Robinhood Chain mulai mencuri perhatian di industri kripto setelah jaringan layer-2 Ethereum besutan Robinhood mencatat pertumbuhan aktivitas yang signifikan. Menariknya, lonjakan tersebut tidak hanya berasal dari aset dunia nyata atau real-world assets (RWA), tetapi juga dari aktivitas meme coin.
Robinhood Chain merupakan jaringan layer-2 Ethereum yang dibangun menggunakan teknologi Arbitrum. Jaringan ini dirancang untuk mendukung aset yang ditokenisasi, aplikasi kripto, decentralized finance (DeFi), hingga berbagai produk keuangan berbasis blockchain.
Mainnet Robinhood Chain resmi diluncurkan pada 1 Juli 2026. Jaringan tersebut membawa konsep yang menggabungkan aset tradisional dengan teknologi blockchain melalui smart contract dan aplikasi terdesentralisasi.
Transaksi Robinhood Chain Tembus 200 Juta

Dilaporkan Decrypt, sejak diluncurkan, aktivitas Robinhood Chain berkembang pesat. Pada pekan pertama, jaringan ini mencatat lebih dari 17 juta transaksi dan hampir 350.000 alamat. Volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) juga telah menembus lebih dari US$1 miliar.
Per 4 September 2026, data DefiLlama menunjukkan volume DEX Robinhood Chain mencapai US$1,878 miliar dalam 24 jam. Angka tersebut meningkat dari sekitar US$989 juta pada 28 Agustus.
Pada periode yang sama, deposito DeFi tercatat sekitar US$834,5 juta, sementara kapitalisasi pasar stablecoin mencapai US$921,54 juta. Volume perdagangan perpetual futures juga mencapai US$420,71 juta, sedangkan aset yang dijembatani ke jaringan tersebut mencapai US$3,092 miliar.
Johann Kerbrat, SVP sekaligus General Manager Crypto and International Robinhood, sebelumnya menyebut jaringan tersebut telah memproses lebih dari 200 juta transaksi.
Meme Coin Justru Jadi Mesin Aktivitas
Meski Robinhood Chain dibangun dengan ambisi besar di sektor tokenisasi aset, aktivitas awal jaringan justru banyak didorong oleh meme coin.
Salah satu aset yang menjadi perhatian adalah Cash Cat, meme coin yang namanya diambil dari nama yang sempat dipertimbangkan oleh pendiri Robinhood sebelum perusahaan menggunakan nama Robinhood. Token tersebut kemudian tercatat di aplikasi Robinhood pada 6 Agustus 2026.
Pons kemudian mengambil alih posisi sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di jaringan tersebut pada akhir Agustus. Pons juga menjadi bagian dari ekosistem launchpad yang memungkinkan pengguna membuat token dengan pasokan tetap 1 miliar token dan langsung memasukkannya ke dalam liquidity pool.
Aktivitas Pons bahkan menghasilkan sekitar US$5,95 juta biaya pada 3 September dan menempatkannya sebagai protokol dengan pendapatan biaya terbesar keempat yang dipantau DefiLlama.
Saham dan ETF Tokenisasi Mulai Tumbuh

Di balik hiruk-pikuk meme coin, aset dunia nyata juga mulai menunjukkan pertumbuhan di Robinhood Chain.
Robinhood Stock Tokens merupakan aset berbasis blockchain yang diterbitkan Robinhood untuk memberikan eksposur terhadap aset dunia nyata, termasuk saham dan exchange-traded funds (ETF). Namun, token tersebut tidak sama dengan kepemilikan saham secara hukum. Pemegangnya tidak memperoleh hak kepemilikan perusahaan, termasuk hak suara pemegang saham.
Per 4 September, kapitalisasi pasar RWA aktif di Robinhood Chain mencapai US$219,49 juta. Angka tersebut meningkat dari US$149,22 juta pada akhir Agustus.
Volume harian RWA juga mencatat rekor sekitar US$115 juta, jauh di atas puncak volume harian pada Juli yang berada di sekitar US$60 juta.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa Robinhood Chain sedang mencoba membangun ekosistem dengan dua karakter berbeda: produk keuangan tradisional yang ditokenisasi dan aset spekulatif seperti meme coin.
Robinhood Chain Jadi Mesin Pendapatan Baru
Pertumbuhan aktivitas juga membuat Robinhood Chain menjadi salah satu jaringan blockchain dengan pendapatan biaya yang cukup besar.
Dalam periode 30 hari hingga 31 Agustus, jaringan tersebut mengumpulkan US$3,13 juta pendapatan. Angka ini menempatkannya di posisi ketiga di antara blockchain yang tercatat, hanya di belakang Canton dan Tron, serta berada di atas Base dan Ethereum.
Pada 4 September, pendapatan biaya jaringan bahkan mencapai US$4,59 juta dalam satu hari.
Namun, ada satu faktor yang perlu diperhatikan. Sejak peluncuran, Robinhood menanggung biaya gas untuk swap tertentu yang dilakukan melalui Robinhood Wallet. Program tersebut dijadwalkan berakhir pada 29 September 2026.
Berakhirnya subsidi biaya ini akan menjadi salah satu ujian bagi Robinhood Chain untuk melihat apakah aktivitas pengguna tetap tinggi ketika trader mulai menanggung biaya transaksi mereka sendiri.
Dengan pertumbuhan RWA, saham dan ETF tokenisasi, serta aktivitas meme coin yang sangat tinggi, Robinhood Chain kini berada di persimpangan antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem kripto. Tantangannya adalah membuktikan apakah pertumbuhan tersebut dapat bertahan setelah insentif biaya berakhir dan ketika penggunaan aset tokenisasi mulai memasuki fase yang lebih matang.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih mudah kepada pengguna, FLOQ adalah aplikasi kripto yang kini menghadirkan dukungan Robinhood Chain untuk deposit dan withdrawal aset yang telah memenuhi persyaratan.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: RLUSD Incar Transaksi Rp200 Ribu Triliun, Ripple Bidik Perusahaan untuk Dorong Stablecoin







