
Storage (Decentralized)
Apa Itu Storage (Decentralized)?
Storage (Decentralized) atau penyimpanan terdesentralisasi adalah metode menyimpan data digital tanpa menggunakan server pusat, melainkan melalui jaringan terdistribusi seperti blockchain atau protokol Peer-to-Peer (P2P). Berbeda dengan layanan penyimpanan tradisional seperti Google Drive atau Dropbox yang tersentralisasi, sistem ini memungkinkan setiap pengguna menjadi bagian dari infrastruktur penyimpanan.
Sahabat Floq, dengan penyimpanan terdesentralisasi, data Kamu tidak hanya berada di satu lokasi. Sebaliknya, file dipecah menjadi potongan kecil, dienkripsi, lalu didistribusikan ke berbagai node di jaringan. Hanya pemilik kunci yang bisa mengakses dan menyusun ulang data tersebut, sehingga privasi dan keamanan lebih terjamin.
Bagaimana Cra Kerja Decentralized Storage?
Sistem penyimpanan terdesentralisasi mengandalkan beberapa komponen teknologi utama:
Enkripsi
Setiap file yang diunggah akan dienkripsi agar tidak bisa dibaca oleh pihak yang tidak berwenang, bahkan oleh penyedia jaringan itu sendiri.
Sharding dan Distribusi
File yang telah dienkripsi dipecah menjadi banyak fragmen (shard), lalu disebarkan ke berbagai node dalam jaringan. Setiap node hanya menyimpan bagian kecil dari data.
Redundansi dan Replikasi
Fragmen data disalin ke beberapa node untuk mencegah kehilangan jika salah satu node offline.
Smart Contract dan Insentif
Beberapa sistem menggunakan smart contract untuk mengatur akses dan pembayaran. Pemilik node yang menyediakan ruang penyimpanan mendapatkan insentif berupa token atau kripto.
Platform terkenal seperti IPFS, Filecoin, Arweave, dan Sia adalah contoh implementasi teknologi ini, masing-masing dengan mekanisme unik dalam menjaga keberlanjutan jaringan.
Mengapa Decentralized Storage Penting?
1. Privasi dan Kontrol Penuh atas Data
Kamu adalah satu-satunya yang memiliki akses ke file, karena data dienkripsi dan hanya bisa dibuka dengan kunci milikmu. Tidak ada entitas pusat yang dapat melihat, menghapus, atau membatasi akses data.
2. Tahan Sensor dan Gagal Sistem
Dengan sistem yang tersebar di banyak node, tidak ada titik tunggal kegagalan (single point of failure). Bahkan jika satu atau beberapa node rusak, data tetap bisa diakses dari node lainnya.
3. Biaya dan Efisiensi Jangka Panjang
Beberapa sistem penyimpanan terdesentralisasi menawarkan biaya yang lebih kompetitif karena tidak harus mengoperasikan infrastruktur pusat besar. Selain itu, sistem ini lebih skalabel dan efisien secara energi.
4. Kunci Infrastruktur Web3
Penyimpanan data yang terdesentralisasi menjadi fondasi penting dalam pengembangan aplikasi Web3, seperti NFT, metaverse, dan decentralized apps (dApps) yang membutuhkan penyimpanan data bebas sensor dan terpercaya.
Storage (Decentralized) bukan sekadar alternatif dari cloud storage tradisional, tetapi adalah bagian dari visi masa depan internet yang lebih terbuka, aman, dan dikendalikan oleh pengguna.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Storage Miners
Peserta dalam jaringan penyimpanan terdesentralisasi seperti Filecoin yang menyediakan ruang disk dan bandwidth sebagai imbalan atas insentif crypto. Mereka menyimpan dan memastikan data tetap tersedia dalam jangka panjang.
Storage Node
Komputer atau perangkat dalam jaringan penyimpanan terdistribusi yang menyimpan dan menyajikan data untuk pengguna lain. Berkontribusi pada desentralisasi dan keandalan sistem penyimpanan data blockchain.
Store of Value
Aset yang mempertahankan nilai dalam jangka panjang dan dapat digunakan untuk menyimpan kekayaan. Bitcoin sering dianggap sebagai store of value digital karena kelangkaan dan ketahanannya terhadap inflasi.
Strong Holder Offering (SHO)
Model distribusi token yang hanya mengizinkan partisipasi dari pengguna yang menunjukan kepemilikan aset jangka panjang. Tujuannya adalah menarik investor serius dan menghindari spekulan jangka pendek.
Stroop
Unit terkecil dalam jaringan Stellar, setara dengan 0.0000001 XLM (Lumen). Stroop digunakan untuk menghitung biaya transaksi dan operasi mikro dalam jaringan.


