
Loan-to-value (LTV)
Apa Itu Loan-to-Value (LTV)?
Ketika kamu memasuki dunia pinjaman aset digital, baik di platform terpusat (CeFi) maupun terdesentralisasi (DeFi), kamu pasti akan sering menemukan istilah Loan-to-Value (LTV). Ini adalah metrik penting yang menentukan seberapa besar pinjaman yang bisa kamu ambil berdasarkan nilai jaminan yang kamu setorkan.
Secara sederhana, LTV adalah rasio antara jumlah pinjaman dan nilai aset jaminan. Misalnya, jika kamu menyetor aset senilai $1.000 dan meminjam $500, maka LTV kamu adalah 50%. Semakin tinggi rasio LTV, semakin besar risiko yang ditanggung, baik oleh kamu sebagai peminjam maupun oleh platform pemberi pinjaman.
Mengapa LTV Penting dalam Ekosistem Kripto?
1. Menilai Risiko Kredit
LTV digunakan untuk menilai seberapa besar risiko dari posisi pinjamanmu. Semakin besar nilai pinjaman dibandingkan jaminan, semakin tinggi kemungkinan posisi tersebut terlikuidasi saat harga jaminan turun.
2. Menentukan Batas Likuidasi
Setiap platform pinjaman memiliki batas LTV maksimum, misalnya 75%. Jika rasio pinjaman kamu melebihi batas ini akibat penurunan harga jaminan, maka posisi kamu bisa dilikuidasi secara otomatis untuk melindungi dana pemberi pinjaman.
3. Mengukur Kesehatan Pinjaman
Platform seperti Aave, Compound, atau MakerDAO biasanya memberikan indikator kesehatan pinjaman berdasarkan LTV. Rasio ini membantu kamu mengelola eksposur risiko sebelum terlambat.
Cara Menghitung LTV
Rumus menghitung LTV cukup sederhana:
LTV (%) = (Jumlah Pinjaman / Nilai Aset Jaminan) x 100
Contoh:
Kamu menyetor 2 ETH sebagai jaminan (nilai saat itu $3.000), lalu meminjam stablecoin senilai $1.500. Maka:
LTV = ($1.500 / $3.000) x 100 = 50%
Jika harga ETH turun menjadi $2.000, nilai jaminan menjadi $4.000. Maka LTV meningkat menjadi:
LTV = ($1.500 / $4.000) x 100 = 37.5%
Namun, jika harga ETH justru turun drastis ke $1.500, nilai jaminan jadi $3.000 dan LTV naik jadi 50%, mendekati batas risiko.
Jenis-Jenis Batas LTV yang Umum Digunakan
Initial LTV
Batas awal maksimum pinjaman yang bisa kamu ambil saat pertama menyetor jaminan.
Maintenance LTV
Batas yang harus tetap dijaga untuk mencegah likuidasi. Jika LTV kamu melampaui batas ini, sistem bisa memberi peringatan atau langsung melikuidasi asetmu.
Likuidation Threshold
Biasanya berada di angka tertentu, seperti 75-80%. Jika LTV menyentuh atau melewati ambang ini, maka posisi kamu akan dipaksa ditutup.
Faktor yang Mempengaruhi LTV
Volatilitas Aset Jaminan
Aset kripto bersifat volatil, sehingga nilai jaminan bisa berubah drastis dalam waktu singkat. Ini membuat LTV juga sangat dinamis.
Tipe Platform Pinjaman
Setiap platform DeFi atau CeFi menetapkan kebijakan LTV yang berbeda-beda. Beberapa lebih konservatif, sementara yang lain memberi kebebasan lebih besar namun dengan risiko tinggi.
Token Jaminan
Beberapa token seperti stablecoin (USDC, DAI) dianggap lebih stabil sehingga bisa mendapatkan LTV lebih tinggi dibanding token volatile seperti ETH atau BTC.
Risiko Mengabaikan LTV
Likuidasi Paksa
Jika kamu tidak memantau LTV dan harga jaminan anjlok, sistem akan otomatis menjual aset kamu untuk menutup pinjaman, biasanya dengan penalti tertentu.
Hilangnya Aset
Dalam banyak kasus, kamu bisa kehilangan sebagian dari jaminan karena penalti likuidasi atau selisih harga saat aset dijual secara otomatis di pasar.
Leverage Berlebihan
LTV yang terlalu tinggi bisa menggoda kamu untuk mengambil pinjaman terlalu besar dan menggunakan leverage, yang memperbesar potensi kerugian jika pasar berbalik arah.
Strategi Mengelola LTV
Pilih LTV Rendah untuk Stabilitas
Sahabat Floq, jika kamu baru di dunia pinjaman kripto, pilihlah LTV yang lebih konservatif, misalnya di bawah 50%. Ini memberi ruang lebih luas sebelum mendekati batas likuidasi.
Pantau Harga Aset Jaminan
Karena nilai jaminan sangat menentukan LTV, kamu wajib memantau harga pasar secara berkala, terutama saat volatilitas sedang tinggi.
Gunakan Fitur Notifikasi
Beberapa platform menyediakan sistem peringatan saat LTV kamu mendekati batas kritis. Aktifkan fitur ini untuk menghindari kejutan tak menyenangkan.
Siapkan Tambahan Jaminan
Memiliki aset cadangan untuk menambah jaminan adalah strategi cerdas agar kamu bisa memperbaiki posisi LTV saat diperlukan.
Loan-to-Value (LTV) Adalah Penjaga Stabilitas Pinjaman Kripto
LTV bukan sekadar angka di dashboard, tapi merupakan indikator utama yang menentukan kesehatan finansial posisi pinjamanmu. Dalam dunia kripto yang penuh volatilitas, memahami dan mengelola LTV secara proaktif adalah langkah penting agar kamu tidak menjadi korban likuidasi yang merugikan.
Sahabat Floq, sebelum mengambil pinjaman di platform DeFi, pastikan kamu benar-benar memahami konsep LTV. Dengan mengelola rasio ini secara bijak, kamu bisa menikmati manfaat leverage aset digital tanpa terjebak risiko yang tak terkendali.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Location Swap
Perpindahan aset dari satu lokasi atau jaringan ke lokasi lain, sering kali melibatkan jembatan lintas rantai. Digunakan dalam arbitrase, optimalisasi biaya gas, atau integrasi lintas ekosistem.
Long
Posisi perdagangan yang diambil dengan harapan bahwa harga aset akan naik. Investor akan memperoleh keuntungan jika harga pasar melebihi harga masuk posisi.
Lower High
Puncak harga yang lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya dalam tren turun. Menandakan tekanan jual yang lebih kuat dan kelanjutan tren bearish.
Lower Low
Titik terendah baru yang lebih rendah dari titik terendah sebelumnya, menunjukan pelemahan harga. Digunakan dalam analisis teknikal untuk mengkonfirmasi tren penurunan.
Moving Average Convergence Divergence (MACD)
Indikator momentum yang mengukur hubungan antara dua moving average harga untuk mendeteksi sinyal beli atau jual. Digunakan untuk mengidentifikasi pembalikan arah dan kekuatan tren.


