
Supply Chain Attack
Apa Itu Supply Chain Attack?
Supply Chain Attack, atau serangan rantai pasokan, adalah jenis serangan siber yang menargetkan celah keamanan pada komponen eksternal atau pihak ketiga dalam sistem yang lebih besar. Sahabat Floq, alih-alih menyerang sistem utama secara langsung, pelaku menyerang komponen seperti software library, plugin, API, atau layanan cloud yang digunakan oleh sistem target.
Dalam dunia blockchain dan Web3, serangan ini semakin relevan karena proyek kripto sering bergantung pada kode open-source, library smart contract, dan layanan eksternal. Jika salah satu bagian tersebut disusupi, seluruh jaringan atau aplikasi terdesentralisasi bisa ikut terdampak.
Bagaimana Supply Chain Attack Terjadi?
Supply Chain Attack bisa terjadi dalam berbagai bentuk, di antaranya:
1. Manipulasi Library atau Package
Pengembang sering menggunakan pustaka kode (library) dari pihak ketiga seperti NPM, PyPI, atau Crates.io. Jika pelaku menyisipkan malware atau backdoor dalam library tersebut, maka setiap sistem yang mengintegrasikannya otomatis terinfeksi.
2. Serangan Melalui Smart Contract Dependency
Dalam ekosistem DeFi dan Web3, banyak proyek menggunakan template atau kontrak pintar turunan dari proyek lain. Jika dependensi tersebut dimanipulasi atau ditinggalkan tanpa audit, pelaku bisa memasukkan fungsi berbahaya.
3. Eksploitasi Infrastruktur DevOps
Sistem Continuous Integration (CI) dan layanan cloud yang digunakan selama proses pengembangan juga menjadi sasaran. Pelaku bisa menanamkan skrip jahat saat aplikasi sedang dibangun atau diperbarui.
4. Penipuan Identitas Developer
Dalam beberapa kasus, pelaku bisa menyamar sebagai kontributor proyek atau mencuri akses akun developer untuk menyisipkan kode berbahaya dalam update software yang sah.
Mengapa Supply Chain Attack Berbahaya dalam Ekosistem Blockchain?
1. Menargetkan Kepercayaan Fundamental
Blockchain dibangun atas prinsip transparansi dan kepercayaan terhadap kode. Serangan terhadap komponen open-source bisa menghancurkan reputasi proyek dan kepercayaan komunitas.
2. Sulit Dideteksi
Karena Supply Chain Attack bekerja lewat celah pihak ketiga, serangan ini tidak selalu terdeteksi oleh sistem keamanan konvensional. Kadang, kode berbahaya hanya aktif dalam kondisi tertentu, sehingga bisa tersembunyi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
3. Efek Domino di Seluruh Ekosistem
Satu library yang dimodifikasi bisa digunakan oleh puluhan atau ratusan proyek lain. Ini berarti satu titik lemah bisa menyebar luas dan menyebabkan kerugian massal di banyak aplikasi DeFi, NFT, atau wallet.
4. Dampak Finansial dan Hukum
Kerugian dari Supply Chain Attack di blockchain sering kali bersifat langsung—seperti pencurian dana, peretasan bridge, atau manipulasi kontrak. Selain itu, dampak hukum bisa timbul jika pengguna merasa tidak dilindungi oleh pengembang proyek.
Supply Chain Attack menunjukkan bahwa keamanan blockchain tidak hanya bergantung pada teknologi rantai itu sendiri, tetapi juga pada ekosistem pengembang, dependency, dan integrasi eksternal. Bagi Sahabat Floq yang ingin terlibat dalam pembangunan proyek Web3, penting untuk menjaga hygiene kode, melakukan audit keamanan, dan memverifikasi seluruh dependensi secara rutin agar terhindar dari serangan tak terlihat yang bisa berakibat fatal.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Support Level
Tingkat harga di mana permintaan aset cenderung cukup kuat untuk mencegah penurunan harga lebih lanjut. Sering digunakan dalam analisis teknikal untuk mengidentifikasi titik masuk potensial.
Swap
Pertukaran satu aset crypto dengan aset lain, baik melalui bursa terpusat maupun protokol terdesentralisasi. Swap memungkinkan pengguna untuk berganti token tanpa proses jual-beli manual.
Swing Failure Pattern (SFP)
Pola teknikal yang muncul ketika harga mencoba menembus level support atau resistance tetapi gagal dan kembali ke arah berlawanan. SFP sering digunakan sebagai sinyal pembalikan tren dalam trading crypto.
Swing Trading
Strategi perdagangan di mana posisi dibuka dan ditahan selama beberapa hari hingga minggu untuk mengambil keuntungan dari perubahan harga jangka menengah. Berbeda dari day trading yang bersifat jangka pendek dan lebih intensif.
Sybil Attack
Serangan di mana satu entitas membuat banyak identitas palsu dalam jaringan untuk mendapatkan pengaruh atau merusak sistem. Sistem blockchain mengatasinya dengan mekanisme konsensus seperti Proof-of-Work (PoW) atau Stake.


