CPI AS Jadi Penentu, Bitcoin dan Kripto Terancam Tertekan?

Berita

11 Sep 2026

3 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Data inflasi Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian utama pasar pada Jumat, 11 September 2026. Laporan Consumer Price Index (CPI) Agustus dijadwalkan dirilis pada pukul 19.30 WIB, dan berpotensi menjadi penentu arah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Rilis CPI tersebut datang setelah data Producer Price Index (PPI) AS menunjukkan kenaikan 5,4% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 5,3%. Data tersebut sebelumnya mendorong kenaikan imbal hasil Treasury dan memberikan tekanan terhadap saham, emas, serta aset kripto.

Pasar saat ini memperkirakan inflasi utama atau headline CPI berada di level 3,4% secara tahunan, sama seperti periode sebelumnya. Sementara itu, core CPI yang tidak memperhitungkan harga makanan dan energi diproyeksikan turun dari 2,5% menjadi 2,4%.

Ekspektasi CPI AS Agustus

Sejumlah indikator yang menjadi perhatian pasar antara lain:

  • Headline CPI bulanan: diperkirakan 0,38%, naik dari 0,07% pada Juli.
  • Headline CPI tahunan: diperkirakan tetap 3,4%.
  • Core CPI bulanan: diperkirakan 0,22%, sama seperti Juli.
  • Core CPI tahunan: diperkirakan turun menjadi 2,4% dari 2,5%.

Dilaporkan Coinpedia, kenaikan headline CPI terutama diperkirakan berasal dari sektor energi. Harga energi diproyeksikan meningkat sekitar 2,5% secara bulanan setelah sebelumnya turun 1,5% pada Juli.

Harga bensin juga diperkirakan mencatat kenaikan lebih dari 4% secara musiman. Sementara itu, inflasi makanan diperkirakan berada di sekitar 0,2%, meski terdapat risiko angka tersebut mencapai 0,3%.

Core CPI Jadi Perhatian Utama

Selain headline CPI, investor akan mencermati perkembangan inflasi inti. Sejumlah komponen diperkirakan memberikan tekanan berbeda terhadap angka tersebut.

Harga tiket pesawat diproyeksikan naik sekitar 3% secara bulanan, sedangkan biaya penginapan diperkirakan kembali meningkat setelah mencatat pelemahan dalam dua bulan sebelumnya.

Di sisi lain, inflasi layanan kesehatan diperkirakan melambat. Harga pakaian berpotensi turun, sementara inflasi kendaraan bekas diproyeksikan semakin moderat. Biaya tempat tinggal atau shelter juga mulai menunjukkan tanda-tanda pendinginan.

Harga barang teknologi turut menjadi perhatian setelah harga barang IT meningkat 1,4% secara bulanan pada Juli. Tekanan tersebut diperkirakan mulai mereda pada Agustus.

CPI Bisa Mengubah Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Data CPI kali ini berpotensi memberikan sinyal penting menjelang keputusan The Fed. Pasar telah meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan perubahan suku bunga setelah data inflasi produsen menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan.

Jika core CPI hanya naik 0,1% secara bulanan, kondisi tersebut dapat menjadi bukti lebih kuat bahwa inflasi mulai mendingin dan memperbesar peluang The Fed mempertahankan suku bunga.

Sementara itu, kenaikan 0,2% akan membuat arah kebijakan tetap berimbang. Investor kemungkinan akan mencermati angka CPI yang lebih detail, termasuk komponen shelter dan jasa.

Adapun core CPI sebesar 0,3% dapat menjadi kejutan kenaikan yang signifikan dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Peluang The Fed Naik Suku Bunga Mencapai 73%

Menjelang keputusan The Fed, probabilitas kenaikan suku bunga telah mencapai sekitar 73%. Pertemuan The Fed berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 16 September 2026.

Pasar futures suku bunga juga memperkirakan sekitar 15,5 basis poin pengetatan pada pekan depan, meningkat menjadi sekitar 23 basis poin secara kumulatif pada Oktober dan 37 basis poin hingga akhir tahun.

Kondisi tersebut membuat data CPI menjadi semakin krusial karena angka inflasi yang lebih tinggi dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Bitcoin dan Kripto Jadi Taruhan

Pasar kripto juga berpotensi mengalami volatilitas tinggi setelah data CPI dirilis. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat meningkatkan imbal hasil obligasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat.

Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin dan altcoin.

Sebaliknya, jika inflasi menunjukkan pelemahan, ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih longgar dapat meningkat. Kondisi ini berpotensi memberikan sentimen positif bagi saham teknologi maupun aset kripto.

Dengan headline CPI diperkirakan berada di 3,4%, reaksi pasar kemungkinan akan sangat bergantung pada angka aktual dan terutama hasil core CPI.

Bagi investor kripto, data CPI AS malam ini menjadi salah satu katalis penting yang perlu diperhatikan karena hasilnya dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed sekaligus menentukan arah pergerakan Bitcoin dan pasar kripto dalam beberapa hari ke depan.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai BTC dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Bitcoin Koreksi ke US$77.300, PPI AS Bikin Pasar Takut The Fed Naikkan Suku Bunga

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device