Robinhood Chain Kini Ada di FLOQ! Cara Paling Gampang Buat Mulai Onchain

Investasi

21 Jul 2026

7 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Kalau kamu baru mulai belajar kripto, mungkin pernah mendengar istilah seperti blockchain, wallet, Layer 2, atau bahkan onchain. Sekilas semuanya terdengar rumit, padahal sebenarnya konsep dasarnya cukup sederhana. Yang sering membuat bingung justru proses saat ingin memindahkan aset dari satu platform ke platform lain.

Banyak pengguna baru yang ragu saat akan melakukan deposit aset kripto. Pertanyaannya biasanya sama: harus pilih jaringan yang mana? Apakah alamat wallet sudah benar? Kalau salah pilih jaringan, apakah aset bisa hilang?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat wajar, terutama bagi pemula. Berbeda dengan transfer bank yang biasanya memiliki sistem verifikasi, transaksi blockchain mengharuskan pengguna memastikan sendiri bahwa aset, jaringan, dan alamat tujuan sudah benar sebelum dikirim.

Karena itulah, memilih aplikasi kripto yang menyediakan dukungan jaringan secara jelas menjadi hal yang penting.

Kabar baiknya, FLOQ adalah aplikasi kripto yang kini telah mendukung Robinhood Chain untuk deposit dan withdrawal aset tertentu. Dengan hadirnya dukungan ini, pengguna Indonesia memiliki cara yang lebih mudah untuk mengakses salah satu jaringan Layer 2 terbaru di ekosistem Ethereum.

Meski prosesnya semakin praktis, memahami cara kerja jaringan blockchain tetap menjadi bekal penting agar setiap transaksi berjalan lancar.

Apa Itu Robinhood Chain?

Sebelum membahas cara menggunakannya, mari kenalan dulu dengan Robinhood Chain.

Robinhood Chain merupakan blockchain Layer 2 yang dibangun menggunakan teknologi Arbitrum dan terhubung dengan jaringan Ethereum. Public mainnet jaringan ini resmi diluncurkan pada Juli 2026 sebagai bagian dari pengembangan ekosistem blockchain Robinhood.

Kalau mendengar istilah Layer 2 untuk pertama kalinya, jangan khawatir. Sederhananya, Layer 2 adalah jaringan yang dibangun di atas blockchain utama, dalam hal ini Ethereum, untuk membantu meningkatkan kecepatan transaksi sekaligus menekan biaya.

Bayangkan Ethereum sebagai jalan tol utama yang sangat ramai. Ketika jumlah kendaraan semakin banyak, perjalanan bisa menjadi lebih lambat dan biaya juga meningkat. Layer 2 berfungsi seperti jalur tambahan yang membantu mengurangi kemacetan sehingga transaksi dapat diproses lebih efisien.

Walaupun berjalan di jaringan yang berbeda, Layer 2 tetap terhubung dengan keamanan Ethereum. Inilah alasan mengapa banyak proyek blockchain mulai mengembangkan solusi Layer 2 untuk mendukung aktivitas pengguna yang semakin tinggi.

Robinhood Chain juga menggunakan ETH sebagai token gas, yaitu aset yang digunakan untuk membayar biaya transaksi di dalam jaringan tersebut.

Kenapa Robinhood Chain Mulai Banyak Dibicarakan?

Robinhood selama ini dikenal sebagai platform investasi yang memiliki jutaan pengguna di berbagai negara. Dengan meluncurkan Robinhood Chain, perusahaan ingin memperluas ekosistemnya ke dunia keuangan berbasis blockchain.

Jaringan ini dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas onchain, seperti:

  • Mengirim aset digital.
  • Menggunakan aplikasi decentralized finance (DeFi).
  • Mendukung tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).
  • Menjadi infrastruktur bagi pengembang aplikasi blockchain.

Bagi pengguna sehari-hari, kehadiran Robinhood Chain berarti ada pilihan jaringan baru yang bisa digunakan untuk memindahkan aset digital dengan lebih efisien.

Namun, ada satu hal yang perlu dipahami. Tidak semua platform langsung mendukung jaringan baru ketika diluncurkan. Artinya, walaupun suatu aset tersedia di Robinhood Chain, belum tentu aset tersebut sudah bisa digunakan untuk deposit atau withdrawal di semua aplikasi kripto. Karena itulah dukungan resmi dari sebuah platform menjadi sangat penting.

FLOQ Kini Mendukung Robinhood Chain

Untuk memberikan pengalaman yang lebih mudah kepada pengguna, FLOQ adalah aplikasi kripto yang kini menghadirkan dukungan Robinhood Chain untuk deposit dan withdrawal aset yang telah memenuhi persyaratan.

Artinya, pengguna tidak perlu lagi bertanya-tanya apakah jaringan tersebut tersedia di aplikasi. Jika Robinhood Chain sudah muncul sebagai pilihan jaringan untuk aset tertentu di FLOQ, maka jaringan tersebut memang telah didukung. Hal ini membantu mengurangi risiko kesalahan saat melakukan transaksi.

Bagi pengguna baru, kemudahan seperti ini sangat membantu karena salah memilih jaringan merupakan salah satu kesalahan yang paling sering terjadi saat mengirim aset kripto.

Kenapa Memilih Jaringan Blockchain Itu Penting?

Saat pertama kali melihat menu deposit di aplikasi kripto, kamu mungkin akan menemukan beberapa pilihan jaringan untuk satu aset yang sama. Sebagai contoh, satu aset bisa tersedia di Ethereum, BNB Smart Chain, Polygon, hingga Robinhood Chain.

Banyak orang mengira selama nama asetnya sama, maka semua jaringan bisa digunakan secara bergantian. Padahal, anggapan tersebut tidak benar. Misalnya, kamu ingin mengirim aset melalui Robinhood Chain. Agar transaksi berhasil, platform atau wallet tujuan juga harus mendukung aset yang sama melalui Robinhood Chain.

Kalau pengirim menggunakan Robinhood Chain tetapi penerima hanya mendukung Ethereum, aset yang dikirim bisa mengalami kendala, bahkan berisiko tidak dapat dikreditkan secara otomatis. Inilah alasan mengapa jaringan harus selalu sama di sisi pengirim dan penerima.

Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan Pemula

Sebagian besar kendala saat melakukan deposit bukan terjadi karena sistem blockchain bermasalah, melainkan karena pengguna kurang teliti. Beberapa kesalahan yang paling sering terjadi antara lain:

  • Salah memilih jaringan blockchain.
  • Mengirim aset yang belum didukung oleh platform tujuan.
  • Menyalin alamat wallet yang tidak lengkap.
  • Tidak memperhatikan minimum deposit.
  • Lupa memasukkan memo atau tag jika memang diwajibkan.

Padahal, transaksi blockchain bekerja secara otomatis. Setelah transaksi dikonfirmasi oleh jaringan, proses tersebut umumnya tidak dapat dibatalkan seperti transfer bank. Karena itu, setiap detail harus diperiksa sebelum menekan tombol kirim.

Apa Itu Deposit Aset Kripto?

Kalau kamu baru menggunakan aplikasi kripto, istilah deposit mungkin masih terdengar asing. Deposit adalah proses memindahkan aset kripto dari wallet pribadi atau platform lain ke akun FLOQ milikmu.

Misalnya, kamu memiliki ETH di wallet lain dan ingin menggunakannya di FLOQ. Maka kamu perlu melakukan deposit dengan mengirim aset tersebut ke alamat deposit yang tersedia di aplikasi FLOQ. Meski terdengar sederhana, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum mengirim aset:

  • Pastikan aset yang akan dikirim memang didukung oleh FLOQ.
  • Pastikan Robinhood Chain tersedia sebagai pilihan jaringan untuk aset tersebut.
  • Salin alamat deposit langsung dari aplikasi FLOQ agar tidak terjadi kesalahan pengetikan.

Memastikan tiga hal ini dapat membantu mengurangi risiko kesalahan yang sering dialami pengguna baru.

Cara Deposit Aset Melalui Robinhood Chain di FLOQ

Kalau kamu sudah memahami apa itu Robinhood Chain dan mengapa pemilihan jaringan sangat penting, sekarang saatnya mempelajari cara melakukan deposit aset kripto melalui jaringan tersebut di FLOQ. Tenang, prosesnya tidak serumit yang dibayangkan. Selama aset dan jaringan yang dipilih sudah benar, deposit hanya membutuhkan beberapa langkah sederhana. Berikut caranya.

1. Perbarui aplikasi FLOQ

Pastikan kamu menggunakan versi terbaru aplikasi FLOQ. Update terbaru biasanya menghadirkan dukungan jaringan baru, peningkatan keamanan, serta berbagai penyempurnaan fitur. Kalau belum memperbarui aplikasi, buka Play Store atau App Store, lalu lakukan update terlebih dahulu.

2. Masuk ke menu Wallet atau Deposit

Setelah login ke akun FLOQ, buka menu Wallet, kemudian pilih Deposit. Di halaman ini kamu akan melihat daftar aset yang tersedia untuk disimpan ke akun FLOQ.

3. Pilih aset yang ingin didepositkan

Selanjutnya pilih aset kripto yang ingin dikirim. Perlu diingat bahwa tidak semua aset otomatis mendukung Robinhood Chain. Pastikan aset yang dipilih memang menyediakan jaringan tersebut.

4. Pilih jaringan Robinhood Chain

Setelah memilih aset, aplikasi akan menampilkan beberapa pilihan jaringan apabila tersedia. Pilih Robinhood Chain. Jangan memilih jaringan lain jika nantinya aset juga dikirim melalui Robinhood Chain dari wallet atau platform asal.

5. Salin alamat deposit

FLOQ akan menampilkan alamat wallet khusus untuk aset dan jaringan yang dipilih. Gunakan tombol Copy agar alamat tersalin secara otomatis. Hindari mengetik alamat wallet secara manual karena satu karakter yang salah saja dapat menyebabkan transaksi gagal atau terkirim ke alamat yang berbeda.

6. Buka wallet atau platform asal

Masuk ke wallet atau aplikasi tempat asetmu berada. Pilih menu Withdraw atau Send, kemudian pilih aset yang sama.

7. Tempel alamat wallet FLOQ

Masukkan alamat deposit yang sebelumnya sudah disalin dari aplikasi FLOQ. Setelah itu, pilih jaringan Robinhood Chain sebagai jaringan pengiriman. Langkah ini sangat penting karena jaringan pengirim dan penerima harus sama.

8. Periksa kembali seluruh detail transaksi

Sebelum menekan tombol kirim, luangkan waktu beberapa detik untuk memeriksa kembali seluruh informasi. Pastikan:

  • Nama aset sudah benar.
  • Alamat wallet sesuai.
  • Jaringan yang dipilih adalah Robinhood Chain.
  • Jumlah aset yang dikirim sudah sesuai.

Jika semua sudah benar, kamu bisa melanjutkan transaksi.

9. Simpan TxHash

Setelah transaksi berhasil dikirim, kamu akan memperoleh TxHash atau Transaction Hash. TxHash merupakan identitas unik setiap transaksi blockchain. Simpan informasi ini karena dapat digunakan untuk melacak status transaksi maupun saat menghubungi layanan pelanggan jika diperlukan.

Checklist Sebelum Mengirim Aset

Banyak kesalahan saat transaksi blockchain sebenarnya bisa dicegah hanya dengan melakukan pengecekan sederhana.

  • Sebelum mengirim aset, biasakan memeriksa beberapa hal berikut.
  • Pastikan nama aset sudah sesuai dengan aset yang akan dikirim.
  • Pastikan jaringan blockchain di wallet asal dan FLOQ sama-sama menggunakan Robinhood Chain.
  • Periksa kembali alamat wallet. Bandingkan beberapa karakter pertama dan terakhir untuk memastikan tidak ada yang berubah.
  • Pastikan jumlah aset memenuhi minimum deposit yang berlaku.
  • Periksa estimasi biaya jaringan sebelum mengirim.
  • Jika platform meminta memo atau tag tambahan, pastikan informasi tersebut sudah dimasukkan dengan benar.
  • Terakhir, baca ulang seluruh detail transaksi sebelum menekan tombol konfirmasi. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.

Tips Aman untuk Pengguna yang Baru Mengenal Blockchain

Kalau ini adalah pengalaman pertamamu menggunakan blockchain, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya diterapkan sejak awal.

Lakukan transaksi percobaan

Kalau nominal yang ingin dikirim cukup besar, kirim terlebih dahulu dalam jumlah kecil. Setelah aset berhasil masuk, barulah kirim sisa aset. Cara ini sering dilakukan bahkan oleh pengguna yang sudah berpengalaman.

Jangan terburu-buru

Sebagian besar kesalahan terjadi karena pengguna terburu-buru menekan tombol kirim tanpa memeriksa detail transaksi. Luangkan waktu satu atau dua menit untuk mengecek semuanya. Jauh lebih baik sedikit lebih lama daripada harus menghadapi proses pemulihan aset yang bisa memakan waktu.

Simpan bukti transaksi

Selain TxHash, simpan juga tangkapan layar transaksi apabila diperlukan. Dokumen ini dapat membantu ketika kamu membutuhkan bantuan dari tim customer support.

Jangan membagikan private key

Private key maupun seed phrase bukanlah informasi yang diperlukan untuk melakukan deposit. Kalau ada pihak yang meminta informasi tersebut, jangan pernah memberikannya kepada siapa pun.

Kenapa Transaksi Blockchain Tidak Bisa Dibatalkan?

Salah satu hal yang sering mengejutkan pengguna baru adalah transaksi blockchain umumnya tidak bisa dibatalkan setelah dikonfirmasi. Hal ini berbeda dengan transfer melalui layanan keuangan konvensional yang terkadang masih dapat dibatalkan dalam kondisi tertentu.

Blockchain bekerja menggunakan sistem desentralisasi. Setelah transaksi divalidasi oleh jaringan dan tercatat di blockchain, data tersebut menjadi permanen. Karena itu, pengguna memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh informasi sudah benar sebelum transaksi dikirim.

Inilah alasan mengapa edukasi mengenai aset, alamat wallet, dan jaringan blockchain tetap menjadi bagian penting meskipun proses deposit kini semakin mudah.

FAQ Seputar Robinhood Chain

Apakah Robinhood Chain sama dengan Ethereum?

Tidak. Robinhood Chain merupakan blockchain Layer 2 yang dibangun di atas Ethereum. Keduanya saling terhubung, tetapi merupakan jaringan yang berbeda.

Apakah semua aset bisa menggunakan Robinhood Chain?

Tidak. Dukungan jaringan bergantung pada masing-masing aset dan platform. Selalu pastikan Robinhood Chain tersedia sebagai pilihan jaringan sebelum melakukan deposit atau withdrawal.

Apa yang terjadi jika salah memilih jaringan?

Transaksi bisa gagal dikreditkan, memerlukan proses pemulihan, atau dalam beberapa kondisi aset berisiko tidak dapat dipulihkan. Karena itu, selalu pastikan jaringan pengirim dan penerima sama.

Apa itu TxHash?

TxHash adalah nomor identitas unik setiap transaksi blockchain. Informasi ini digunakan untuk melacak status transaksi di jaringan blockchain.

Apakah saya harus memiliki ETH?

Robinhood Chain menggunakan ETH sebagai token untuk membayar biaya transaksi jaringan. Namun, kebutuhan ETH bergantung pada aktivitas yang dilakukan dan platform yang digunakan.

Jadi kesimpulannya, semakin berkembangnya teknologi blockchain membuat akses ke berbagai layanan onchain menjadi lebih mudah. Namun, kemudahan tersebut tetap harus dibarengi dengan pemahaman mengenai cara kerja aset digital dan jaringan blockchain.

Sebagai aplikasi kripto yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FLOQ berharap dengan hadirnya dukungan Robinhood Chain, dapat membantu pengguna Indonesia mengakses jaringan Layer 2 terbaru dengan proses deposit dan withdrawal yang lebih praktis untuk aset yang didukung.

Meski begitu, ketelitian tetap menjadi kunci utama. Selalu pastikan aset, jaringan, dan alamat wallet sudah benar sebelum mengirim transaksi agar pengalaman menggunakan blockchain tetap aman dan nyaman.

Mulai Gunakan FLOQ

Ingin mulai mencoba deposit aset melalui Robinhood Chain? Download aplikasi FLOQ sekarang juga di Play Store atau App Store dan rasakan pengalaman transaksi aset digital yang lebih mudah. Jangan lupa untuk selalu cek info menarik tentang Robinhood Chain dan serba-serbi aset kripto lainnya di Instagram FLOQ.

Baca Juga: Apa Itu Ethereum 2.0? Panduan Lengkap untuk Pemula

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device