
Transaction Triggers
Apa Itu Transaction Triggers?
Transaction Triggers adalah kondisi atau peristiwa tertentu yang diprogram untuk secara otomatis mengeksekusi transaksi di dalam sebuah smart contract. Dengan kata lain, transaksi tidak perlu lagi dikirim secara manual oleh manusia—cukup dengan memenuhi syarat atau kondisi tertentu, sistem akan langsung menjalankannya.
Trigger ini membuat teknologi blockchain menjadi lebih dinamis, otomatis, dan efisien, karena dapat mengatur berbagai proses seperti transfer token, distribusi reward, pencairan dana, atau pembaruan status aset secara real-time.
Bagaimana Transaction Triggers Bekerja?
Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan cara kerja Transaction Triggers:
1. Ditetapkan di dalam Smart Contract
Saat smart contract ditulis, developer menentukan kondisi-kondisi (triggers) tertentu yang jika terjadi akan memicu transaksi. Misalnya:
- Jika pengguna mengirim 1 ETH, maka NFT langsung dikirim ke wallet-nya.
- Jika waktu mencapai tanggal tertentu, maka staking reward otomatis dicairkan.
- Jika hasil voting mayoritas “ya”, maka dana dikirim ke penerima yang disetujui.
2. Jenis-jenis Trigger yang Umum Digunakan
- Waktu: Transaksi dijalankan pada tanggal atau jam tertentu.
- Event: Transaksi dipicu oleh peristiwa on-chain, seperti deposit, vote, atau mencapai harga tertentu.
- Kondisi Logika: Jika suatu kondisi matematis atau logika terpenuhi (misalnya saldo cukup, rasio terpenuhi), maka aksi dijalankan.
- Pemicu Eksternal (Oracle): Informasi dari dunia nyata, seperti harga aset dari Chainlink, bisa digunakan sebagai trigger.
3. Otomatis & Tidak Bisa Diubah
Begitu trigger aktif, transaksi dijalankan tanpa perlu persetujuan manual. Ini menjamin proses berjalan sesuai kesepakatan dan tidak bisa dibatalkan sepihak.
Mengapa Transaction Triggers Penting?
Transaction Triggers adalah fondasi dari otomatisasi di dunia blockchain. Berikut beberapa manfaat utamanya:
Menghemat Waktu dan Tenaga
Proses seperti pembayaran rutin, pembagian hasil, atau aksi dalam game blockchain bisa berlangsung otomatis tanpa harus ditekan tombol setiap saat.
Menghindari Human Error
Karena dijalankan oleh kode, transaksi lebih presisi dan minim kesalahan operasional.
Mendukung Sistem Tanpa Kepercayaan (Trustless)
Semua pihak bisa yakin bahwa kontrak akan berjalan sesuai logika yang telah ditetapkan—tanpa perlu percaya pada satu pihak pun.
Skalabilitas Proyek
Platform seperti DeFi, NFT, DAO, atau GameFi bisa berjalan lebih efisien karena tidak perlu melibatkan tim secara langsung untuk tiap transaksi kecil.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Transaction (TX)
Rekaman digital dari pengiriman data atau aset di blockchain yang membutuhkan validasi jaringan. Setiap transaksi disimpan secara permanen dalam blok.
Transactions Per Second (TPS)
Jumlah transaksi yang dapat diproses oleh jaringan blockchain dalam satu detik. Menjadi metrik utama dalam menilai kecepatan dan skalabilitas suatu protokol.
Treasury Bills (T-Bills)
Surat utang jangka pendek yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai instrumen investasi yang aman. Umumnya memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun dan dibeli dengan diskon dari nilai nominalnya.
Treasury Bond (T-Bond)
Obligasi jangka panjang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai pengeluaran publik. Memberikan bunga tetap secara berkala dan memiliki jatuh tempo lebih dari sepuluh tahun.
Trenches
Lapisan-lapisan investasi atau struktur pembagian risiko dalam keuangan, terutama pada sekuritisasi aset. Digunakan untuk mengalokasikan risiko dan return kepada berbagai kategori investor.


