Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Stock-to-Flow Ratio

Apa Itu Stock-to-Flow Ratio?

Stock-to-Flow Ratio (S2F) adalah model kuantitatif yang mengukur tingkat kelangkaan suatu aset. Rasio ini dihitung dengan membandingkan total stok yang beredar (stock) terhadap jumlah produksi atau suplai tahunan (flow). Konsep ini sangat populer di kalangan pendukung Bitcoin karena digunakan untuk memodelkan harga jangka panjang berdasarkan kelangkaan.

Sahabat Floq, dalam konteks Bitcoin, "stock" mengacu pada jumlah total Bitcoin yang telah ditambang dan beredar, sementara "flow" adalah jumlah Bitcoin baru yang dihasilkan setiap tahun melalui proses mining. Karena suplai Bitcoin bersifat tetap dan berkurang setiap empat tahun (halving), Stock-to-Flow Ratio Bitcoin terus meningkat, yang menandakan kelangkaan makin tinggi.

 

Bagaimana Cara Kerja Stock-to-Flow Ratio?

Rumus sederhananya adalah:

Stock-to-Flow Ratio = Total Stok Aset / Produksi Tahunan 
 

Contohnya, jika ada 19 juta Bitcoin yang beredar dan sekitar 328.500 Bitcoin baru diproduksi per tahun, maka:

S2F = 19.000.000 / 328.500 ≈ 57,8 
 

Artinya, butuh hampir 58 tahun produksi untuk menggandakan stok yang ada saat ini. Semakin besar angkanya, semakin langka aset tersebut, karena butuh waktu sangat lama untuk menambah pasokan baru.

Model ini awalnya populer digunakan untuk aset seperti emas dan perak. Emas, misalnya, punya Stock-to-Flow Ratio sekitar 60–70, yang menjadikannya salah satu aset paling langka dan tahan inflasi di dunia. Karena karakteristik Bitcoin yang mirip dengan emas secara digital (terbatas, tidak bisa dicetak sembarangan), banyak analis menggunakan model S2F untuk memahami nilai intrinsiknya.

 

Mengapa Stock-to-Flow Ratio Penting?

1. Mengukur Kelangkaan Aset

Rasio ini memberikan cara objektif untuk memahami seberapa langka suatu aset. Semakin tinggi S2F, semakin sedikit pasokan baru relatif terhadap stok yang beredar.

2. Digunakan Sebagai Model Prediksi Harga

Dalam ekosistem Bitcoin, model S2F sering dijadikan referensi untuk memproyeksikan harga jangka panjang, berdasarkan asumsi bahwa kelangkaan akan mendorong permintaan dan harga naik.

3. Menarik Perhatian Investor Institusional

Model ini memberikan cara yang relatable bagi investor konvensional untuk membandingkan Bitcoin dengan aset-aset seperti emas yang mereka sudah pahami. Ini membuka pintu untuk adopsi lebih luas.

4. Mendorong Narasi "Digital Gold"

Dengan rasio yang mendekati atau bahkan melebihi emas dalam beberapa tahun mendatang, Bitcoin semakin sering dianggap sebagai penyimpan nilai digital dalam era keuangan baru.

 

Stock-to-Flow Ratio adalah alat yang memberi sudut pandang unik tentang nilai dan kelangkaan aset, terutama dalam konteks Bitcoin yang bersifat deflasi dan terbatas secara algoritmis. Bagi Sahabat Floq yang ingin memahami bagaimana fundamental seperti kelangkaan bisa berdampak pada harga jangka panjang, S2F adalah kerangka analisis yang patut dipahami—terutama di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device