
Synthetic Asset
Apa Itu Synthetic Asset?
Synthetic asset adalah representasi digital dari aset dunia nyata yang diciptakan menggunakan smart contract di jaringan blockchain. Sahabat Floq, jenis aset ini memungkinkan Kamu untuk mendapatkan eksposur terhadap harga aset seperti emas, saham, atau mata uang tanpa benar-benar memiliki aset tersebut secara fisik.
Synthetic asset sering digunakan dalam ekosistem Decentralized Finance (DeFi) sebagai cara untuk membawa nilai dari pasar keuangan tradisional ke dalam dunia blockchain, tanpa perlu perantara seperti broker atau bank.
Bagaimana Synthetic Asset Bekerja?
Synthetic asset diciptakan dengan menggabungkan aset jaminan (collateral) dan smart contract yang melacak harga aset acuan. Berikut gambaran umum mekanismenya:
1. Jaminan (Collateral)
Pengguna menyetor aset kripto tertentu (seperti ETH, DAI, atau token asli platform) sebagai jaminan ke dalam smart contract. Jaminan ini digunakan untuk mendukung pembuatan (minting) synthetic asset.
2. Penciptaan Aset Sintetis
Setelah jaminan dikunci, sistem mencetak aset sintetis (misalnya sUSD untuk mencerminkan nilai USD) yang dapat diperdagangkan seperti token biasa.
3. Harga Dicerminkan Melalui Oracle
Nilai dari synthetic asset mengikuti harga aset dunia nyata melalui data dari oracle, yaitu sistem yang menghubungkan blockchain dengan data eksternal secara real-time.
4. Penghapusan dan Penarikan Jaminan
Untuk menghapus synthetic asset, pengguna harus mengembalikannya ke kontrak pintar, lalu mereka dapat menarik kembali jaminan yang semula dikunci.
Mengapa Synthetic Asset Penting dalam DeFi?
1. Akses ke Aset Tradisional tanpa Kustodian
Sahabat Floq bisa mendapatkan eksposur terhadap harga saham seperti Tesla atau harga emas tanpa harus melalui platform keuangan konvensional atau memiliki rekening broker.
2. Likuiditas Global dan Terbuka
Synthetic asset dapat diperdagangkan 24/7 di seluruh dunia melalui protokol DeFi. Ini memberi peluang baru bagi siapa saja yang sebelumnya terbatas oleh regulasi atau geografis.
3. Diversifikasi Portofolio di Dunia Crypto
Dengan synthetic asset, investor crypto dapat mendiversifikasi portofolio ke berbagai jenis aset—tanpa meninggalkan ekosistem blockchain.
4. Dasar untuk Produk Keuangan Kompleks
Synthetic asset bisa digunakan sebagai dasar dari derivatif on-chain, produk leverage, indeks sintetis, dan strategi arbitrase.
Synthetic asset adalah jembatan antara keuangan tradisional dan dunia desentralisasi. Bagi Sahabat Floq yang ingin memperluas potensi investasi atau memahami dinamika keuangan modern, aset sintetis membuka peluang baru—di mana batas antara dunia fisik dan digital mulai memudar berkat kekuatan smart contract.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Taint
Metrik seberapa besar hubungan antara dua alamat crypto berdasarkan jumlah transaksi yang dibagikan. Digunakan dalam analisis blockchain untuk mendeteksi pencucian uang atau aktivitas mencurigakan.
Take Profit
Instruksi untuk secara otomatis menjual aset saat harga mencapai level keuntungan tertentu. Strategi ini digunakan untuk mengunci keuntungan sebelum pasar berbalik arah.
Tamper Proof Ledger
Buku besar digital yang tidak dapat diubah atau dimanipulasi setelah data dicatat. Blockchain dianggap sebagai bentuk tamper-proof ledger karena menggunakan kriptografi dan konsensus terdistribusi.
Tangle
Struktur data alternatif dari blockchain yang digunakan oleh jaringan IOTA, di mana transaksi saling memverifikasi satu sama lain. Dirancang untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi transaksi tanpa biaya.
Tap-to-Earn Crypto Games
Permainan berbasis crypto yang memungkinkan pengguna memperoleh token hanya dengan melakukan aktivitas sederhana seperti mengetuk layar. Menyasar pasar kasual dengan pendekatan play-to-earn yang ringan.


