
Settlement
Apa Itu Settlement?
Settlement adalah tahap akhir dalam sebuah transaksi keuangan, termasuk dalam sistem berbasis blockchain, di mana aset benar-benar berpindah kepemilikan dari satu pihak ke pihak lain. Ini merupakan proses yang menandai bahwa transaksi sudah selesai secara resmi dan tidak dapat dibatalkan lagi.
Bagi Sahabat Floq, memahami settlement sangat penting karena ini adalah momen di mana sebuah transaksi dinyatakan sah dan final, baik itu pembelian aset kripto, perdagangan token, atau transfer antar dompet. Tanpa settlement, sebuah transaksi hanya menjadi niat atau proses yang belum rampung secara legal maupun teknis.
Bagaimana Settlement Terjadi di Blockchain?
Berbeda dengan sistem keuangan tradisional yang sering kali melibatkan beberapa pihak dan waktu penyelesaian yang lama, blockchain memungkinkan settlement yang lebih cepat, transparan, dan otomatis. Berikut tahapan umum settlement dalam blockchain:
Inisiasi Transaksi:
Pengguna mengirim aset (misalnya, BTC atau ETH) ke alamat tujuan.
Penyebaran Transaksi ke Jaringan:
Transaksi dikirim ke jaringan dan masuk ke dalam mempool, menunggu untuk diproses oleh validator atau miner.
Verifikasi dan Validasi:
Transaksi diperiksa untuk memastikan bahwa pengirim memiliki saldo cukup dan memenuhi syarat teknis.
Inklusi ke dalam Blok:
Transaksi dimasukkan ke dalam blok baru oleh validator atau miner.
Finalitas dan Settlement:
Setelah blok tersebut ditambahkan ke blockchain dan mendapatkan sejumlah konfirmasi tambahan (biasanya 3–6 blok berikutnya), transaksi dianggap settled. Artinya, aset sudah resmi berpindah kepemilikan secara permanen.
Mengapa Settlement Penting dalam Dunia Kripto?
Settlement memiliki peran sentral dalam menjamin kepercayaan dan integritas sistem keuangan digital. Dalam konteks blockchain, finalitas dari settlement memastikan bahwa transaksi:
- Tidak bisa dibatalkan secara sepihak.
- Tidak bisa diubah oleh siapa pun setelah dicatat dalam blok.
- Menjadi bagian dari histori permanen di jaringan.
Berikut alasan mengapa settlement krusial di Web3:
1. Menghilangkan Risiko Pihak Ketiga
Dalam sistem tradisional, proses settlement sering membutuhkan pihak ketiga seperti bank, broker, atau lembaga kliring. Blockchain menghapus ketergantungan tersebut dengan otomasi melalui smart contract dan konsensus jaringan.
2. Waktu Settlement Lebih Cepat
Sistem tradisional bisa memakan waktu berhari-hari untuk settlement (T+2 atau T+3), sementara blockchain dapat menyelesaikan settlement dalam hitungan detik hingga menit, tergantung pada protokol dan kemacetan jaringan.
3. Transparansi dan Auditabilitas
Karena setiap transaksi terekam secara publik dan permanen di blockchain, proses settlement dapat diverifikasi kapan pun oleh siapa saja, termasuk dalam audit keuangan.
4. Menghindari Double Spending
Settlement yang cepat dan pasti membantu mencegah risiko pengeluaran ganda (double spending), di mana seseorang mencoba menggunakan aset yang sama lebih dari sekali.
Bagi Sahabat Floq yang ingin terjun lebih dalam ke dunia kripto, pemahaman tentang settlement juga membuka wawasan terhadap berbagai fitur lanjutan seperti atomic swap, real-time settlement dalam DeFi, dan finalitas probabilistik vs deterministik pada berbagai protokol blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Settlement Layer
Lapisan dasar dalam arsitektur blockchain yang bertanggung jawab atas pencatatan dan validasi transaksi. Ethereum dan Bitcoin bertindak sebagai settlement layer untuk aplikasi Layer-2 di atasnya.
Shamir’s Secret Sharing
Teknik kriptografi yang membagi informasi sensitif, seperti private key, menjadi beberapa bagian yang hanya dapat digabungkan kembali jika sejumlah bagian minimum tersedia. Umumnya digunakan untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kehilangan akses akibat satu titik kegagalan.
Shard
Subdivisi dari blockchain yang menjalankan sebagian kecil dari keseluruhan transaksi dan kontrak pintar secara paralel. Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan skalabilitas jaringan secara signifikan.
Shard Chain
Rantai blockchain individual dalam sistem sharding yang bekerja secara paralel untuk membagi beban data dan transaksi. Nantinya akan diintegrasikan ke dalam ekosistem Ethereum untuk meningkatkan throughput jaringan.
Sharpe Ratio
Metrik kinerja investasi yang disesuaikan dengan risiko, dihitung dengan membagi kelebihan return terhadap aset bebas risiko dengan standar deviasi return. Digunakan untuk membandingkan efisiensi risiko antar investasi, termasuk crypto.


