Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Lower High

Apa Itu Lower High?

Lower High adalah kondisi di mana puncak harga terbaru lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Artinya, pasar sedang mengalami pelemahan karena setiap usaha naik selalu terhenti sebelum mencapai level sebelumnya. Ini menjadi salah satu ciri utama dari tren turun atau bearish trend.

 

Contoh Lower High Secara Visual

Bayangkan harga Bitcoin sempat naik dari $25.000 ke $30.000, lalu turun ke $27.000. Setelah itu, harga mencoba naik lagi tapi hanya mencapai $29.000 sebelum kembali turun. Nah, $29.000 inilah yang disebut sebagai lower high karena lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya di $30.000.

Pola ini menandakan bahwa pembeli (bull) kehilangan tenaga, sementara penjual (bear) mulai mengambil alih kendali pasar.

 

Mengapa Lower High Penting dalam Analisis Teknikal?

Lower High sering digunakan oleh trader untuk:

  • Mengidentifikasi tren penurunan: Jika harga membentuk lower high secara konsisten, maka pasar cenderung berada dalam fase bearish.
  • Menentukan area resistance: Level lower high bisa menjadi batas atas baru yang sulit ditembus oleh harga.
  • Merencanakan posisi short: Banyak trader membuka posisi jual (short) saat lower high terbentuk karena memperkirakan harga akan lanjut turun.

Dengan kata lain, pola ini bukan sekadar angka di grafik, melainkan representasi psikologis pasar.

 

Perbedaan Lower High dengan Higher High

Agar lebih mudah, berikut perbedaannya:

  • Higher High: Puncak baru lebih tinggi dari puncak sebelumnya → sinyal tren naik (bullish).
  • Lower High: Puncak baru lebih rendah dari puncak sebelumnya → sinyal tren turun (bearish).

Mengetahui perbedaan ini sangat penting agar kamu tidak salah mengambil keputusan dalam membaca arah pasar.

 

Lower High dan Strategi Trading

Kamu bisa menggunakan lower high sebagai bagian dari strategi teknikal. Misalnya:

  • Konfirmasi tren: Jika kamu sudah melihat serangkaian lower high dan lower low, maka itu adalah konfirmasi tren turun yang valid.
  • Entry point: Banyak trader menunggu harga menyentuh lower high sebelum membuka posisi short dengan stop loss di atas resistance.
  • Risk management: Lower high dapat digunakan untuk menetapkan titik cut loss atau trailing stop agar kerugian bisa diminimalkan.

Namun, penting juga untuk tidak hanya mengandalkan satu pola saja. Kombinasikan dengan indikator lain seperti RSI, MACD, atau volume untuk konfirmasi lebih kuat.

 

Lower High dalam Skala Waktu yang Berbeda

Pola lower high bisa muncul di berbagai time frame:

  • Time frame kecil (1H/15M): Cocok untuk scalping atau day trading.
  • Time frame besar (Daily/Weekly): Menunjukkan arah tren jangka panjang.

Kamu perlu menyesuaikan analisis dengan gaya trading kamu. Pola yang valid di 4 jam belum tentu punya dampak yang sama di grafik harian.

 

Lower High Adalah Penanda Kunci dalam Fase Penurunan Harga

Lower High merupakan sinyal penting yang menunjukkan bahwa kekuatan beli di pasar mulai melemah dan tekanan jual semakin dominan. Pola ini kerap dijadikan acuan dalam strategi shorting dan manajemen risiko, terutama saat pasar memasuki fase bearish.

Dengan mengenali pola lower high sejak dini, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih bijak, baik untuk menghindari kerugian maupun memanfaatkan peluang saat tren turun. Jangan lupa untuk selalu mengonfirmasi dengan indikator lain agar analisismu semakin tajam dan akurat.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device