Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan pada perdagangan hari ini setelah Rancangan Undang-Undang (RUU) Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act gagal melewati voting prosedural di Senat Amerika Serikat (AS).
Bitcoin sempat merosot lebih dari 4,6% dan turun di bawah level psikologis US$75.000. Penurunan tersebut terjadi setelah CLARITY Act tidak berhasil mengamankan 60 suara yang dibutuhkan untuk melewati tahapan prosedural di Senat.
Kegagalan tersebut memicu aksi jual di pasar kripto. Data yang dikutip dari CoinGlass menunjukkan sebanyak 120.217 trader mengalami likuidasi dalam 24 jam, dengan total nilai likuidasi mencapai sekitar US$771 juta. Posisi long menyumbang sekitar US$568,5 juta dari total likuidasi.
Bitcoin Kehilangan Level US$75.000

Dari sisi teknikal, penurunan di bawah US$75.000 menjadi perhatian karena level tersebut sebelumnya menjadi area penting bagi pergerakan Bitcoin.
Dilaporkan Coinpedia, tekanan jual yang muncul setelah voting CLARITY Act juga menunjukkan tingginya sensitivitas pasar terhadap perkembangan regulasi kripto di AS. Reaksi tersebut dapat memperbesar volatilitas apabila Bitcoin kembali kehilangan area support berikutnya.
Jika tekanan jual berlanjut, pelaku pasar akan mencermati kemampuan BTC untuk kembali bertahan di atas US$75.000. Sebaliknya, pemulihan di atas level tersebut dapat menjadi indikasi bahwa tekanan jual pasca-voting mulai mereda.
Kenapa CLARITY Act Gagal Lolos?
CLARITY Act gagal memperoleh dukungan yang cukup meskipun versi terbaru RUU tersebut telah mengalami sejumlah perubahan untuk mendapatkan dukungan bipartisan.
Versi substitusi terakhir disebut memuat 126 perubahan bipartisan. Namun, perbedaan pandangan di antara anggota parlemen AS masih menjadi hambatan.
Sejumlah senator Demokrat yang sebelumnya terlibat dalam proses negosiasi, termasuk Kirsten Gillibrand, Mark Warner, Cory Booker, Raphael Warnock, Ruben Gallego, Angela Alsobrooks, dan Catherine Cortez Masto, pada akhirnya memberikan suara menolak.
Senator Elizabeth Warren juga mengkritik versi terbaru RUU tersebut. Warren menilai perubahan yang diajukan belum cukup untuk menjawab kekhawatiran terkait konflik kepentingan dalam industri aset digital.

Masih Ada Peluang Voting Ulang
Meski gagal melewati voting prosedural, proses CLARITY Act belum tentu sepenuhnya berakhir. Senat AS masih berpotensi membawa kembali RUU tersebut untuk voting berikutnya, bahkan sedini 17 September 2026.
Namun, waktu yang tersedia semakin terbatas menjelang batas waktu 2 Oktober. Tantangan utama tetap berada pada kemampuan RUU tersebut memperoleh sedikitnya 60 suara di Senat.
Di tengah ketidakpastian legislasi, perhatian juga dapat bergeser kepada regulator AS. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) sebelumnya memiliki kewenangan untuk menyusun sejumlah aturan terkait aset kripto tanpa menunggu pengesahan CLARITY Act.
Analisa Harga Bitcoin Hari Ini
Pergerakan Bitcoin hari ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan regulasi dan kondisi makroekonomi AS.
Setelah gagal mempertahankan US$75.000, level tersebut menjadi area yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek. Apabila BTC mampu kembali menembus dan bertahan di atasnya, tekanan jual pasca-voting berpotensi mereda.
Sebaliknya, apabila Bitcoin terus bergerak di bawah US$75.000 dan tekanan likuidasi kembali meningkat, volatilitas dapat berlanjut dan pasar berpotensi menguji area support yang lebih rendah.

Selain perkembangan CLARITY Act, pelaku pasar juga tengah menunggu keputusan suku bunga The Fed pada 17 September 2026. Keputusan tersebut dapat menjadi katalis berikutnya bagi Bitcoin dan aset berisiko secara lebih luas.
Dengan kombinasi ketidakpastian regulasi dan agenda kebijakan moneter AS, pergerakan Bitcoin dalam beberapa sesi ke depan berpotensi tetap volatil.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai BTC dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Bitcoin Bukan Cuma Soal Harga, Ini Sisi Lain yang Perlu Dipahami




