Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Stale Block

Apa Itu Stale Block?

Stale block adalah blok yang secara teknis valid, tetapi tidak menjadi bagian dari rantai utama blockchain karena blok lain berhasil dikonfirmasi lebih dahulu oleh jaringan. Dalam istilah sederhana, stale block adalah "blok yang kalah cepat" dalam lomba menambang dan disingkirkan dari catatan resmi transaksi.

Sahabat Floq, dalam jaringan blockchain seperti Bitcoin, banyak penambang (miner) bersaing untuk memecahkan teka-teki kriptografi guna menambahkan blok baru ke rantai. Ketika dua penambang berbeda menemukan solusi dalam waktu hampir bersamaan, dua versi blockchain bisa muncul sementara. Namun, hanya satu yang akan dipilih oleh mayoritas jaringan sebagai bagian dari rantai utama, dan blok yang tidak terpilih disebut stale block.

 

Bagaimana Stale Block Terjadi?

Stale block biasanya muncul akibat delay komunikasi antar node atau kompetisi intens antar penambang. Berikut ilustrasi sederhananya:

  1. Dua penambang di lokasi berbeda menyelesaikan blok pada saat hampir bersamaan.
  2. Keduanya menyebarkan blok masing-masing ke jaringan.

  3. Beberapa node menerima blok A terlebih dahulu, lainnya menerima blok B.
  4. Blockchain terbagi sementara menjadi dua cabang.
  5. Ketika blok selanjutnya ditambang dan ditambahkan ke salah satu cabang (misalnya blok A), jaringan akan mengakui cabang tersebut sebagai rantai utama karena lebih panjang.
  6. Blok B pun menjadi stale block dan ditolak dari rantai utama.

Meskipun valid dan mengandung transaksi sah, stale block tidak dianggap sebagai bagian dari histori blockchain, sehingga transaksi di dalamnya harus disusun ulang dalam blok yang sah jika ingin tetap diproses.

 

Mengapa Stale Block Penting untuk Dipahami?

1. Indikator Persaingan Tinggi di Jaringan

Munculnya stale block menunjukkan tingkat persaingan penambangan yang ketat dan kemungkinan latensi komunikasi antar node. Ini biasa terjadi di jaringan besar dengan banyak miner aktif seperti Bitcoin atau Ethereum (sebelum PoS).

2. Mempengaruhi Finalitas Transaksi

Jika transaksi Kamu ada di stale block, maka transaksi tersebut belum final dan bisa ditunda hingga dimasukkan kembali ke blok baru yang valid. Oleh karena itu, jumlah konfirmasi transaksi menjadi penting, khususnya dalam jumlah besar.

3. Mendorong Inovasi Teknologi Blockchain

Fenomena stale block menjadi dasar bagi pengembangan solusi seperti:

  • Compact Block Propagation untuk mempercepat distribusi blok.
  • Relay Networks untuk mengurangi latensi komunikasi antar miner.
  • Protocol upgrades seperti GHOST (Greedy Heaviest Observed Subtree) di Ethereum untuk mempertimbangkan blok yang “kalah”.

 

Stale block mungkin terdengar sebagai kegagalan kecil dalam sistem, tetapi justru menunjukkan betapa dinamis dan kompetitifnya proses penambangan dalam blockchain. Bagi Sahabat Floq yang ingin memahami lebih dalam cara kerja jaringan kripto, mengenal stale block membantu melihat bagaimana kecepatan, konsensus, dan efisiensi berinteraksi dalam menjaga integritas rantai blok.

Dalam dunia blockchain, bukan hanya kecepatan yang penting, tetapi juga bagaimana sistem mengelola konflik dan menjaga kepercayaan pada data yang disimpan bersama.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

 

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device