Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Snapshot

Apa Itu Snapshot?

Snapshot adalah proses pencatatan kondisi jaringan blockchain pada waktu tertentu, terutama fokus pada saldo dompet pengguna dan struktur blok saat itu. Dalam konteks ekosistem crypto, snapshot digunakan untuk menetapkan siapa yang berhak menerima airdrop, ikut serta dalam fork, atau mendapatkan token baru.

Sahabat Floq, bayangkan snapshot seperti foto instan dari buku besar blockchain yang mencatat siapa memiliki apa pada detik tertentu. Informasi ini kemudian menjadi dasar dalam distribusi atau pengambilan keputusan yang bersifat teknis maupun ekonomi dalam jaringan.

 

Bagaimana Snapshot Bekerja?

Snapshot biasanya dilakukan oleh pengembang proyek atau protokol dengan tujuan spesifik. Prosesnya melibatkan langkah-langkah berikut:

Penentuan Blok Acuan 

Tim proyek menentukan satu blok tertentu di blockchain (misalnya blok ke-15.000.000) sebagai titik snapshot.

Rekaman Saldo dan Aktivitas 

Pada blok itu, sistem akan mencatat semua saldo dompet atau aktivitas kontrak pintar yang relevan dengan tujuan snapshot.

Pengumpulan dan Penyimpanan Data 

Data snapshot ini kemudian disimpan dalam sistem off-chain atau on-chain, tergantung pada teknis pelaksanaannya.

Distribusi Berdasarkan Snapshot 

Setelah snapshot selesai, token baru, hak suara, atau insentif lainnya akan didistribusikan hanya kepada alamat-alamat yang tercatat dalam snapshot.

Misalnya, jika Kamu memegang 100 token XYZ saat snapshot dilakukan, dan tim proyek mengumumkan akan memberikan 1 token ABC untuk setiap token XYZ, maka Kamu akan menerima 100 token ABC, asalkan dompet Kamu terdaftar dalam snapshot tersebut.

 

Mengapa Snapshot Penting dalam Dunia Blockchain?

Snapshot berperan vital dalam berbagai peristiwa penting dalam blockchain, termasuk:

1. Airdrop Token

Banyak proyek menggunakan snapshot untuk membagikan token baru kepada komunitas berdasarkan kepemilikan aset tertentu. Ini menjadi cara untuk menghargai loyalitas pengguna dan memperluas distribusi token.

2. Hard Fork

Saat blockchain mengalami pembelahan (fork), snapshot digunakan untuk memastikan pengguna memiliki aset yang sama di jaringan baru. Contohnya, ketika Bitcoin Cash lahir dari Bitcoin, snapshot menentukan saldo awal pengguna.

3. Voting dan Governance

Snapshot digunakan untuk menentukan siapa yang berhak memberikan suara dalam proposal tata kelola (governance). Hanya pemegang token pada blok snapshot yang diizinkan berpartisipasi dalam pemungutan suara.

4. Audit dan Transparansi

Proses snapshot yang dapat diverifikasi secara publik menciptakan kepercayaan dan transparansi, karena siapa pun bisa melihat siapa yang tercatat tanpa bisa mengubah hasilnya.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device