
Software Stack
Apa Itu Software Stack?
Software stack adalah kumpulan teknologi perangkat lunak yang bekerja secara berlapis, mulai dari level paling dasar seperti sistem operasi hingga ke lapisan antarmuka pengguna (UI). Dalam konteks blockchain, software stack merujuk pada struktur teknologi yang digunakan untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (dApp) atau platform berbasis blockchain secara utuh.
Sahabat Floq, bayangkan software stack seperti tumpukan fondasi bangunan. Setiap lapisan memiliki fungsi tersendiri yang saling menopang. Tanpa satu lapisan, aplikasi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Bagaimana Software Stack Bekerja dalam Dunia Blockchain?
Dalam pengembangan aplikasi blockchain, software stack terdiri dari beberapa lapisan utama, yang masing-masing memiliki peran khusus. Berikut penjelasannya:
1. Layer Protokol (Protocol Layer)
Ini adalah lapisan dasar yang menjadi tempat semua aktivitas blockchain berlangsung. Contohnya:
- Ethereum
- Solana
- Avalanche
Protokol ini bertanggung jawab atas konsensus, validasi transaksi, dan keamanan jaringan.
2. Smart Contract Layer
Di lapisan ini, pengembang menulis logika bisnis menggunakan bahasa pemrograman khusus seperti:
- Solidity (Ethereum)
- Rust (Solana)
Smart contract memungkinkan aplikasi berjalan tanpa perantara dan otomatis, seperti protokol DeFi, NFT marketplace, atau DAO.
3. Library & API Layer
Untuk menghubungkan smart contract dengan aplikasi frontend, digunakan library seperti Web3.js, Ethers.js, atau wagmi. Lapisan ini juga termasuk API dari node provider seperti Infura atau Alchemy, yang memungkinkan dApp berinteraksi dengan blockchain secara efisien.
4. Frontend Layer (Antarmuka Pengguna)
Lapisan yang langsung berinteraksi dengan pengguna. Umumnya dibangun menggunakan:
- React.js, Next.js
- Tailwind, Chakra UI
Antarmuka ini menyajikan data dari blockchain dan memungkinkan pengguna mengirim transaksi, melihat saldo, atau berpartisipasi dalam protokol.
5. Wallet & Identity Layer
Komponen penting untuk mengelola akses pengguna ke blockchain. Wallet seperti MetaMask atau WalletConnect mengelola private key dan menandatangani transaksi langsung dari browser atau perangkat mobile.
Mengapa Software Stack Penting untuk Blockchain?
1. Mendukung Desain Modular dan Fleksibel
Setiap lapisan dalam software stack bisa dikembangkan atau diperbarui secara terpisah, tanpa memengaruhi keseluruhan sistem. Ini memungkinkan skalabilitas dan inovasi yang cepat.
2. Mempermudah Kolaborasi Pengembang
Dengan struktur stack yang jelas, tim pengembang bisa bekerja secara terdistribusi, misalnya satu tim fokus di smart contract dan tim lain mengerjakan frontend.
3. Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi
Stack yang tersusun dengan baik meminimalkan potensi bug atau celah keamanan. Penggunaan library open-source yang telah banyak diaudit juga menambah lapisan kepercayaan.
4. Mendukung Ekosistem Web3 yang Terbuka
Software stack di dunia blockchain didominasi oleh teknologi open-source dan terdesentralisasi, yang memungkinkan siapa saja untuk ikut membangun, mengembangkan, atau menyesuaikan solusi sesuai kebutuhan.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Software Wallet
Dompet crypto yang berjalan di software seperti aplikasi desktop, web, atau mobile untuk mengelola aset digital. Lebih praktis daripada dompet hardware, tetapi juga lebih rentan terhadap serangan siber.
Solidity
Bahasa pemrograman utama yang digunakan untuk menulis smart contract di jaringan Ethereum dan kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Dirancang menyerupai JavaScript dan digunakan oleh sebagian besar proyek Decentralized Finance (DeFi) dan Non-Fungible Token (NFT).
Solscan
Block explorer untuk jaringan Solana yang memungkinkan pengguna melihat transaksi, alamat, dan data on-chain lainnya. Berfungsi mirip seperti Etherscan untuk Ethereum, tetapi dikhususkan untuk ekosistem Solana.
Soulbound Tokens (SBTs)
Token non-transferrable yang melekat secara permanen pada dompet pengguna sebagai representasi identitas, reputasi, atau pencapaian. Cocok untuk sertifikat digital, keanggotaan, atau catatan akademis di blockchain.
Sound Money
Konsep uang yang stabil nilainya dan tidak mudah dimanipulasi oleh pihak otoritatif, biasanya memiliki pasokan terbatas. Bitcoin sering disebut sebagai bentuk sound money digital karena sifat deflasinya.


