sep 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga XRP kembali tertekan pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya aksi jual di pasar kripto. Kondisi tersebut terjadi menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) atau Consumer Price Index (CPI) yang dijadwalkan pada 11 September 2026.

Mengacu pada data pasar, harga XRP berada di sekitar US$1,38, turun sekitar 4 persen dalam 24 jam terakhir. Pelemahan XRP sejalan dengan pergerakan pasar kripto secara umum, di mana sebagian besar aset kripto berkapitalisasi besar turut mengalami penurunan.

Dilaporkan Coingape, tekanan terhadap XRP juga terlihat dari meningkatnya posisi short di pasar derivatif. Data CoinGlass menunjukkan funding rate XRP turun menjadi -0,0094 persen, level terendah sejak 28 Juni 2026.

Funding rate negatif menunjukkan bahwa posisi short atau bearish semakin dominan. Dalam kondisi tersebut, trader yang mengambil posisi short membayar trader yang memegang posisi long untuk mempertahankan kontrak futures.

Selain itu, rasio long/short XRP juga turun ke $0,0089, yang menunjukkan dominasi akun yang mengambil posisi short dibandingkan posisi long.

Analisa XRP Hari Ini: Pasar Menanti Data CPI AS

Peningkatan tekanan jual terhadap XRP terjadi ketika pelaku pasar menunggu data inflasi AS yang akan menjadi salah satu indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Analis memperkirakan inflasi inti atau core CPI AS pada Agustus 2026 meningkat sekitar 0,22 persen secara bulanan. Sementara itu, inflasi utama atau headline CPI diproyeksikan naik sekitar 0,39 persen secara bulanan.

Perkembangan inflasi menjadi perhatian pasar karena data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed.

Gubernur The Fed Chris Waller sebelumnya menyebut data inflasi Agustus akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan kebijakan suku bunga pada pertemuan September.

Jika inflasi kembali menunjukkan tekanan yang lebih tinggi, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga yang lebih ketat dapat meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.

Sebaliknya, apabila data inflasi menunjukkan perlambatan, sentimen pasar dapat membaik karena investor kembali meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.

ETF XRP Masih Catat Arus Dana Masuk

Di tengah pelemahan harga XRP, indikator investasi institusional justru menunjukkan perkembangan berbeda.

Data SoSoValue mencatat ETF XRP membukukan arus dana masuk sebesar US$12,29 juta pada 9 September 2026. Angka tersebut menjadi arus dana masuk harian tertinggi sejak 1 September 2026.

XRP juga mencatat arus dana masuk ETF terbesar kedua setelah Ethereum (ETH), yang membukukan inflow sebesar US$34,75 juta.

Sementara itu, ETF Bitcoin (BTC) justru mencatat arus dana keluar sebesar US$120,24 juta.

Arus dana masuk ke ETF XRP menunjukkan bahwa sebagian investor institusional masih mempertahankan minat terhadap XRP meskipun harga sedang berada di bawah tekanan.

Dengan demikian, pelemahan XRP saat ini belum sepenuhnya mencerminkan berkurangnya minat investor terhadap aset tersebut. Pasar justru menunjukkan perbedaan antara tekanan jual jangka pendek dan permintaan dari investor institusional.

Volume Perdagangan XRP Mulai Melemah

Meski arus dana ETF masih positif, aktivitas perdagangan XRP di pasar spot menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Data CryptoQuant memperlihatkan XRP Volume Z-Score di Binance turun menjadi -0,09. Penurunan indikator tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan XRP mulai berada di bawah rata-rata.

Analis Arab Chain menilai kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa XRP sedang memasuki fase konsolidasi ketika pasar menunggu katalis baru.

Jika volume perdagangan tetap rendah dan indikator bergerak di sekitar nol atau masuk ke wilayah negatif, momentum harga XRP dalam jangka pendek berpotensi melemah.

Di sisi lain, aktivitas whale pada XRP sebelumnya dilaporkan meningkat dan dinilai sejalan dengan permintaan dari investor institusional. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang dapat menahan tekanan jual apabila permintaan kembali meningkat.

Level Support XRP Hari Ini di US$1,38

Dari sisi teknikal, harga XRP saat ini sedang menguji area support penting di sekitar US$1,38.

Jika XRP mampu mempertahankan level tersebut dan tekanan beli kembali muncul, harga berpotensi mengalami rebound menuju area resistance US$1,46-US$1,47.

Namun, apabila XRP menembus dan ditutup di bawah support US$1,38, tekanan bearish berpotensi berlanjut. Target penurunan berikutnya berada di sekitar US$1,33, yang merupakan level terendah XRP pada 2 September 2026.

Indikator teknikal juga masih menunjukkan dominasi seller. Pada grafik empat jam, Chaikin Money Flow (CMF) berada di -0,09, yang mengindikasikan tekanan jual lebih besar dibandingkan tekanan beli.

Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di level 40, menunjukkan momentum XRP masih cenderung bearish meskipun belum memasuki area oversold.

Dengan kondisi tersebut, level US$1,38 menjadi area penting yang perlu diperhatikan investor. Bertahan di atas level tersebut dapat membuka peluang pemulihan menuju US$1,46-US$1,47. Sebaliknya, penembusan support dapat meningkatkan risiko penurunan menuju US$1,33.

Bagi investor, kondisi tersebut menunjukkan bahwa analisa XRP hari ini masih berada dalam persimpangan antara tekanan bearish jangka pendek dan potensi dukungan dari permintaan institusional.

Karena itu, level US$1,38 menjadi area krusial. Jika mampu bertahan, XRP berpeluang menguji kembali US$1,46-US$1,47. Namun, jika support tersebut ditembus, investor perlu mewaspadai potensi koreksi menuju US$1,33.

Pergerakan berikutnya kemungkinan akan sangat ditentukan oleh respons pasar terhadap data CPI AS pada 11 September 2026.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai BTC dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Harga iPhone 18 Tembus 0,016 BTC, Lebih Mahal dalam Bitcoin Tahun Ini

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device