Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Storage (Decentralized)

Apa Itu Storage (Decentralized)?

Storage (Decentralized) atau penyimpanan terdesentralisasi adalah metode menyimpan data digital tanpa menggunakan server pusat, melainkan melalui jaringan terdistribusi seperti blockchain atau protokol Peer-to-Peer (P2P). Berbeda dengan layanan penyimpanan tradisional seperti Google Drive atau Dropbox yang tersentralisasi, sistem ini memungkinkan setiap pengguna menjadi bagian dari infrastruktur penyimpanan.

Sahabat Floq, dengan penyimpanan terdesentralisasi, data Kamu tidak hanya berada di satu lokasi. Sebaliknya, file dipecah menjadi potongan kecil, dienkripsi, lalu didistribusikan ke berbagai node di jaringan. Hanya pemilik kunci yang bisa mengakses dan menyusun ulang data tersebut, sehingga privasi dan keamanan lebih terjamin.

 

Bagaimana Cra Kerja Decentralized Storage?

Sistem penyimpanan terdesentralisasi mengandalkan beberapa komponen teknologi utama:

Enkripsi 

Setiap file yang diunggah akan dienkripsi agar tidak bisa dibaca oleh pihak yang tidak berwenang, bahkan oleh penyedia jaringan itu sendiri.

Sharding dan Distribusi 

File yang telah dienkripsi dipecah menjadi banyak fragmen (shard), lalu disebarkan ke berbagai node dalam jaringan. Setiap node hanya menyimpan bagian kecil dari data.

Redundansi dan Replikasi 

Fragmen data disalin ke beberapa node untuk mencegah kehilangan jika salah satu node offline.

Smart Contract dan Insentif 

Beberapa sistem menggunakan smart contract untuk mengatur akses dan pembayaran. Pemilik node yang menyediakan ruang penyimpanan mendapatkan insentif berupa token atau kripto.

Platform terkenal seperti IPFS, Filecoin, Arweave, dan Sia adalah contoh implementasi teknologi ini, masing-masing dengan mekanisme unik dalam menjaga keberlanjutan jaringan.

 

Mengapa Decentralized Storage Penting?

1. Privasi dan Kontrol Penuh atas Data

Kamu adalah satu-satunya yang memiliki akses ke file, karena data dienkripsi dan hanya bisa dibuka dengan kunci milikmu. Tidak ada entitas pusat yang dapat melihat, menghapus, atau membatasi akses data.

2. Tahan Sensor dan Gagal Sistem

Dengan sistem yang tersebar di banyak node, tidak ada titik tunggal kegagalan (single point of failure). Bahkan jika satu atau beberapa node rusak, data tetap bisa diakses dari node lainnya.

3. Biaya dan Efisiensi Jangka Panjang

Beberapa sistem penyimpanan terdesentralisasi menawarkan biaya yang lebih kompetitif karena tidak harus mengoperasikan infrastruktur pusat besar. Selain itu, sistem ini lebih skalabel dan efisien secara energi.

4. Kunci Infrastruktur Web3

Penyimpanan data yang terdesentralisasi menjadi fondasi penting dalam pengembangan aplikasi Web3, seperti NFT, metaverse, dan decentralized apps (dApps) yang membutuhkan penyimpanan data bebas sensor dan terpercaya.

Storage (Decentralized) bukan sekadar alternatif dari cloud storage tradisional, tetapi adalah bagian dari visi masa depan internet yang lebih terbuka, aman, dan dikendalikan oleh pengguna.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device