Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Soft Fork (Blockchain)

Apa Itu Soft Fork?

Soft fork adalah pembaruan protokol blockchain yang bersifat kompatibel ke belakang (backward-compatible). Artinya, meskipun aturan baru diterapkan, node yang belum memperbarui perangkat lunaknya masih bisa mengenali blok yang dibuat dengan aturan baru sebagai valid.

Sahabat Floq, soft fork memungkinkan jaringan blockchain berkembang dan berevolusi tanpa menciptakan dua versi rantai (chain) yang terpisah, seperti yang biasa terjadi pada hard fork. Ini menjadikannya solusi yang lebih aman dan terkoordinasi dalam memperkenalkan fitur-fitur baru atau memperkuat keamanan sistem.

 

Bagaimana Cara Kerja Soft Fork?

Untuk memahami cara kerja soft fork, bayangkan blockchain sebagai aturan main dalam sebuah komunitas. Dalam soft fork, aturan diperketat, tapi tidak sampai mengubah total cara sistem bekerja. Berikut alurnya:

1. Pengurangan Ruang Lingkup Aturan

Soft fork memperkenalkan aturan baru yang lebih ketat dari sebelumnya. Misalnya, jika aturan lama memperbolehkan blok berukuran hingga 1MB, aturan baru mungkin membatasi hanya sampai 800KB. Blok yang mematuhi aturan baru masih valid di sistem lama, tapi tidak sebaliknya.

2. Kompatibilitas Dua Arah (Sementara)

Node yang belum diperbarui tidak akan mengalami error atau terputus dari jaringan karena mereka tetap bisa memvalidasi blok yang sesuai dengan aturan baru. Namun, mereka tidak akan memahami fitur tambahan yang diperkenalkan, seperti format data baru.

3. Konsensus Komunitas

Agar soft fork berhasil, mayoritas penambang (miner) atau validator perlu menyetujui dan mengadopsi protokol baru. Tanpa dukungan cukup, perubahan tidak akan efektif karena blok-blok dengan aturan baru bisa diabaikan oleh jaringan lama.

Contoh terkenal dari implementasi soft fork adalah Segregated Witness (SegWit) dalam jaringan Bitcoin, yang memperkenalkan efisiensi penyimpanan tanpa menyebabkan perpecahan jaringan.

 

Mengapa Soft Fork Digunakan dalam Blockchain?

Soft fork menjadi strategi populer karena beberapa alasan utama:

1. Menghindari Perpecahan Jaringan

Berbeda dari hard fork yang bisa memecah blockchain menjadi dua, soft fork mempertahankan satu rantai utama dan menjaga integritas ekosistem.

2. Lebih Aman dan Minim Risiko

Karena tidak menimbulkan konflik blok atau split chain, soft fork mengurangi potensi serangan replay atau kehilangan nilai aset.

3. Mendorong Evolusi Bertahap

Soft fork memungkinkan jaringan berevolusi secara bertahap, memberikan waktu bagi pengembang, miner, dan pengguna untuk mengadopsi fitur baru tanpa tekanan besar.

4. Efisien dalam Implementasi

Dengan persiapan teknis dan dukungan konsensus yang tepat, soft fork dapat diluncurkan lebih cepat dan efisien dibanding hard fork.

Dalam dunia blockchain yang terus berkembang, soft fork adalah metode penting untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan stabilitas. Bagi Sahabat Floq yang aktif mengikuti perkembangan jaringan seperti Bitcoin atau Ethereum, memahami konsep soft fork akan membantumu menilai perubahan teknis yang terjadi di balik layar, sekaligus memahami dampaknya terhadap jaringan dan nilai aset.

Ketika sebuah jaringan memperbarui dirinya tanpa menciptakan perpecahan, itulah kekuatan dari desain terdesentralisasi yang matang—fleksibel untuk berinovasi, namun tetap solid dalam menjaga fondasi.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device