
Long
Arti “Long” dalam Dunia Kripto
Jika kamu pernah mendengar istilah “long position” atau “ambil posisi long” dalam trading kripto, itu artinya seseorang berharap harga aset akan naik di masa depan. Strategi ini menjadi salah satu cara utama untuk meraih keuntungan dari pergerakan harga pasar yang bullish.
Dalam praktiknya, posisi long diambil saat kamu membeli aset (seperti Bitcoin atau Ethereum) dengan harapan nilainya akan naik sehingga kamu bisa menjualnya di harga yang lebih tinggi. Sederhana, bukan? Tapi di balik kesederhanaan ini, ada banyak strategi, analisis, dan pengelolaan risiko yang perlu kamu pahami sebelum membuka posisi long.
Cara Kerja Posisi Long dalam Trading
Ketika kamu mengambil posisi long, berarti kamu membeli sebuah aset dengan ekspektasi bahwa nilainya akan naik. Keuntungan diperoleh dari selisih antara harga beli dan harga jual. Contohnya:
- Kamu membeli 1 ETH di harga $1.800
- Beberapa hari kemudian, harga ETH naik ke $2.200
- Kamu menjual ETH dan mendapat keuntungan $400
Posisi long bisa dilakukan di spot market (pasar tunai) maupun di futures market (kontrak berjangka). Di pasar spot, kamu harus benar-benar membeli asetnya. Sedangkan di pasar derivatif seperti futures, kamu bisa membuka long tanpa harus memiliki aset secara langsung.
Long di Spot Market vs Futures Market
Long di Spot Market
Di pasar spot, kamu membeli aset secara langsung. Ini cocok untuk investor pemula yang ingin memegang aset dalam jangka waktu tertentu tanpa tekanan likuidasi.
Long di Futures Market
Di pasar derivatif, kamu bisa membuka posisi long menggunakan leverage, artinya kamu bisa meminjam dana untuk meningkatkan eksposur. Namun, penggunaan leverage juga meningkatkan risiko karena posisi kamu bisa terkena likuidasi jika harga bergerak berlawanan.
Indikator yang Mendukung Keputusan Long
Sebelum membuka posisi long, penting untuk menganalisis kondisi pasar terlebih dahulu. Berikut beberapa alat bantu yang umum digunakan trader profesional:
- Moving Average: Menilai tren jangka pendek dan jangka panjang
- RSI (Relative Strength Index): Mengukur kondisi overbought atau oversold
- Support dan Resistance: Menentukan titik masuk dan keluar posisi
- Volume Trading: Menilai kekuatan di balik pergerakan harga
Dengan memadukan beberapa indikator, kamu bisa memperkuat keputusan untuk masuk posisi long di momen yang tepat.
Risiko yang Harus Diwaspadai
Meskipun terlihat menjanjikan, posisi long juga memiliki risiko. Sahabat Floq perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut:
Volatilitas Pasar
Harga aset kripto bisa bergerak sangat cepat. Jika kamu membeli di puncak harga tanpa perhitungan, posisi long kamu bisa mengalami floating loss.
Over-leverage
Menggunakan leverage tinggi tanpa manajemen risiko yang baik bisa mempercepat likuidasi saat harga turun sedikit saja.
Emosi dan FOMO
Banyak trader pemula membuka posisi long hanya karena “takut ketinggalan” saat pasar naik, tanpa melakukan analisis. Ini bisa menjadi bumerang.
Strategi Mengoptimalkan Posisi Long
1. Tentukan Entry dan Exit yang Jelas
Sebelum membuka posisi, kamu harus sudah tahu di mana kamu akan keluar—baik saat untung (take profit) maupun saat rugi (stop loss).
2. Gunakan Risk Management
Jangan pertaruhkan semua portofoliomu dalam satu posisi. Idealnya, risiko per transaksi tidak lebih dari 1–2% dari total modal kamu.
3. Kombinasikan dengan Time Frame yang Sesuai
Gunakan chart mingguan atau harian untuk melihat tren besar, lalu sesuaikan dengan time frame pendek seperti 1 jam untuk entry yang lebih akurat.
4. Jangan Lupa Diversifikasi
Jangan hanya long satu aset saja. Diversifikasi bisa mengurangi potensi kerugian jika satu aset tidak bergerak sesuai harapan.
Contoh Praktis Posisi Long
Bayangkan kamu melihat sinyal teknikal bahwa harga Bitcoin sedang dalam tren naik setelah berhasil menembus resistance di $30.000. Kamu membuka posisi long dengan modal $1.000 tanpa leverage. Saat harga naik ke $33.000, kamu memutuskan untuk take profit.
Keuntunganmu = ($33.000 - $30.000) / $30.000 x 100% = 10% atau $100
Jika kamu menggunakan leverage 3x, maka keuntunganmu bisa menjadi $300 — tetapi tentu saja, risikonya juga 3 kali lipat jika harga justru turun.
Long adalah Langkah Optimis, Tapi Harus Dibarengi Logika
Posisi long merupakan bentuk keyakinan bahwa harga aset akan naik. Namun, dalam dunia kripto yang penuh gejolak, kamu tidak bisa hanya mengandalkan insting atau perasaan. Dibutuhkan analisis, strategi, dan pengelolaan risiko yang matang agar posisi long benar-benar menjadi peluang, bukan ancaman.
Sahabat Floq, jangan takut untuk belajar lebih dalam dan terus mengasah kemampuan analisismu. Karena di dunia kripto, keberhasilan bukan ditentukan dari seberapa sering kamu long, tapi seberapa tepat kamu mengeksekusinya.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Lower High
Puncak harga yang lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya dalam tren turun. Menandakan tekanan jual yang lebih kuat dan kelanjutan tren bearish.
Lower Low
Titik terendah baru yang lebih rendah dari titik terendah sebelumnya, menunjukan pelemahan harga. Digunakan dalam analisis teknikal untuk mengkonfirmasi tren penurunan.
Moving Average Convergence Divergence (MACD)
Indikator momentum yang mengukur hubungan antara dua moving average harga untuk mendeteksi sinyal beli atau jual. Digunakan untuk mengidentifikasi pembalikan arah dan kekuatan tren.
Mainchain
Jaringan blockchain utama yang menjadi pusat aktivitas transaksi dan validasi dalam sebuah ekosistem, berlawanan dengan sidechain. Menyimpan data dan keamanan utama sistem.
Mainnet
Versi langsung dan publik dari jaringan blockchain tempat transaksi dan smart contract benar-benar dieksekusi. Menandai transisi proyek dari tahap pengujian ke peluncuran penuh.


