Harga Arbitrum (ARB) hari ini, Rabu (16/9) menjadi perhatian pasar setelah Standard Chartered memberikan proyeksi jangka panjang yang cukup agresif. Bank tersebut memperkirakan harga ARB dapat mencapai US$10 pada akhir 2030, dari level sekitar US$0,14 saat proyeksi tersebut diterbitkan.
Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 70 kali lipat apabila proyeksi Standard Chartered terealisasi. Namun, target US$10 merupakan proyeksi jangka panjang dan bukan jaminan bahwa harga ARB akan mencapai level tersebut.
Dalam analisisnya, Standard Chartered melihat perkembangan Arbitrum sebagai infrastruktur blockchain untuk perusahaan keuangan tradisional atau traditional finance (TradFi) sebagai salah satu faktor utama yang dapat mendukung pertumbuhan ARB.
Robinhood Chain Jadi Katalis Harga ARB
Salah satu faktor yang disoroti adalah Robinhood Chain yang dibangun menggunakan teknologi Arbitrum dan diluncurkan pada 1 Juli 2026.
Standard Chartered memperkirakan Arbitrum dapat menerima sekitar US$5 juta dalam biaya Arbitrum Expansion Program (AEP) pada September berdasarkan laju aktivitas saat ini. Angka tersebut disebut lebih dari lima kali lipat dibandingkan tingkat pendapatan bulanan Arbitrum sebelum Robinhood Chain diluncurkan.

Di bawah skema AEP, jaringan eksternal yang menggunakan teknologi Arbitrum membayar biaya bergulir sebesar 10% dari pendapatan protokol bersih. Namun, pendapatan tersebut saat ini belum mengalir secara langsung kepada pemegang token ARB.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam melihat prospek harga ARB. Pertumbuhan pendapatan jaringan memang dapat memperkuat fundamental ekosistem, tetapi hubungan langsung antara pendapatan tersebut dan nilai token ARB masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.
Tokenisasi Aset Jadi Faktor Jangka Panjang
Selain Robinhood Chain, Standard Chartered juga melihat pertumbuhan tokenisasi aset sebagai katalis utama bagi Arbitrum.
Bank tersebut memperkirakan nilai aset yang ditokenisasi dapat meningkat dari sekitar US$340 miliar menjadi US$4 triliun pada akhir 2028. Sementara itu, nilai saham yang ditokenisasi diproyeksikan dapat mencapai sekitar US$750 miliar dalam periode yang sama.
Arbitrum dinilai memiliki peluang untuk mendapatkan manfaat dari tren tersebut apabila semakin banyak perusahaan keuangan tradisional menggunakan infrastrukturnya untuk membawa aset ke jaringan blockchain.
Jika adopsi tersebut terus berkembang, peningkatan aktivitas jaringan berpotensi memperkuat narasi pertumbuhan Arbitrum dalam beberapa tahun ke depan.
Aktivitas Whale ARB Mulai Meningkat

Selain faktor fundamental, aktivitas investor besar juga menjadi perhatian dalam analisis harga ARB.
Data yang dikutip Coinpedia menunjukkan transaksi ARB dengan nilai lebih dari US$100.000 dan US$1 juta meningkat sejak awal September. Peningkatan transaksi berukuran besar dapat menjadi indikasi bahwa aktivitas investor dengan kepemilikan besar sedang meningkat.
Meski demikian, lonjakan transaksi whale belum dapat secara langsung diartikan sebagai akumulasi. Transaksi bernilai besar dapat mencerminkan aktivitas beli maupun jual sehingga pergerakan harga dan data on-chain tetap perlu diamati untuk melihat arah berikutnya.
Target Harga ARB Bertahap hingga 2030
Standard Chartered juga memberikan sejumlah target antara sebelum mencapai proyeksi US$10 pada akhir 2030.
| Tahun | Target ARB |
|---|---|
| 2026 | US$0,50 |
| 2027 | US$1,50 |
| 2028 | US$3,50 |
| 2029 | US$6,50 |
| 2030 | US$10 |
Dengan demikian, level US$0,50 menjadi salah satu area penting dalam proyeksi Standard Chartered untuk 2026. Dari kisaran US$0,14, target tersebut setara dengan kenaikan lebih dari tiga kali lipat.
Namun, pergerakan menuju level tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar dan perkembangan fundamental Arbitrum.
Analisa Harga ARB Hari Ini
Dalam jangka pendek, perhatian pasar tidak hanya tertuju pada target US$10, tetapi juga pada kemampuan ARB mempertahankan momentum setelah munculnya katalis fundamental tersebut.
Narasi Robinhood Chain, pertumbuhan tokenisasi aset, dan meningkatnya aktivitas transaksi whale dapat menjadi faktor yang membuat ARB kembali diperhatikan pasar. Namun, harga tetap membutuhkan konfirmasi dari pergerakan pasar dan peningkatan aktivitas jaringan yang berkelanjutan.

Standard Chartered sendiri mengidentifikasi sejumlah risiko terhadap proyeksinya, termasuk pertumbuhan tokenisasi yang lebih lambat, persaingan dari blockchain lain, serta belum adanya mekanisme yang memberikan klaim langsung kepada pemegang ARB atas pendapatan jaringan.
Selain itu, 92,6 juta token ARB dijadwalkan mengalami unlock pada 16 September 2026, yang berpotensi menjadi faktor tambahan yang diperhatikan pelaku pasar dalam jangka pendek.
Target US$10 dari Standard Chartered menjadi katalis narasi jangka panjang bagi ARB, tetapi pergerakan harga dalam waktu dekat tetap akan ditentukan oleh kondisi pasar, aktivitas jaringan, tekanan pasokan, dan kemampuan Arbitrum mengubah pertumbuhan ekosistem menjadi nilai ekonomi yang lebih besar.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Arbitrum, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai ARB dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Bitcoin Bukan Cuma Soal Harga, Ini Sisi Lain yang Perlu Dipahami




