Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Shard

Apa Itu Shard?

Shard adalah bagian kecil dari blockchain yang berfungsi secara independen namun tetap terhubung dalam satu ekosistem jaringan utama. Setiap shard menangani sebagian dari total aktivitas blockchain—baik itu transaksi, data, maupun kontrak pintar—sehingga proses komputasi tidak lagi bergantung pada satu rantai utama (main chain).

Sahabat Floq, shard bisa diibaratkan sebagai jalur tambahan di jalan tol digital. Kalau sebelumnya semua kendaraan (transaksi) harus lewat satu jalur, sekarang ada banyak jalur paralel yang memungkinkan lebih banyak kendaraan melaju tanpa kemacetan.

 

Bagaimana Shard Bekerja?

Konsep sharding berasal dari dunia basis data terdistribusi, lalu diadaptasi untuk blockchain guna mengatasi keterbatasan skalabilitas. Dalam sistem blockchain bershard, jaringan dibagi menjadi beberapa shard yang masing-masing:

  • Memiliki validator sendiri untuk memproses transaksi dalam shard tersebut.
  • Dapat menjalankan kontrak pintar secara terpisah.
  • Berkomunikasi dengan shard lain melalui mekanisme sinkronisasi dan konsensus antar shard.

Setiap shard bekerja seperti blockchain mini yang berjalan paralel dan berkontribusi pada satu blockchain besar. Hasil kerja masing-masing shard kemudian dikumpulkan dan disinkronkan di layer utama, yang bertindak sebagai jembatan koordinasi dan finalisasi.

 

Mengapa Shard Penting dalam Blockchain?

Sharding merupakan solusi struktural terhadap “Blockchain Trilemma”, yaitu tantangan dalam menggabungkan skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi secara bersamaan. Konsep shard dirancang untuk:

  • Meningkatkan throughput transaksi tanpa menurunkan desentralisasi.
  • Mengurangi beban kerja node penuh, karena node cukup memproses data dalam shard tertentu saja.
  • Membuka jalan bagi adopsi massal, karena jaringan dapat menangani jutaan pengguna secara simultan.

Beberapa manfaat utama dari sharding antara lain:

1. Skalabilitas Tinggi

Alih-alih semua node memverifikasi semua transaksi, shard memungkinkan pemrosesan paralel, sehingga jaringan bisa menangani lebih banyak transaksi per detik (TPS).

2. Efisiensi Komputasi dan Penyimpanan

Node tidak perlu menyimpan seluruh data blockchain, cukup bagian dari shard yang mereka kelola. Ini mengurangi kebutuhan penyimpanan dan mempercepat sinkronisasi.

3. Fleksibilitas untuk Ekosistem Web3

Dengan sharding, aplikasi seperti DeFi, NFT, dan DAO bisa berjalan di shard berbeda tanpa saling membebani. Setiap shard bisa dikustomisasi untuk kebutuhan spesifik.

4. Landasan Ethereum 2.0

Sharding merupakan komponen kunci dalam roadmap Ethereum, yang dirancang untuk meningkatkan performa jaringan pasca transisi ke Proof-of-Stake. Meski belum diimplementasikan penuh, sharding akan memperkuat eksekusi Layer-2 dan rollup dengan membagi beban data.

Shard bukan sekadar konsep teknis, melainkan pondasi masa depan blockchain yang lebih cepat, ringan, dan inklusif. Ketika sharding diimplementasikan secara efektif, pengguna tak lagi harus memilih antara jaringan cepat dan jaringan aman—karena shard menjanjikan keduanya.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device