
Swap
Apa Itu Swap?
Swap adalah proses pertukaran instan antara dua aset kripto. Sahabat Floq, swap memungkinkan Kamu untuk mengganti satu token dengan token lain secara langsung, tanpa harus menjual terlebih dahulu lalu membeli token baru. Misalnya, jika Kamu memiliki ETH dan ingin mendapatkan USDT, swap memungkinkan Kamu melakukan pertukaran ini dalam satu langkah cepat.
Konsep swap sangat populer karena menyederhanakan proses trading, terutama di platform yang menawarkan antarmuka sederhana, baik di bursa terpusat (CEX) seperti Binance maupun protokol terdesentralisasi (DEX) seperti Uniswap.
Bagaimana Swap Bekerja?
1. Swap di Bursa Terpusat (CEX)
Di CEX, swap dilakukan melalui order book internal, di mana platform mencocokkan order beli dan jual pengguna. Namun, banyak platform juga menyediakan fitur "convert" yang memungkinkan swap langsung berdasarkan harga pasar saat itu.
2. Swap di Protokol Terdesentralisasi (DEX)
Di DEX, swap terjadi secara on-chain melalui liquidity pool. Protokol seperti Uniswap, PancakeSwap, atau SushiSwap menggunakan model Automated Market Maker (AMM) yang memungkinkan pengguna swap token langsung dari smart contract, tanpa harus menunggu penjual atau pembeli lain.
Swap di DEX juga memerlukan gas fee dan terkadang mengalami slippage (selisih antara harga perkiraan dan harga eksekusi), tergantung likuiditas pool dan volume swap yang dilakukan.
Mengapa Swap Penting dalam Dunia Crypto?
1. Kemudahan dan Kecepatan
Swap memungkinkan Kamu bertukar token hanya dengan beberapa klik, tanpa perlu memahami pasar trading yang rumit atau menunggu order tereksekusi.
2. Akses ke Berbagai Token
Melalui swap, pengguna bisa mengakses token-token kecil atau baru yang belum tentu tersedia di bursa besar. Ini membuka peluang eksplorasi dalam ekosistem DeFi dan Web3.
3. Efisiensi untuk Portofolio
Swap digunakan dalam rebalancing portofolio, di mana pengguna ingin mengubah komposisi aset mereka secara efisien dan cepat, terutama dalam menghadapi perubahan pasar.
4. Fondasi Ekosistem DeFi
Swap adalah elemen inti dari banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi, seperti yield farming, staking, dan liquidity provision, yang semuanya membutuhkan pertukaran aset secara fleksibel.
Swap telah menjadi fitur penting yang memudahkan partisipasi dalam ekosistem crypto, baik untuk pengguna pemula maupun trader berpengalaman. Bagi Sahabat Floq yang ingin menjelajahi dunia aset digital lebih dalam, memahami cara kerja swap dan penggunaannya adalah langkah awal yang penting dalam menjelajahi peluang di DeFi dan beyond.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Swing Failure Pattern (SFP)
Pola teknikal yang muncul ketika harga mencoba menembus level support atau resistance tetapi gagal dan kembali ke arah berlawanan. SFP sering digunakan sebagai sinyal pembalikan tren dalam trading crypto.
Swing Trading
Strategi perdagangan di mana posisi dibuka dan ditahan selama beberapa hari hingga minggu untuk mengambil keuntungan dari perubahan harga jangka menengah. Berbeda dari day trading yang bersifat jangka pendek dan lebih intensif.
Sybil Attack
Serangan di mana satu entitas membuat banyak identitas palsu dalam jaringan untuk mendapatkan pengaruh atau merusak sistem. Sistem blockchain mengatasinya dengan mekanisme konsensus seperti Proof-of-Work (PoW) atau Stake.
Symmetric Key Cryptography
Metode enkripsi di mana pengirim dan penerima menggunakan kunci yang sama untuk mengenkripsi dan mendekripsi pesan. Cocok untuk komunikasi cepat tetapi menantang dalam distribusi kunci secara aman.
Synthetic Asset
Aset digital yang mereplikasi nilai dari aset dunia nyata seperti saham, emas, atau mata uang fiat melalui smart contract. Digunakan dalam Decentralized Finance (DeFi) untuk memberikan eksposur ke pasar tradisional tanpa harus memiliki aset aslinya.


