Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Support Level

Apa Itu Support Level?

Support level adalah tingkat harga di mana sebuah aset kripto cenderung mengalami tekanan beli yang cukup kuat untuk menghentikan atau membalikkan penurunan harga. Sahabat Floq, ketika harga aset turun dan mencapai level ini, biasanya banyak trader atau investor mulai masuk membeli, karena menganggap harga sudah “murah” atau undervalued.

Konsep support sangat penting dalam analisis teknikal karena membantu Kamu memahami psikologi pasar: di mana mayoritas pelaku pasar merasa nyaman untuk membeli, dan kapan tekanan jual mulai melemah. Support tidak selalu berada di titik tetap, tetapi dapat berubah seiring waktu tergantung pada volume, tren, dan kondisi pasar.

 

Bagaimana Support Level Terbentuk?

Support level terbentuk karena reaksi pasar yang berulang pada titik harga tertentu. Beberapa faktor yang dapat membentuk support antara lain:

Volume Pembelian Tinggi di Titik Tertentu 

Jika banyak trader sebelumnya membeli di harga tertentu dan aset kembali turun ke level tersebut, mereka cenderung melakukan aksi beli ulang (buy the dip), menciptakan support alami.

Level Psikologis 

Angka bulat seperti $1.000 atau $20.000 pada Bitcoin sering kali menjadi titik support karena dianggap signifikan secara psikologis.

Moving Average 

Rata-rata pergerakan harga (MA50, MA200, dll.) juga sering bertindak sebagai garis support dinamis yang banyak diperhatikan trader.

Konsolidasi Sebelumnya 

Wilayah harga di mana aset sebelumnya bergerak sideways (tidak naik atau turun tajam) dapat menjadi area support yang kuat.

Ketika harga mendekati support, trader biasanya mencari konfirmasi seperti candlestick reversal, volume meningkat, atau sinyal indikator lain untuk mengonfirmasi potensi pantulan (bounce).

 

Mengapa Support Level Penting dalam Trading Crypto?

1. Menentukan Titik Masuk Potensial

Support membantu Kamu menemukan entry point yang lebih aman dalam strategi beli. Saat harga berada di support, rasio risiko terhadap imbal hasil biasanya lebih menguntungkan dibanding membeli di puncak harga.

2. Manajemen Risiko Lebih Baik

Dengan mengetahui support, Kamu bisa menempatkan stop loss secara lebih strategis, yaitu sedikit di bawah level support, untuk membatasi kerugian jika harga benar-benar menembus level tersebut.

3. Mengidentifikasi Tren dan Reversal

Jika support berhasil bertahan, pasar cenderung memantul dan melanjutkan tren naik. Namun, jika support ditembus dengan volume besar, bisa terjadi breakdown dan tren bearish yang lebih dalam.

4. Digunakan dalam Strategi Teknikal Lain

Support sering dikombinasikan dengan resistance, trendline, indikator RSI, dan Fibonacci retracement untuk membentuk strategi trading yang lebih komprehensif.

 

Support level bukan hanya angka acak dalam grafik, melainkan cerminan dari reaksi pasar, sentimen investor, dan keputusan kolektif pelaku pasar. Bagi Sahabat Floq yang ingin mengasah kemampuan trading atau analisis teknikal, memahami dan mengidentifikasi support adalah dasar yang perlu dikuasai. Ini akan membantumu membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan mengurangi risiko saat berhadapan dengan volatilitas pasar kripto.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device