Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Supply Chain

Apa Itu Supply Chain?

Supply chain, atau rantai pasok, adalah serangkaian aktivitas, sistem, dan entitas yang bekerja sama untuk menggerakkan suatu produk dari bahan mentah hingga sampai ke tangan konsumen. Sahabat Floq, rantai pasok mencakup banyak pihak—seperti pemasok, pabrik, gudang, distributor, dan pengecer—yang berperan penting dalam memastikan produk sampai dengan aman, tepat waktu, dan dalam kondisi baik.

Konsep supply chain tidak hanya penting di industri manufaktur, makanan, atau farmasi, tapi juga mulai mendapat perhatian besar dalam ekosistem Web3, terutama dengan masuknya blockchain sebagai teknologi pelacak rantai pasok.

 

Bagaimana Supply Chain Bekerja?

Supply chain bekerja sebagai aliran terkoordinasi yang mencakup beberapa tahapan berikut:

Pengadaan Bahan Baku 

Dimulai dari pemasok yang menyediakan bahan dasar, seperti biji plastik, logam, atau bahan organik.

Produksi dan Perakitan 

Bahan tersebut diproses menjadi produk jadi melalui pabrik atau fasilitas manufaktur.

Distribusi dan Logistik 

Produk dikirim ke pusat distribusi, gudang, atau langsung ke pengecer menggunakan berbagai metode pengiriman.

Penjualan dan Konsumsi 

Produk tersedia di pasar untuk dibeli oleh konsumen akhir.

Dalam sistem tradisional, alur ini seringkali kompleks dan kurang transparan, sehingga menimbulkan tantangan seperti pemalsuan produk, keterlambatan pengiriman, dan pemborosan.

 

Mengapa Supply Chain Menjadi Relevan dalam Dunia Blockchain?

1. Transparansi dan Jejak Digital

Blockchain memungkinkan setiap langkah dalam rantai pasok dicatat secara real-time dan permanen. Konsumen bisa memverifikasi asal-usul produk melalui kode QR atau ID digital, meningkatkan kepercayaan terhadap keaslian dan kualitas barang.

2. Keamanan Data dan Otentikasi

Karena data di blockchain tidak bisa dimanipulasi, perusahaan dapat menghindari pemalsuan data logistik, laporan palsu, atau manipulasi catatan produksi. Hal ini sangat krusial untuk industri makanan, farmasi, dan barang mewah.

3. Efisiensi Operasional

Dengan sistem otomatis dan pencatatan terdesentralisasi, blockchain mampu mengurangi biaya administrasi, mempercepat proses audit, dan menyederhanakan rantai komunikasi antar pihak dalam supply chain.

4. Sustainability dan ESG (Environmental, Social, Governance)

Perusahaan dapat membuktikan komitmen mereka terhadap keberlanjutan dengan menampilkan rantai pasok yang ramah lingkungan secara on-chain, seperti jejak karbon rendah atau praktik kerja etis.

 

Supply chain bukan lagi hanya urusan logistik dan produksi, tetapi telah menjadi komponen penting dalam membangun kepercayaan, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis di era digital. Bagi Sahabat Floq yang ingin memahami bagaimana teknologi blockchain digunakan di luar dunia keuangan, pemanfaatan blockchain dalam supply chain adalah salah satu contoh nyata bagaimana Web3 memberi nilai tambah dalam dunia nyata.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device