
Subnet
Apa Itu Subnet?
Subnet adalah jaringan blockchain khusus yang berjalan di dalam ekosistem yang lebih besar, seperti Avalanche. Meskipun berjalan secara independen, subnet tetap terhubung dengan jaringan utama dan dapat berinteraksi dengan jaringan lainnya dalam ekosistem yang sama.
Sahabat Floq, istilah "subnet" berasal dari "subnetwork", yang secara teknis berarti bagian dari jaringan yang lebih luas namun memiliki aturan main dan karakteristik tersendiri. Dalam konteks Avalanche, subnet digunakan untuk membuat blockchain dengan konfigurasi khusus, mulai dari aturan konsensus, struktur token, hingga kriteria validator.
Bagaimana Cara Kerja Subnet?
Di dalam sistem seperti Avalanche, subnet memungkinkan siapa saja untuk meluncurkan blockchain baru yang:
Memiliki Validator Sendiri
Setiap subnet dapat memilih validatornya sendiri. Validator ini tetap harus menjadi bagian dari validator Avalanche utama, tetapi hanya akan memvalidasi transaksi di subnet yang mereka ikuti.
Mendukung Konsensus Khusus
Subnet dapat menggunakan mekanisme konsensus yang berbeda dari jaringan utama, seperti Proof of Stake, Proof of Authority, atau hybrid, tergantung kebutuhan pengguna.
Mengatur Aset dan Ekonomi Sendiri
Subnet bisa menciptakan tokennya sendiri, menetapkan biaya transaksi, dan menetapkan ekonomi internal yang terpisah dari jaringan induk.
Menjalankan Aplikasi Khusus
Subnet ideal untuk aplikasi yang membutuhkan regulasi ketat, privasi, atau performa tinggi, seperti institusi keuangan, game Web3, atau platform NFT besar.
Subnet tetap terhubung dengan ekosistem Avalanche melalui interoperabilitas native, yang memungkinkan pertukaran aset atau data antar subnet maupun dengan chain utama seperti X-Chain, C-Chain, dan P-Chain.
Mengapa Subnet Penting?
1. Skalabilitas Horizontal
Alih-alih membebani satu jaringan utama dengan semua transaksi dan kontrak pintar, subnet memungkinkan distribusi beban secara horizontal. Ini berarti lebih banyak jaringan bisa berjalan paralel tanpa saling memperlambat.
2. Kustomisasi Tinggi
Developer atau organisasi bisa membuat blockchain dengan aturan mereka sendiri, baik dari sisi regulasi, performa, maupun desain tokenomik.
3. Privasi dan Isolasi
Subnet dapat diatur sebagai jaringan privat atau semi-privat, cocok untuk penggunaan enterprise atau data sensitif yang tidak bisa dibuka ke publik.
4. Pengurangan Biaya dan Waktu Eksekusi
Dengan ekosistem sendiri, subnet bisa mengatur biaya transaksi lebih murah dan kecepatan validasi lebih cepat, karena tidak bersaing dengan ribuan kontrak pintar lainnya seperti di chain publik umum.
Subnet adalah inovasi penting dalam dunia blockchain modern yang mengutamakan fleksibilitas dan skalabilitas tanpa meninggalkan prinsip interoperabilitas. Bagi Sahabat Floq yang tengah menjajaki pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan kebutuhan spesifik, subnet bisa menjadi solusi modular yang mendukung pertumbuhan tanpa batas dalam ekosistem Web3.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Supercomputer
Komputer dengan kemampuan pemrosesan ekstrem yang mampu menjalankan jutaan instruksi per detik. Dalam crypto, supercomputer dapat digunakan untuk riset kriptografi atau pelatihan model Artificial Intelligence (AI) yang terintegrasi dengan blockchain.
Supercycle
Periode panjang di mana harga aset mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan akibat kombinasi sentimen positif, adopsi luas, dan inovasi teknologi. Istilah ini sering muncul dalam analisis pasar crypto untuk menggambarkan tren bullish yang kuat.
Supply and Demand
Konsep ekonomi dasar di mana harga aset ditentukan oleh ketersediaan (supply) dan keinginan pasar (demand). Dalam crypto, fluktuasi supply dan demand sangat memengaruhi volatilitas harga.
Supply Chain
Jaringan proses dan pihak yang terlibat dalam produksi, distribusi, dan penjualan produk dari awal hingga ke konsumen akhir. Teknologi blockchain digunakan untuk melacak supply chain secara transparan dan efisien.
Supply Chain Attack
Jenis serangan siber yang menargetkan komponen pihak ketiga dalam rantai pasokan untuk menyusup ke sistem utama. Dalam ekosistem blockchain, ini bisa mencakup manipulasi smart contract library atau layanan eksternal.


